
“Iya Bu, itu sangat mungkin sampai harus jalan bergandengan tangan dengan wajah seperti orang jatuh cinta, Mily perlihatkan ke ibu videonya.” Ucap Linda sambil kemudian meminum sedikit Jus Alpukatnya dan Mily langsung memperlihatkan video yang telah dia rekam sebelumnya.
Miss Lissa dan Liss Elvira serta Nenek Evi langsung melihat rekaman video di ponsel Mily itu dan mereka bertiga tampak menarik nafas dalam dalam lalu mengembalikan ponsel Mily.
“Jika seperti ini lain lagi ceritanya.” Ucap Miss Lissa sambil kembali menarik nafas dalam dalam.
“Mily lain kali kau langsung tegur Farrell jika melihatnya seperti itu.” Ucap Miss Elvira.
“Iya Bu, tapi jangan ada lain kali akan lebih baik Bu.” Ucap Mily.
“Iya Ibu juga tidak ingin ada lain kali.” Ucap Miss Elvira.
“Sudah ya, membahasnya, seperti tidak ada hal lain saja yang harus kita bahas, pusing kepala ku jika membahas ini terus.” Ucap Linda.
Semuanya terdiam dan hanya duduk sambil meminum jus mereka bahkan mereka meminumnya dengan sangat cepat.
“Nenek dan Ibu ayo kita pulang, lain kali saja kita lanjutkan belanjanya.” Ucap Linda sambil berdiri.
“Iya.” Ucap Mereka berempat kompak sambil berdiri juga dan membawa belanjaan mereka.
“Kita gunakan eskalator saja ya, siapa tahu ada barang bagus sambil jalan pulang.” Ucap Linda.
“Linda, kita langsung ke mobil mu saja ya, Nenek sudah lelah, lagi pula kita sudah membeli banyak barang dan kebutuhan rumah juga kan sudah kita beli.” Ucap Nenek Evi yang tahu jika Linda sudah ingin pulang untuk berganti pakaian dan juga berganti mobil.
“Baik Nek, jika begitu kita gunakan LIft saja agar langsung sampai parkiran.” Ucap Linda yang tidak ingin mengecewakan neneknya.
__ADS_1
Mereka langsung keluar dari restoran itu dan memasuki lift yang ada di sana lalu berjalan menuju mobil untuk dapat meninggalkan Mall itu.
“Mily kau saja yang bawa, aku akan menunjukan jalan pulang nanti jika kau lupa.” Ucap Linda yang langsung memberikan kunci mobil ke Mily.
“Oke.” Ucap Mily sambil memijit remote dan masuk kedalam mobil, demikian juga dengan yang lainnya dan Linda memilih duduk di kursi penumpang depan.
Setelah semuanya naik dan membereskan belanjaan mereka Mily pun langsung menjalankan mobil lalu meninggalkan mall itu.
“Kenapa jalanan kota Bandung ini kebanyakan satu arah ya.” Ucap Mily sambil mengemudikan mobil itu.
“Dari dulu juga seperti ini, disini rata rata satu arah jadi jika kita menuju satu tempat jangan sampai terlewati karena putarannya akan jauh.” Ucap Linda.
“Iya Miss, namun jika perkantoran desa impian sudah jadi dan area perdagangan juga sudah ada maka aku akan diam di sana saja, tahu sendiri aku lebih suka jalanan besar dan juga menyetir di Kota Bandung ini harus ekstra hati hati soalnya banyak sekali pengendara motornya.” Ucap Mily.
“Di Indonesia ini memang seperti asia lainnya banyak pengendara motor dan kita yang menggunakan mobil memang harus hati hati namun jangan pula kita mengambil jalan mereka ya, biarkan mereka melintas jangan kau tutupi seperti ini.” Ucap Linda yang melihat jika Mily terlalu ke kiri sehingga motor tidak bisa melintas.
