FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 43


__ADS_3

Dua Setan Gentayangan merasa betapa sebuah tenaga raksasa mendorongnya, dibarengi bunyi yang sangat aneh. Cepat mereka menghentikan serangannya terhadap Tika lalu mengerahkan tenaga dalamnya menangkis dengan tangan digerakkan dari samping.


"Desssss!" tiga tenaga sakti bertemu tubuh Fhadlan yang terhuyung-huyung ke belakang saat dua setan gentayangan juga mengerahkan tenaga saktinya menyambut pukulan Fhadlan, ada pun dua setan gentayangan sangat terkejut saat merasa betapa kedua tangannya tergetar, cepat-cepat menggerakkan kepalanya hingga rambutnya yang riap-riapan itu terpecah saat di terpa angin pukulan Fhadlan.


Hampir saja biji mata dua saudara yang berjuluk dua setan gentayangan keluar dari rongga matanya saat melihat orang yang melepaskan pukulan hebat tersebut adalah Fhadlan anak angkat pak Sukarjan yang mereka cari cari.


"Karto... ternyata benar bocah ini bersembunyi di keraton, ayo tangkap dia" ucap Karno salah seorang setan gentayangan. lalu seperti berlomba dua setan gentayangan menyerbu Fhadlan dengan totokan di berbagai jalan darah Fhadlan.


Fhadlan terkejut sekali karena tidak mungkin dia menghindarkan diri dari empat totokan sekaligus itu. Dia cepat mengerahkan tenaga murni di tubuhnya dan menutup jalan-jalan darah yang tertotok. Ujung-ujung jari yang mengenai sasaran lantas membalik ketika bertemu dengan tubuh Fhadlan.


Sementara itu Fhadlan merasa tubuhnya bagai disambar petir dan dia terguling roboh. Fhadlan terus bergulingan karena seandainya tidak, tentu dia kena totok oleh dua setan gentayangan yang sudah menubruknya.


Fhadlan mencelat berdiri dan kepalanya terasa pening. Biar pun dia tidak terpengaruh oleh totokan-totokan itu, akan tetapi tubuhnya terasa kesemutan dan kepalanya pening. Dalam pandang matanya yang berkunang dia melihat wajah kedua setan gentayangan yang tertawa-tawa itu berubah menjadi empat orang yang bergerak cepat menyerbu ke arahnya.


Fhadlan yang masih merasa pening dan belum dapat mempergunakan pikirannya dengan baik itu pun segera menubruk maju, melakukan serangan dan kembali, dia sudah mempergunakan jurus silat yang di ajarkan kakek Ammar dulu waktu masih di desa.


Dua setan gentayangan sengaja memapaki kedua tangan Fhadlan yang terbuka dan mendorongnya dengan kedua tangannya sendiri.


"Plakkk...!" Dua pasang telapak tangan itu bertemu di udara.

__ADS_1


Hebat bukan main tenaga dalam kedua setan gentayangan hingga untuk beberapa detik lamanya tubuh Fhadlan terangkat di udara oleh kedua tangan setan gentayangan. Sebaliknya dua setan gentayangan makin kaget bagaimana mungkin anak sekecil ini mampu menahan gabungan tenaga mereka. Sesudah tubuh fhadlan makin turun dan akhirnya kedua kakinya menyentuh tanah, barulah salah seorang dari setan gentayangan mengeluarkan seruan keget.


"Aiiiih..... kau sudah punya kepandaian yang tak bisa dianggap enteng rupanya" ucap Karto kaget saat merasakan tangannya seperti kesemutan hingga ke batas siku.


Kedua setan gentayangan memijat mijat telapak tangannya yang tersa kesemutan saat bertemu tangan Fhadlan. lalu cepat sekali menggerakkan tangannya kembali melakukan totokan ke arah kedua pergelangan tangan Fhadlan.


"Aduuuuuh" jerit Fhadlan saat merasa betapa kedua tangannya tiba-tiba menjadi kesemutan sehingga daya serangan nya berkurang dan pada waktu itulah dua setan gentayangan kembali mengirim totokan selagi fhadlan masih belum siap-siap sehingga Fhadlan itu terkena totokan pada kedua pundaknya dan tiba-tiba saja dia menjadi lemas! Pada detik lain tubuhnya sudah disambar oleh Karno yang tertawa terkekeh-kekeh girang sekali.


"Ha ha ha akhirnya kita mendapatkan pusaka Nusantara" tawa Karno pecah.


"Ayo Karto kita kembali" ucap karno tubuhnya mencelat meninggalkan tempat tersebut.


