FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 65


__ADS_3

Untuk sementara Abu Daud tinggal di kota Aden, sebuah kota pelabuhan dulunya merupakan ibu kota Republik Demokratis Rakyat Yaman sampai negara tersebut bersatu dengan Republik Arab Yaman. Pada masa tersebut, Kota Aden dinyatakan sebagai zona perdaganan bebas.


Sejarah kota Aden dalam legenda lokal di Yaman menyebutkan bahwa Kota Aden berusia sama tua dengan sejarah manusia, di Yaman orang orang percaya, kalau makam Qabil dan Habil, dua putra Nabi Adam AS diyakini berada di satu tempat di kota ini.


Dalam keyakinan islam Kota Aden di yakini juga sebagai salah satu kota akhir zaman, Menurut pakar hadis, bahwa di akhir zaman Akan muncul dari Aden Abyan, 12 ribu orang yang menolong agama Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka.


Abyan masuk dalam wilayah Aden dan termasuk Provinsi Yaman Kuno. Jarak Abyan ke Aden mencapai 12 mil atau 19,3 kilometer. Syauqi berpendapat, daerah itu dinamakan Aden karena berasal dari kata Adana bil makan yang artinya menjadikan sesuatu sebagai tempat tinggal.


Demikianlah selama sebulan keluarga abu Daud tinggal dan di rawat di kota Aden. Saat mereka dalam perawatan terjadi pembrontakan terhadap pemerintah nyaman, ribuan pemberontak dari sebelah utara Yaman menyerbu Ibu Kota Sanaa. Pemerintah saat itu sangat lemah, militer terpecah, kaum pemberontak menguasai ibu kota hanya dalam waktu empat hari.


Kota Aden yang tadinya aman juga tak luput dari medan perang. lalu sepanjang hari menjadi hari terberat dan terpanjang bagi penduduk di kota tersebut. Hari itu, ratusan kendaraan lapis baja memasuki kota Aden, ribuan bala tentara pemerintah yang sah menjadikan kota Aden tempat pertahanan mereka.


Karena kacaunya Yaman Daania seorang bangsawan Arab Saudi yang di selamatkan Abu daud, menghubungi pihak Arab Saudi untuk membawa mereka dari Aden ke Makkah Arab Saudi.


Dannia bersama Sarah Abu daud dan Cyntia menumpang kendaraan lapis baja bersama pasukan khusus Yaman. sementara itu karena mobolitas terbatas Fhadlan bersama beberapa warga Arab Saudi lainnya berada di mobil lainnya.


"Teman-teman, hati-hati, semoga tuhan selalu bersama dan menjaga kalian. Saya akan menunggu kalian dari sini," ucap Hamdi seraya memeluk Abu Daud dan Fhadlan sebelum pergi.


"Terima kasih kapten, semoga lain kali saya masih bisa melaut bersama kapten" ucap Abu Daud pada Hamdi, Nakhoda kapal yang telah menyelamatkan mereka.


"Kota Aden sudah di kepung, segera beri kabar jika terjadi apa apa pada kalian" ucap Hamdi yang sekarang sudah menjadi komandan sebuah pasukan sipil.


"Grrtttt" telepon Hamdi bergetar.


"Hamdi kami disergap di timur kota Aden. Pengebom bunuh diri menyerang pasukan kami. Kami terkepung dari berbagai arah oleh pembrontak, dan tentara bayaran Imperium Balqis" ungkap seseorang kepada Hamdi melalui telepon.


"Bertahanlah kami segera mencari bantuan" ucap Hamdi.

__ADS_1


"Abu Daud ... Fhadlan senang bisa mengenal kalian, sampai jumpa di lain waktu" ucap Hamdi lalu membawa anak buahnya yang bersenjata lengkap ke arah timur kota Aden.


"Imperum Balqis" Fhadlan mulai membatin.


Mobil nereka mulai bergerak melalui gerbang utara kota Aden. Sepanjang perjalanan Fhadlan berpikir apakah tentara bayaran Imperium Balqis yang di maksud sama dengan Imperium Balqis yang ada di Indonesia.


Saat ini, wilayah Aden menjadi titik operasi besar-besaran bagi pasukan pembronrak untuk merebut kota Aden dari pasukan pemerintah Yaman.


"Tidak salah lagi mereka adalah Imperium Balqis yang sama dengan yang ada di Indonesia" pikir Fhadlan saat melihat sebuah logo di mobil yang sedang berusaha membuntuti mereka.