“MIly, tidak semua orang bisa memiliki mobil dan kebanyakan hanya bisa memiliki motor saja, jadi kita harus menghargai mereka juga, kita tidak boleh sekalipun merendahkan mereka hanya gara gara kita menggunakan mobil.” Ucap Nenek Evi.
“Iya Nek, soalnya saya sedikit kaget saja dengan jalanan ini, karena jika di Sydney motornya tidak sebanyak ini Nek, kami jika pakai motor hanya hari libur saja dan memilih jalan jalan yang kosong dan besar saja.” Ucap Mily.
“Ngomong ngomong soal desa impian kapan selesainya ya, sudah tiga bulan namun belum ada tanda tanda selesai.” Ucap Miss Elvira.
“Target kami tiga bulan lagi Bu, ya semoga saja selesai dan bisa menjadi desa yang mandiri kedepannya.” Ucap Mily.
“Impian ayah dan ibu ku akan segera terwujud.” Ucap Linda.
__ADS_1
“Iya, Nenek juga sudah tidak sabar ingin melihat desa impian yang baru.” Ucap Nenek Evi.
“Jika semuanya sudah beres maka kita memang tidak perlu lagi ke kota karena Linda jika semuanya sudah selesai akan membangun sebuah Mall kecil di pinggir jalan utama dan di mall itu Linda inginnya super lengkap, dengan begini maka penduduk desa sekitar juga akan merasakan nilai positifnya dengan mudahnya mereka berbelanja.” Ucap Linda.
“Wah itu ide yang sangat bagus, lebih bagus lagi jika toko toko di dalam mall nya kita sewakan dengan harga sangat murah, jadi harga harga barangnya akan dapat lebih murah lagi kan.” Ucap Mily.
“Iya aku lebih cenderung dengan hal seperti itu, dan nantinya aku inginnya yang menjadi pedagang di mall itu adalah penduduk sekitar saja bukan orang orang jauh, karena dengan mereka yang berdagang maka akan membuat perekonomian mereka meningkat tajam.” Ucap LInda.
“Linda adakan pasar sayur mayur modern juga yang bersih dan rapi.” Ucap Miss Lissa.
“Benar itu, kan daerah sana banyak petani jadi mereka tidak perlu jauh jauh untuk menjual hasil tani mereka.” Ucap Miss Elvira.
“Iya Bu, Linda juga sudah memikirkan hal ini dan Mily nanti coba kau buka pasar bursa komoditas, agar produk pertanian ku bisa langsung terjual ke luar negeri saja dan hasil tani desa sekitar untuk mengisi pasar modern kita jadi kita menyaingi mereka.” Ucap Linda.
“Soal itu saya sudah mempelajarinya Miss sejak saya datang dan saya juga sudah ada rencana kesana, namun saya lupa memberitahukannya kepada Miss.” Ucap Mily.
“Baguslah jika kau sudah mempersiapkannya dan ku harap ini akan menjadi peluang besar juga, karena dengan terjualnya produk pertanian ku keluar negeri sama saja dengan peningkatan penghasilan warga desa yang selama ini mengurus pertanian ku.” Ucap Linda.
“Dengan kemampuan kalian Ibu yakin ini akan sukses besar.” Ucap Miss Lissa.
“Itu benar, kau kan menguasai periklanan jadi apa yang tidak bisa kalian buat sukses, jika bisnis orang lain saja kalian buat sukses masa bisnis sendiri tidak berjalan.” Ucap Miss Elvira.
“Miss, ada baiknya kita melebarkan sayap perusahaan periklanan kita, sudah mulai banyak loh klien di luar negeri dan untuk melakukan penghematan maka kita sebaiknya membuka perusahaan cabang saja.” Ucap Mily.
“Apa merek yang di kantor Sydney mampu untuk memimpin satu perusahaan sendiri.” Ucap LInda.
__ADS_1
“Saya Yakin mereka sangat mampu Miss, mereka sudah terbiasa bekerja dalam ikatan Tim dan saya yakin mereka bisa kok untuk menghandle satu perusahaan sendiri.” Ucap Mily.