
"Lalu bagaimana dengan points berikutnya?" Ucap Linda dengan ramah.
"Point ke dua tentu saja kami bisa menunggu semuanya beres terlebih dahulu, baiklah sebaiknya kita semua pulang ke rumah lalu menyampaikan kepada keluarga kita, dan yang keluarganya tidak bisa maka akan bertahan disini menemani Michelle, toh kalian bisa kapan saja datang ke Indonesia bukan, dan yang di Indonesia juga bisa datang ke sini juga bukan, ini kita bukanlah hendak berwisata melainkan hendak memperlebar bisnis kita jadi semuanya harus mengingat hal ini, besok selesai pertemuan maka kita akan melakukan internal meeting di kantor" ucap Mister Grahan menengahinya.
"Baiklah benar apa yang dikatakan mister Grahan kalian semua pulang bicarakan dengan keluarga kalian, jadi hanya lima orang yang akan ikut denganku di Kota Bandung dan lima orang akan tetap disini menemani Michelle" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
"Miss, tapi aku jadi ikut ke Bandung kan bersama Miss, aku sudah menyampaikan ke suamiku dan dia sangat antusias untuk bisa menemani ku selama di Bandung" ucap Mily dengan sangat antusias.
"Sepuluh orang selain dirimu Mily, kita disini sekarang ada dua belas orang jadi seharusnya kau tidak menanyakan hal itu kepadaku, ingat besok jam enam aku minta kau sudah menjemputku" ucap Linda.
"Baik Miss, selamat istirahat" ucap Mily sambil berdiri dan tersenyum lalu meninggalkan rumah Linda.
Satu persatu berpamitan dengan Linda dan mereka pun langsung meninggalkan rumah Linda menyisakan Linda sendirian.
"Semuanya sudah pulang dan sebaiknya aku membersihkan diri lalu beristirahat" ucap Linda sambil melangkah menuju pintu rumahnya dan langsung menguncinya.
Linda tidak membereskan bekas para bawahannya karena memang dia sudah sangat lelah dan memilih untuk mandi lalu tidur di kamarnya.
Sesuai permintaan Linda tepat jam 06.00 Mily pun datang dan karena dia memiliki kunci cadangan dia pun langsung masuk lalu membereskan semua kekacauan bekas semalam serta mencuci gelas dan piring piring kotor yang semalam belum di bereskan.
"Mily kau sudah datang, kenapa kau yang membereskannya memangnya di rumah ini sudah tidak ada yang bekerja lagi" ucap Linda yang melihat Mily masih mencuci piring piring kotor bekas semalam.
"Saya kasih dia libur untuk hari ini Miss, jadi tidak apa apa saya saja yang membereskannya, ini juga sudah mau selesai kok" ucap Mily sambil mencuci piring terakhir lalu menemui Linda.
__ADS_1
"Miss Linda, Apakah kita akan berangkat sekarang, jika kita berangkat sekarang maka 07.30 kita sudah sampai" ucap Mily kembali.
"Jika kau tidak capai maka ayo kita berangkat, mana kunci mobilmu aku sudah lama tidak menyetir di Sydney" ucap Linda sambil menyodorkan tangan kanannya.
Mily langsung memberikan sebuah kunci mobil ke Linda dan Linda yang menerima kunci mobil itu langsung melihatnya dengan teliti.
"Sedan mu kemana?" Ucap Linda sambil mengangkat kunci mobil itu ke depan wajahnya.
"Maaf Miss, sedan ku semalam lupa aku isi bensinnya jadi aku bawa mobil jip suamiku saja" ucap Mily sambil tersenyum lebar.
"Mily kau ini ada ada saja, apakah mobil mobilku juga bensinnya kosong" ucap Linda sambil melangkah menuju garasi rumahnya.
"Sepertinya isi semua, kecuali ada yang meminumnya" ucap Mily sambil melangkah berlawanan arah untuk mengunci pintu depan karena Linda berjalan ke garasi.
