FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 30


__ADS_3

Memang belakangan ini bermunculan berbagai organisasi yang sangat terstruktur, sekalipun masing masing organisasi berdiri sendiri, tetapi mereka semua mengatas namakan Ratu Adil. Tiap organisasi memiliki pemimpin yang mengaku sebagai Ratu Adil, tiap organisasi memiliki orang orang pandai, ada jago bela diri, ada yang bisa menggandakan uang, ada juga mereka dari golongan ahli agama, masing masing mereka memiliki keahlian yang hebat di luar logika manusia bisa.


Organisasi yang belakangan sudah cukup meresahkan, mereka tak segan membunuh, untuk mendapatkan harta dan pusaka yang mereka klim sebagai benda yang di wariskan untuk Ratu Adil. Tak jarang mereka bentrok antar sesama mereka bahkan ada dari organisasi yang mendeklarasikan diri sebagai sebuah kerajaan dengan pemerintahan sendiri.


****


Pak Nanak sangat kaget mendengar pengaduan Fhadlan, tadi dia sempat mendengar berapa kali ada letusan, tapi dia tidak curiga, memang secara logika tidak mungkin ada orang merampok di siang hari.


Segera tetangga di hubungi, polisi dan keluarga pak Sukarjan pun di hubungi via telepon. Berita tertembaknya pak Sukarjan segera menyebar bagai angin berhembus, Sekejap rumah pak Sukarjan sudah penuh sesak oleh warga, kemudian polisi menyegel tempat kejadian. Anggota polisi segera melakukan kontak ke kaposek kepanjen dan polres malang.


Polsek setempat mengambil langkah-langkah keamanan dengan menempatkan personel dikawasan kejadian. mayat di evakuasi di bawa kerumah sakit Malang.


Saat Polsek sibuk dengan keamanan lokasi dari serbuan warga yang penasaran, seorang anggota kepolisian nendekatinya dengan handphone masih menyala.


"Pak Kapolsek... ini ada telepon dari Kapolres Malang" ucapnya.


"Ya sini" ucap pak kapolres.


"Halo ini Kapolres kota Malang, bisa bicara dengan pak Kapolsek Kepanjen" suara Kapolres terdengar di telepon.


"Saya pak, siap terima perintah" ucap Kapolsek.


"Menurut informan di lokasi kejadian ada seorang anak angkat korban, anak tersebut sedang jadi target banyak sundikat pemburu warisan Ratu Adil, segera amankan jangan sampai para sindikat menemukannya. Kawal hingga tim polres Malang menjemputnya" perintah Kapolres.


"Siap pak" jawab Kapolsek.


Kapolsek menutup telepon, kemudian membawa personilnya menuju rumah pak Nanak menanyakan keberadaan anak angkat pak Sukarjan.


"Selamat siang Pak Nanak, bagaimana dengan anak angkat pak Sukarjan, apa dia baik baik saja?" tanya Kapolsek.


"Baik pak, cuma dia terlalu shok dari tadi tubuhnya gemetaran, sekarang lagi bersama anak saya di kamarnya" ucap pak Nanak.


"Kalian periksa" perintah pak Kapolsek pada anggota polisi lainnya.


Dua anggota polisi minta di antar pak Nanak melihat Fhadlan di kamar tatang. Namun mereka menemukan kamar tatang yang berantakan dengan terali jendela yang telah di bobol. Sementara keberadaan tatang dan Fhadlan tidak terlihat di kamarnya.

__ADS_1


"Tatang... Fhadlan" teriak pak Nanak.


Berkali kali pak Nanak memanggil mereka tapi tidak pernah ada jawaban, Fhadlan dan tatang seperti menghilang bak di telan bumi. Anggota polisi memeriksa jendela yang di bongkar dengan paksa sudah tau kalau Fhadlan dan tatang sudah di culik.


"Lapor komandan .. target dan temannya telah hilang" ucap salah satu anggota polisi.


"Hilang" teriak Kapolsek panik.


Segera mereka melakukan pencarian, warga dikerahkan mencari keberadaan Fhadlan dan Tatang, namun hingga iring iringan Polres Malang sampai di lokasi keberadaan kedua anak tersebut tidak di ketahui.


Saat beberapa mobil dinas kepolisian Polres Malang di iringi beberapa motor patroli dan dua truk penuh angota polisi dan brimob dalam keadaan siap tempur datang ke lokasi kejadian di pimpin langsung oleh Polres Malang.


"Bagaimana keadaan anak angkat pak Sukarjan?" tanya Polres setelah berada di tempat kejadian.


"Lapor, anak angkat pak Sukarjan menghilang bersama temannya secara misterius" Kapolsek memberi laporan.


