From Sydney With Love

From Sydney With Love
Tugas untuk Bradley


__ADS_3

"Farrell berubah karena Miss Linda loh" ucap Mily sambil tersenyum lebar.


"Dia sudah beberapa kali meminta ku menjadi kekasihnya namun masih aku tolak, aku masih ingin melihat ketulusan dan perjuangannya, kami sudah tidak lagi muda jadi aku tidak ingin salah pasangan" ucap Linda sambil berdiri dan meregangkan tangannya.


"Itu sih aku juga sudah tahu Miss, tapi sebaiknya miss lebih care sama dia" ucap Mily.


"Maksud mu apa?" Tanya Linda sambil duduk kembali di kursi kerjanya.


"Maksudku coba lebih banyak luangkan waktu untuknya seperti makan malam bersama mungkin" ucap Mily.


"Besok malam kami mau makan malam berdua, dia mau mengajak ku makan di restoran yang katanya masakannya sangat enak" ucap Linda.


"Bagaimana rasanya mau kencan untuk pertama kalinya seumur hidup" ucap Mily sambil fokus ke laptopnya.


"Biasa saja tuch" ucap Linda dengan cuexs.


"Masa sich" ucap Mily dengan pandangan terus ke laptopnya.


"Entahlah, mungkin karena aku biasa meeting bersama dengan para pembesar di sydney jadi aku merasa biasa saja tuch" ucap Linda sambil melihat buket coklat berbentuk hati pemberian Farrell itu.


"Aku minta dong coklatnya, sepertinya enak tuch coklat swiss original" ucap Mily yang tanpa sama sekali melihat Linda dan Linda sudah sangat terbiasa dengan hal seperti ini karena itulah kelebihan Mily meskipun cerewet tapi soal pekerjaan selalu beres.


"Ah kau ini, tidak boleh ada yang memakan coklat coklat ini, kau tahu tidak, ini buket pertama darinya, jadi mau aku simpan saja, toh kadaluarsa coklatnya juga masih satu tahun, entar kalau sudah mau kadaluarsa baru aku bagi ya" ucap Linda sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.


"Kenapa tidak sekalian saja di kasih pigura, itu makanan loh bukan pajangan" ucap Mily.


"Biarin saja, setidaknya aku bisa melihatnya terus" ucap Linda.


"Ha ha ha tuch kan benar Miss Linda sudah jatuh cinta sama Farrell, cinta pada pandangan pertama ya" ucap Mily sambil tertawa terbahak bahak.


"Dasar kau ini, memangnya aku kamu, jaman kita kuliah saja pacar mu sampai lima" ucap Linda sambil berdiri membawa buket coklat berbentuk hati itu lalu memajangnya di rak yang masih kosong.


"Lah mereka saya yang mau, aku sich asyik asyik saja toh jadi banyak driver gratisan" ucap Mily sambil tertawa ringan.


"Dasar kau, kenapa ngga sekalian saja kau pacaran sama kangguru" ucap Linda sambil tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Ogah, ntar malah aku dimasukan ke perutnya" ucap Mily sambil tertawa terbahak bahak.


"Eh Mily disini sangat dingin jika malam trus kapan kau punya anak" ucap Linda sambil duduk kembali.


"Ntar saja kalau Miss Linda sudah nikah jadi anak kita seumuran kayak kita" ucap Mily.


"Enak saja seumuran, kau itu lebih tua dari ku" ucap Linda.


"Iya adikku" ucap Mily sambil tertawa terbahak bahak lagi.


"Emangnya kalian berdua tidak tidur bareng ya dan melakukan itu?" Ucap Linda.


"Sembarangan, justru tiap malam kalau sekarang" ucap Mily.


"Kirain" ucap Linda sambil tertawa ringan.


"Ntar dah jika Miss Linda sudah nikah pasti juga sama" ucap Mily.


"Iya ntar" ucap Linda.


"Oke, nanti suruh Bradley saja yang menemui mereka, jangan Farrell biar di fokus pembangunan desa impian saja dulu" ucap Linda.