Tika sudah menyerang dengan pedangnya. Ujung pedang meluncur cepat dari atas dan bagaikan seekor burung garuda, ujung pedang ‘mematuk’ ke arah ubun-ubun kepala Karno.


Karto tak tinggal diam melakukan serangan jarak jauh kearah Tika. Inilah serangan yang amat berbahaya, serangan maut yang di sertai tenaga dalam penuh. tentu saja Tika yang sudah mengalami sendiri betapa hebatnya pukulan Karto, dalam kondosi hawa murninya sedang sangat lemah tidak berani menerima pukulan Karto, maka cepat dia menarik serangangannya pada Karno lalu mengelak ke samping.


Kesempatan ini dipergunakan oleh Karno untuk meloncat pergi, dengan Fhadlan telah berada di tangannya, karena itu dia tak mau melayani Tika lebih lama lagi apa lagi dia tau di keraton sangat banyak orang orang sakti.


Akan tetapi tiba-tiba saja tampak berkelebat bayangan putih dan tahu-tahu seorang Pria setengah baya berpakaian putih telah berdiri di depan Karno, dengan sikap penuh Wibawa.

__ADS_1


"Dua Setan Gentayangan, sungguh tidak malu kalian menghina orang-orang muda!" Sapa laki laki setengah baya dengan suara halus akan tetapi nadanya dingin sekali.


"Romo" ucap Tika setengah berteriak.


Kemudian laki laki itu yang tidak lain adalah RM Adiwilaga ayah Tika menggerakkan tangan kanan sambil berkata lagi, "Kalian ingin merasakan pukulan kraton? Nah, terimalah ini!" Biar pun gerak-geriknya lembut, akan tetapi tangan RM Adiwilaga itu cepat sekali gerakannya sampai tidak dapat diikuti pandangan mata dan tahu-tahu telapak tangan RM Adiwilaga ini sudah mencengkram leher Karno.


"Lepaskan anak ini" bentak RM Adiwilaga detik berikutnya Fhadlan sudah berada di tangannya.


"Katakan siapa yang memerintahkan kalian meculik Fhadlan ponaan saya" kata RM Adiwilaga memperkeras cekikannya.


"Kami dari perkumpulan PELINDUNG PUSAKA NUSANTARA" ucap karno gagap tubuhnya lemas karena lehernya telah tertotok.


"Hemm, agaknya Hantu muka pucat yang sudah menurunkan perintah. Baiklah, kalau begitu harap kalian sampaikan kepada Hantu Muka Pucat bahwa kalau mereka tetap menginginkan barang-barang pusaka peninggalan Raja Nusantara, suruh saja mereka pergi mencari sendiri kenapa harus bawa anak anak dan jangan sekali kali gentayangan di kraton, karena pusaka yang ada di kraton adalah milik Sri Sultan" Ancam Raden Mas Adiwilaga.


"Karena hal itu merupakan keinginan pribadi kenapa harus membawa-bawa nama organisasi? Di dunia ini betapa banyaknya manusia-manusia yang sebetulnya memiliki cita-cita untuk kepentingan pribadi akan tetapi mempergunakan kedok demi perkumpulan atau organisasi, mempergunakan anak buah dan para murid untuk berjuang demi perkumpulan, padahal sesungguhnya yang menjadi pamrih adalah kepentingan dan kesenangan pribadi!" kata RM Adiwilaga melepaskan cekikannya di leher Karno.


Melihat Karno yang jatuh hanya dalam satu gebrakan dan sikap yang dingin RM Adiwilaga ini, Karto menjadi gentar. Memang ia telah mengenal siapa adanya RM Adiwilaga dari keraton, yang sejak dahulu amat terkenal kesaktiannya dan ia tidak mempunyai harapan untuk menang.


Apa lagi dia melihat betapa di situ juga masih terdapat RA Marantika putri RM Adiwilaga, sedangkan Fhadlan sudah terbebas pula dari totokannya yang kalau membantu lawan tentu membuat dia lebih berat menghadapinya. Jangankan untuk menangkap Fhadlan yang ada malah dia dan Karno yang akan tertangkap.

__ADS_1


"RM Adiwilaga Kau tunggu saja, akan tiba saatnya kami datang dan menantangmu dalam sebuah pertandingan yang menentukan. Sampai jumpa!" Sesudah berkata begitu, tubuh Karto berkelebat menyambar tubuh Karno, melompat lenyap dari tempat itu. Dengan ucapan ini, biar pun dia melarikan diri, namun tidak karena kalah bertanding atau memperlihatkan rasa jerinya.


__ADS_2