
"Sebagai Mentri ekonomi Imperium Balqis, Pak Wijaya memerintahkan agar sebagian perbedaharaan Imperium balqis di bawa ke Aden, harta benda dan perbendaharaan mereka masih tertinggal di ruang bawah tanah markas ini, mereka begitu yakin masih bisa merebut markas bahkan mereka yakin akan bisa merebut kota Aden" ucap Fhadlan.
"Fhadlan dengar mereka akan mengerahkan 20.000 orang sardadu terlatih mereka dari kota Magrib untuk menyerbu kota Aden secepatnya"
Saat itu Paman Hamdi bersama pasukannya telah memasuki markas yang baru saja di kosongkan.
"Duaar.. duarrr... duarrr" tiba tiba beberapa ledakan menghancurkan beberapa bangunan, ternyata sebelum pergi pasukan Imperium Balqis telah memasang bom di beberapa bangunan.
"Ahhhhh... Ahhhh ... ahhhhh" beberapa tentara resimen Hamdani yang terlanjur memasuki gedung berterbangan tak dapat di kenali lagi, dengan seluruh anggota tubuh hancur berantakan.
asap membumbung tinggi ke udara beberapa bangunan juga mulai terbakar, pihak musuh yang telah menunggu dengan cara bersembunyi di celah-celah lembah, langsung menyergap.
"Tar tar tar tar" Tembakan senjata serbu dan beberapa senjata berat kembali terdengar memekakan telinga. Dalam gelapnya malam terlihat kilauan senapan yang memuntahkan peluru terlihat dari berbagai sisi.
"kita telah terkepung" teriak paman Hamdi.
__ADS_1
"Abu Ghafur... Fhadlan Pertahankan posisi kalian" teriak paman Hamdi pada Fhadlan dan abu Ghafur yang menyerbu ke barisan depan..
"Pasukan tank baja, dan mobil yang di dukung senjata berat lindungi pasukan infantri" ucap paman Hamdi .
Pasukan Resimen Hamdani yang di dukung tank dan kenderaan lapis baja, akhirnya mampu menangkis serangan hingga pihak musuh lari kalang-kabut. Sementara itu pasukan Resimen Hamdani yang sempat cerai berai kembali bersatu dan betul-betul menyerang musuh sesuai komando Hamdi.
Setelah 6 jam baku tembak, akhirnya letusan senjata dari senapan serbu dan tank tak terdengar lagi.
"Ayo nak Fhadlan kita kembali ke markas" ucap abu Ghafur pada Fhadlan.
Di markas seorang komandan melaporkan kondisi pertempuran pada Hamdi.
"Tarik kembali semua pasukan ke markas besok pagi kita siapkan pengejaran" ucap paman Hamdi.
****
__ADS_1
"Lan ... Mujahidin kita akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Marib," katanya paman Hamdi suatu pagi.
"Imperium Balqis sudah menguasai sebagian besar distrik di Magrib, satu-satunya wilayah penghasil gas dan salah satu ladang minyak terbesar negara itu di Marib Al Wadi, yang bersama dengan Kota Magrib harus tetap sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah" ucap Hamdi lagi.
"Yang jelas kita akan melancarkan serangan langsung ke ibu kota provinsi Marib tapi sebelumnya kita akan mengambil alih fasilitas minyak dan gas terdekat sebelum mengepung kota"
"Pengendalian atas semua wilayah Marib tampaknya hanya masalah waktu meskipun bisa memakan waktu beberapa bulan, kecuali pasukan pemerintah memberi babtuan senjata pada kita"
"Fhadlan akan bersama paman hingga resimen Hamdani menguasai kota Magrib" ucap Fhadlan.
Sebelum keberangkatan mereka paman Hamdi mengumumkan perubahan struktur di pasukan elit resimen Hamdani.
"Saudara sekalian setelah musyawarah dengan petinggi resimen Hamdani, maka saat ini Fhadlan akan di angkat menggantikan posisi komandan elite infantri yang tewas saat pertempuran tiga hari yang lewat" ucap Hamdi.
Semua pasukan tidak ada yang tidak setuju, semenjak hari itu juga Fhadlan memimpin satu peleton elit infantri yang bergerak di barisan depan. Sekitar 20 km perjalanan mereka sudah mulai dapat hadangan dari pasukan Imperium Balqis.
__ADS_1
Pertempuran sengit yang berlangsung antara kelompok Imperium Balqis dan pasukan resimen Hamdani di sepanjang jalur pipa minyak yang terbentang hingga kota magrib.
"Pasukan anti ranjau pastikan jika gurun di depan aman dari ranjau" ucap Fhadlan saat mendekati kilang minyak di pinggir provinsi magrib.