"Yaaaaah sepi dong kalau malam, mana dingin lagi, ntar siapa yang memelukku" ucap Mily sambil menghempaskan pantatnya ke sofa tamu.


"Peluk guling saja, paling lama dua tiga minggu di tinggal sudah pusing saja kau" ucap Linda.


"Ya kalau di sydney kan panas jadi sudah biasa, jika disini kan dingin" ucap Mily.


"Alasan saja, sudah jangan nawar" ucap Linda sambil melihat email yang dikirim oleh Mily.


"Iya iya ntar aku bilangin ke dia" ucap Mily sambil bersandar di sofa itu.


"Mily ponsel mu getar tuch" ucap Linda yang melihat ponsel Mily bergetar di atas meja kerjanya.


Mily langsung berdiri dan mengambil ponselnya itu yang ternyata panggilan telepon dari Mister Grahan sehingga dia langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"Mily sampaikan ke Linda, di tunggu di ruang rapat untuk melihat desain yang baru" ucap Mister Grahan melalui panggilan telepon itu.


"Oke beres" ucap Mily sambil mematikan panggilan telepon itu.


"Miss Mister Grahan menyampaikan jika Miss di tunggu di ruang rapat" ucap Mily sambil berdiri.


"Ayo kita kesana" ucap Linda sambil berdiri.


Linda langsung meninggalkan ruang kerjanya di ikuti oleh Mily dan mereka berdua memasuki ruang rrapat terlihat disana sudah ada Mister Alexander, Mister Grahan, Bradley, Farrell dan juga Kakek Prayoga.


"Maaf sama lama, Ayah Grahan langsung di mulai saja" ucap Linda dengan ramah sambil duduk di kursinya.


"Oke jadi ini desain untuk kantor dan pergudangan kita, luasnya mencapai sepuluh hektar, lokasinya berada di sebelum peternakan dan langsung di pinggir jalan utama" ucap Mister Grahan menjelaskan video lima dimensi buatannya itu.


"Pergudangan ini juga terbagi sepuluh area, karena itu bisa di gunakan untuk kepentingan lainnya seperti jika hasil produksi peternakan melimpah bisa menggunakan area pergudangan nomor sepuluh yang memiliki pendinginan" ucap Mister Grahan.


"Tempat kita ini memang jauh dari jalan Tol, namun aman untuk menyimpan stock agar part part khusus selalu bisa kita jaga ketersediaannya, kelemahan saat ini adalah semua part harus menunggu pengiriman dari luar negeri sehingga harga jual menjadi tinggi namun jika kita memasukan dalam jumlah banyak maka harga jual part original bisa menjadi murah dan mudah di dapatkan oleh konsumen tentunya ini akan membuat bisnis kita semakin lancar dan pengembalian modal awal juga bisa sebelum satu tahun" ucap Mister Grahan.


"Aku sudah membeli banyak perusahaan otomotif baik produsen spare part maupunĀ  perusahaan produsen motor dan mobil, kebetulan Bradley ada di sini jadi kau besok berangkat sendirian untuk menemui mereka semua" ucap Linda.


"Oke siap, besok malam aku berangkat" ucap Bradley.


"Ayah Grahan, bisa perlihatkan spesifikasi dan biayanya" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Oke ini spesifikasi dan perinciannya biayanya" ucap Mister Grahan sambil menayangkan spesifikasi dan perincian biayanya.


"Keuntungan untuk Farrell senilai dua miliar rupiah jika hitungan kasarku" ucap Mister Alexander.


"Farrell apakah project ini siap tanpa memundurkan pekerjaan pembangunan desa impian" ucap Linda dengan ramah.


"Kami siap" ucap Farrell dan kakek Prayoga bersamaan.


"Lalu bagaimana dengan masjid yang aku inginkan." Ucap Linda.


"Ini video lima dimensi untuk masjidnya, Masjid ini bisa menampung sampai lima ribu orang jemaah dan saya rasa ini cukup untuk warga desa dan juga para pekerja kita semua" ucap Mister Grahan menjelaskan Video lima dimensi buatannya itu.

__ADS_1


__ADS_2