FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI

FHADLAN GENERASI MILINIUM-TRENDI
Episode 27


__ADS_3

Sebuah buku yang sangat tua di sampulnya tertulis Negeri Eyang Esis, pada sampulnya juga ada terlihat seperti peta atau gambar sebuah daratan di tengahnya terbentang sebuah garis lurus dan di atasnya gambar matahari yang bersinar, lalu ada gambar pohon dengan buah yang lebat di sampingnya dari dua sisi kiri dan kanan dua orang sedang menetik buah di pohon tersebut dengan tangannya.


"Buku itu sangat tua sekali Lan, salah salah malah akan merusak lembaran lembaran buku, mungkin ini buku pertama yang pernah ada di dunia" kata pak Sukarjan.


Setelah merapihkan ruang kerjanya pak Sukarjan membawa buku yang tadi di pegang oleh Fhadlan. Ini adalah salah satu buku yang harus di terjemahkannya. sangat lama pak Sukarjan memperhatikan buku tersebut seakan akan sedang berkomunikasi dengan mahluk gaib menanyakan apa maksud tulisan, lambang dan gambar yang tertera pada sampulnya.


Gambar pada sampul buku sepertinya juga menampilkan sebuah cerita penuh makna. Fhadlan yang memperhatikan pak Sukarjan dalam diam, akhirnya mengajukan pertanyaan.


"Apa om Karjan mendapat kesulitan?" tanya Fhadlan.


"Iya Lan .. om masih mencoba mengartikan pesan yang ada pada sampul buku ini" ucap pak Sukarjan.


"Bukankah tulisan di sampul buku berarti Negeri Eyang Esis" ucap Fhadlan sudah bisa membaca sampulnya.


"Benar.. yang om coba terjemahkan sekarang adalah pesan gambar di sampulnya" ucap pak Sukarjan.


Pak Sukarjan mencoba mencocokkan gambar di sampul buku dengan relief yang ada di borobudur. Tingkatan paling bawah pada Candi Borobudur disebut dengan kamadhatu, yang menggambarkan kehidupan manusia di dunia yang penuh keburukan, nafsu, dan bergelimang dosa.


Bagian ini sebagian besar tertutup tumpukan batu yang diduga digunakan untuk memperkuat konstruksi candi.


Bagian tengah melambangkan kehidupan manusia yang telah terbebas dari hawa nafsu, namun masih terikat dengan hal-hal bersifat duniawi. Bagian ini terdiri dari empat undak teras berbentuk persegi yang dindingnya dihiasi relief.


Pak Sukarjan menemukan pola yang jauh berbeda dengan relief borobudur, dari aksara yang di gunakan pada sampul menunjukkan buku tersebut lebih tua dari borobudur itu sendiri.


Kalau menurut Fhadlan apa arti msksud gambar ini Lan?" tanya pak Sukarjan.


Fhadlan memperhatikan gambar di sampul buku sesaat lalu menjawab pertanyaan pak Sukarjan.


"Di gambar ini ada tulisan di bawah matahari mungkin saat mata hari bersinar ayah dan ibu memetik mangga" ucap Fhadlan yakin.

__ADS_1


"Ha ha ha ha opini Fhadlan boleh juga, tapi sepertinya keliru. Om baru lihat ada tulisan di gambar tepat di atas garis lurus melintang. Sepertinya ini menyatakan letak. Artinya negeri eyang Esis terletak di bawah lintasan matahari atau di lintang katulistiwa. Artinya kemungkinan besar adalah indonesia" ucap om Sukarjan.


"Gambar kedua biasanya menyatakan apa yang terdapat di peta tersebut, artinya pohon pohon subur dengan buah buahan lebat, penghuninya memetik buah untuk keperluan sehari hari, atau mungkin menyatakan penduduknya hidup dengan bercocok taman atau berkebun" kata pak Sukarjan.


Kembali Fhadlan memperhatikan gambar lalu ikut berkomentar sesuai pemikirannya.


"Juga berarti penduduknya raksasa om, coba lihat dia memetik mangga dengan tangan tanpa harus memanjat" kembali Fhadlan berkomentar.


Kali ini pak Sukarjan membenarkan opini Fhadlan.


"Bisa jadi Fhadlan benar.. Manusia pertama di dulunya bernama Adam tingginya ada yang mengatakan hingga 25 meter, sudah pasti istri dan anak anaknya besar juga kan" kata pak Sukarjan.