"Apaa" teriak pak Kapolres.


"Kalian tau harga anak tersebut adalah jabatan saya dan jabatan pak Kapolsek. Seseorang sedang menunggu anak tersebut di Polda Jatim, mengerti" bentak pak Kapolres sangat ketakutan.


"Cari sampai dapat" perintah Kapolres seperti sangat ketakutan.


Sebegitu pentingnya nyawa Fhadlan sehingga seseorang memerintahkan Kapolres langsung untuk menjemput dan mengawalnya. Tentu orang yang memberi perintah bukan pula orang sembarangan sehingga Kapolres sangat ketakutan setelah mengetahui Fhadlan telah lenyap.


Selama beberapa hari Kapolres memimpin penyidikan, pencarian bahkan pengejaran terhadap pelaku yang di curigai namun Fhadlan dan Tatang tidak kunjung ketemu.


****


Apa yang terjadi dengan Fhadlan dan Tatang?, Kemana mereka pergi?. Saat orang pada berhamburan ke tempat terbunuhnya pak Sukarjan, keberadaan Fhadlan jadi terlupakan. Tatang membawa Fhadlan ke kamarnya, di kamar Fhadlan duduk di pembaringan dengan air mata terus mengalir.


Bagaimanapun tabahnya Fhadlan menghadapi kematian pak Sukarjan yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sangatlah menyedihkan. Fhadlan ingat pesan pak Sukarjan saat menterjemahkan buku terakhir.


"Lan Jika bapak sudah tidak ada, kamu coba cari petunjuk yang ada di buku tentang tempat yang disebut Tugu batu di atas bukit berbaris, Lokasinya di sebut sebagai bukit padang" ucap pak Sukarjan.


Saat Fhadlan mengenang kenangannya bersama pak Sukarjan. tiba tiba jendela kamar Tatang di dobrak dari luar.

__ADS_1


"Brak" daun jendela berikut tetalinya di betot keluar, lalu dua bayangan berloncatan masuk, gerakan mereka sangat cepat hapir tak bisa di ikuti dengan pandangan mata biasa, detik berikutnya Fhadlan merasa lehernya di ketuk seketika tubuhnya menjadi lemas.


Fhadlan hanya sempat melihat dua orang laki laki kurus yang tadi mengejar pak Ismoyo, membopong tubuh Tatang yang juga terkulai lemas lalu kembali berkelebat dengan sangat cepat keluar melalui tempat mereka masuk.


Fhadlan mencoba berteriak minta pertolongan tapi suaranya tidak bisa keluar. Dia berusaha untuk berdiri tapi seluruh tubuhnya seperti terpaku tidak mampu bergerak sedikitpun.


Tiba tiba dari luar jendela kembali berkelebat satu bayangan, detik berikutnya tubuh Fhadlan sudah di bopong dibawa keluar kamar berlari sangat cepat menuju sebuah hutan tak jauh dari tampat tinggal mereka.


"uh uh uh" keluh Fhadlan dalam bopongan seorang laki laki tegap, dengan rambut gondrong.


Seperti tak perduli dengan keluhan Fhadlan laki laki tersebut terus berlari, sekalipun dia sudah tau Fhadlan sudah bebas dari totokannya.


Fhadlan memperhatikan tempat yang mereka lalui, memasuki hutan pinus mendaki bukit, kadang menuruni bukit melompati jurang, melewati anak sungai hingga mereka masuk sangat jauh di kedalaman hutan.


Laki laki tersebut menurunkan Fhadlan di sebuah tempat yang lapang dan datar.


"Kamu anak angkatnya Cicilia kan?" tanya laki laki tersebut.


"Iya" ucap Fhadlan mengangguk.


"Ha ha ha ha dasar rezeki tidak kemana mana" tawa laki laki tersebut senang.


"Siapa nama mu, nak?" tanya pria tersebut.


"Fhadlan" jawab Fhadlan singkat.


"Ha ha ha ha tidak salah lagi, kamu juga anak angkatnya pak Sukarjan yang menterjemahkan buku buku kuno ya, memang jodoh tak kan kemana mana" ucap pria tersebut lagi.


"Kenapa Fhadlan di bawa kesini?" tanya Fhadlan.


Laki laki tersebut memegang punda Fhadlan sambil menatap Fhadlan dengan tajam


"Apa yang di berikan Cicilia pada mu?" tanya pria itu lagi.


"Ibu tidak memberikan apa apa" jawab Fhadlan.

__ADS_1


"Jangan bohong kamu, atau kamu saya ikat di sini, hingga binatang buas memangsa kamu" ancam pria tersebut.


__ADS_2