Di perjalanan, letupan baku tembak artileri dan senjata pasukan yaman terus terdengar. Militan pembrontak yang di motori tentara bayaran Imperium Balqis melontarkan serangan tembakan secara sporadis ke arah mobil mereka yang hanya berjarak 500 meter dari pusat pangkalan militer mereka.


Sekitar pukul 13.00 siang waktu setempat, sejumlah mobil Humvee menghadang memblokir jalan yang dilalui, baku tembak kembali terjadi mobil yang Fhadlan tumpangi nekad mengambil jalan di padang pasir sisi kiri jalan sambil terus memelakukan penbakan. sementara mobil yang membawa Abu Daud dan umi Sarah melakukan hal yang sama mengambil jalan di kanan.


Ada 26 kenderaan yang berencana menyebrang ke arab saudi 12 di antaranya mengambil jalur kiri jalan, mereka terus melaju di bawah brondongan peluru. hingga akhirnya mobil mereka terhenti karena terjebak dalam pasir yang dalam. 12 mobil mereka terus di hujani peluru hingga rusak dan tak bisa bergerak.


Semenjak terjadinya gejolak penduduk kota Aden termasuk Fhadlan memang di beri latihan kilat, sehingga dalam empat hari mereka sudah di sulap menjadi militer yang tangguh. Sambil menenteng senjata laras panjang dan pistol, Fhadlan keluar mobil bersama tentara Yaman lainnya, bertahan di balik mobil dari tambakan pembrontak.


"Fhadlan gunakan senjatamu bidik dan tembak mereka, atau kita yang akan jadi sasaran tembak mereka" ucap seorang komandan saat melihat Fhadlan berdiri bingung di balik mobil.


Fhadlan mencoba mencari sasaran, dengan instingnya yang terlatih saat latihan panah dalam acara mataraman, Fhadlan membidik tentara Imperium Balqis yang mendekat.


"Tar tar tar" terdegar letusan, tiga peluru langsung muntah dari senjata Fhadlan.


"Bagus nak, kamu berhasil melumpuhkan tiga dari mereka," ucap salah satu tentara yang berasal dari resimen elit Yaman.


"Hubungi markas minta bantuan" perintah komandan pada yang lainnya.

__ADS_1


Tentara yang di perintah segera menghubungi komandan militer Yaman dan meminta mereka untuk mengirim bala bantuan untuk menyelamatkan pasukan elit yang sedang terkepung.


"Jangan khawatir... bantuan segera di datangkan," ucap komandan yang di hubungi.


"Situasi resimen Elit masih cukup baik untuk melakukan operasi penyelamatan" Seorang komandan pasukan pemberantas terorisem meyakinkan mereka bahwa mereka tengah mengupayakan proses penyelamatan secepat mungkin.


Namun, proses penyelamatan tidak pernah semudah perencanaan. Pemberontak mengetahui rencana pasukan operasi penyelamatan pasukan Yaman, dan tengah mempersiapkan strategi untuk menghambat tentara pemerintah. 


Hingga setelah sholat isa resimen elit yang mengawal mereka terus diserang Pembrontak. Dua kendaraan Humvees rusak dan beberapa pasukan cedera. Beberapa ledakan dan serangan tembakan kerap terdengar hingga hampir tengah malam.


Terlampau khawatir, Fhadlan mencoba mengirim pesan singkat kepada Abu Daud untuk mengetahui keadaanya.


"Abi dan Umi bagaimana kabarnya?" tanya Fhadlan.


Abu Daud masih membalas pesan singkat Fhadlan dan menyatakan mereka.


"Abi dan Umi dalam keadaan baik-baik saja nak, kami sudah aman memasuki wilayah Arab Saudi, Fhadlan bagaimana kabarnya?" tanya abinya.


"Fhadlan baik baik saja walau masih terus bertahan dan mencoba keluar dari kepungan pembrontak" balas Fhadlan.


Sekitar dini hari, terdengar sebuah ledakan besar datang dari arah kiri Fhadlan bertahan, sebuah mobil tempat meteka berlindung meledak setelah di hentam senjata berat.


"Bangun pembrontak kembali menyerang" ucap komandan.


Fhadlan segera mencoba menghubungi Hamdi namun kali ini tidak ada respons yang datang darinya. Setelah sholat subuh, barulah Hamdi membalas pesan singkat Fhadlan.


"Paman hamdi bersama tim penyelamat sedang menggempur pembrontak yang mengepumg kalian"

__ADS_1


Rentetan tembakan makin ramai terdengar, desingan peluru Terkadang terdengar sangat dekat di telinga Fhadlan, semangat mereka bertahan makin memuncak saat mengetahui pengepung mereka juga sudah terlibat baku tembak dengan tim penyelamat.


__ADS_2