"Iya pastilah om. masa orangnya 25 meter istri dan anaknya cuman segede om Sukarjan" ucap Fhadlan asal jawab.


"Kalau menurut pak Budi kakeknya mengatakan kalau eyang Esis adalah Nabi Sist, artinya adalah anak dari nabi adam" ucap pak Karjan.


"Pasti besar sepertinya bapaknya harusnya kan om?" tanya Fhadlan.


"Kalau begitu benar ya om, bahwa negeri eyang Esis penduduknya pada tinggi besar" kata Fhadlan.


"Untuk sementara opini yang sangat kuat adalah Negeri Eyang Esis terletak di khatulistiwa, penduduknya hidup dengan berkebun atau bercocok tanam" ucap pak Sukarjan.


Dengan hati hati pak Sukarjan membuka buku di halaman kedua terlihat gambar yang sangat mirip dengan relief borobudur dimana manusia mengumbar nafsu sahwat di iringi musik berupa gendang dan seruling. di sampingnya segerombolan pria pria tegap dengan senjata di tangan menyerbu kearah kelompok manusia yang sedang berpesta pora.


"Sepertinya ini benar menceritakan perang antara Nabi Sist waktu nemerangi Qabil dan keturunannya yang sudah tersesat" ucap pak Sukarjan.


Pak Sukarjan mulai mencoba meneliti tulisan yang ada pada lembar berikut nya,


"kamu bacakan lan biar om yang catat" pinta pak Sukarjan.

__ADS_1


"Baik om" ucap Fhadlan.


"Berawal dari Iblis membisikkan dan meracuni pikiran anak anak cucu Qabil agar membuat sebuah alat yang mengeluarkan bunyi. Terciptalah seruling dan genderang. Inilah musik pertama tercipta di dunia. Para anak Adam menjadi lalai untuk menyembah Allah SWT." ucap Fhadlan membaca isi kitab.


"Lanjutkan Lan" ucap pak Sukarjan setekah mencatat.


"Syits salah satu saudara Qabil sudah berkali-kali mengingatkan. tapi Bahkan mereka membuat pesta hingga mereka lupa diri karenanya. Di saat itulah pria dan wanita yang ada di sana digoda oleh iblis dan Syaitan. Timbul hubungan seksual tanpa ikatan perkawinan" ucap Fhadlan.


"Lanjutkan" ucap pak Karjan iagi.


"Atas petintah bapaknys manusia, Syits dan orang orang yang bersamanya memerangi Qabil dan anak cucunya. Perang antara dua saudara berkecamuk dengan dahsyat dalam waktu cukup lama, akhirnya pihak Syits memenangkan pertempuran dan selanjutnya menawan Qabil di sebuah tempat yang panas hingga dia meninggal" ucap Fhadlan.


"Syist di nobatksn sebagai raja, di bawah pimpinan Syist manusia hidup damai tidak ada lagi pertumpahan darah, tak ada lagi kenaksiatan, masyarakat membuka kebun dan hidup sejahtera" ucap Fhadlan.


"Buku ini sudah membantah kalau kerajaan dengan pemerintah yang sistimatis sudah ada jauh sebelum mesopotania di irak ataupun pemerintahan firun di mesir" ucap pak Sukarjan.


"Coba baca yang ini Lan" ucap pak Sukarjan. Di lembar yang ada gambar seorang pria duduk di singasana seperti sedang nemberi arahan. Di dampingi dua pria di kiri dan kanan. Di depannya duduk banyak orang seperti suasana sedang bermusyawarah.


"Nasehat Bapak manusia pada anak cucunya"Ucap Fhadlan.


"Jangan pernah merasa aman hidup di dunia karena nabi Adam yang pernah hidup di surga dengan tenang pun, di keluarkan daripadanya"


"Jangan mengikuti keinginan hawa nafsu istri, karena hal tersebutlah yang membuat Adam memakan buah terlarang"


"Pertimbangankan setiap perbuatan yang dilakukan agar tidak menyesal kemudian"


"Ketika hati merasa ragu, maka tinggalkanlah perkara tersebut"


"Bermusyawarahlah bila ada suatu masalah"

__ADS_1


"Gitu doang om" ucap Fhadlan.


__ADS_2