Linda langsung menekan saklar pintu garasi dan langsung menaiki mobil Lamborghini Aventador miliknya dan menghidupkannya.
Linda langsung mengeluarkan Lamborghini Aventador itu dan Mily juga terlihat berjalan keluar dari pintu garasi lalu pintu garasi itu tertutup karena Linda menekan remote pintu garasi yang ada di dalam semua mobilnya.
Mily langsung menaiki kursi penumpang Lamborghini Aventador itu dengan sangat santai karena memang meskipun hubungan mereka bos dan bawahan, Linda selalu meminta agar mereka tidak kaku dan lebih bersahabat.
"Mily, ini kunci jip suami mu, lain kali bawa mobil mu sendiri, lihatlah jip suami mu itu selalu penuh lumpur" ucap Linda sambil memberikan kunci jip milik Mily dan melihat ke arah sebuah jip Wrangler yang terparkir di pinggir jalan depan halaman rumahnya.
"Baik Miss, anda tahu sendiri suamiku itu mobilnya hanya bersih satu jam saja" ucap Mily sambil menyimpan kunci mobil jip Wrangler ke dalam tas kecil yang dia bawa.
__ADS_1
Linda tidak menjawabnya melainkan langsung menjalankan mobilnya menuju kantornya.
Lamborghini Aventador itu melesat keluar dari perumahan elite tempat Linda tinggal dan langsung menuju kantornya karena jalanan kota yang masih cukup lenggang.
"Bagaimana Miss, setelah sekian lama tidak mengemudi di Sydney lagi" ucap Mily sambil melihat email email yang masuk ke ponselnya.
"Masih lebih enak mengemudi di jalanan desa ku, bisa mendapatkan udara yang segar" ucap Linda sambil memelankan laju mobilnya karena jalanan mulai padat.
Mily hanya mengangkat kepalanya sebentar melihat kenapa laju mobil itu menjadi pelan dan dia kembali membaca email masuk satu persatu dan membalasnya.
"Mily, suami mu kenapa sangat ingin menjadi petani?" Tanya Linda.
"Miss Linda, suamiku entah kenapa sangat ingin sekali bisa hidup di desa dan bertani, katanya dia bosan hidup di kota besar dengan semua kemacetan dan Miss Linda tahu sendiri dia hobinya saja pergi ke hutan hanya untuk menenangkan pikiran, sejak dia menjual perusahaannya dan kami hidup dari deposito dia memang lebih sering menikmati jalan jalan ke hutan bersama dengan kawan kawannya" ucap Mily sambil melihat ke arah Linda.
"Aku kadang bingung kenapa kau masih saja bekerja, padahal uang mu sudah cukup untuk hidupmu" ucap Linda.
"Miss, aku sudah terbiasa bekerja, jadi selama aku belum memiliki anak aku akan terus bekerja saja, kan aku sudah membicarakan hal ini ke Miss Linda dulu" ucap Mily sambil mengetik balasan email dan mengirimkan nya.
"Miss, sebaiknya kita di depan belok kanan saja, agar lebih lancar" ucap Mily sambil menyimpan ponselnya.
"Sudah lama aku tidak mengemudi disini dan kemacetan semakin parah saja ya" ucap Linda sambil membelokan mobil ke kanan melintasi sebuah jalanan kecil di antara gedung gedung bertingkat yang ada.
"Miss Linda, Apakah di kota Bandung itu tidak ada kemacetan" ucap Mily yang dari wajahnya terlihat sangat penasaran.
__ADS_1
"Jika di desa tidak ada kemacetan karena memang masih sangat jarang yang memiliki mobil, namun di kota ya sama saja dengan di sini, apalagi jika akhir pekan karena banyak sekali obyek wisata di kota Bandung" jawab Linda sambil membelokan mobilnya memasuki pintu belakang kantornya.