
Linda terus melakukan transaksi pembelian aset warga desa sebelah dan ada beberapa yang dia lebihkan namun tidak ada yang dia tawar karena dia tahu harga tanah disana semuanya yang di tawarkan kepadanya sedikit lebih murah dari harga pasarannya.
Mereka yang di lebihkan adalah orang orang yang alasan penjualannya untuk keperluan yang Linda sukai seperti berangkat haji, menyekolahkan anak mereka bahkan ada yang untuk modal usaha namun ada satu bahkan untuk menikahkan anak mereka.
Tepat jam 11.30 wib semuanya sudah selesai dan semuanya mendapatkan pembayaran yang mereka inginkan secara transfer perbankan sehingga uang cash yang di bawa Linda tidak terpakai sama sekali.
Kini terlihat menumpuk di atas meja sampai di atas lantai berkas berkas kepemilikan tanah dan rumah tersebut.
"Kakek bisakah menunggu sebentar Linda mau ambil mobil untuk membawa berkas ini ke rumah" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke kakeknya.
"Iya pergilah, kakek akan menjaganya disini" ucap Kakek Muchtar.
"Terima kasih kakek" ucap Linda sambil berdiri dan membawa tas ranselnya dan juga ponselnya lalu melangkah menuju rumahnya kembali.
Linda sesampainya di rumahnya langsung mengambil Range Rover Evoque miliknya dan kembali ke balai warga karena tidak ingin kakeknya menunggu lebih lama.
Sesampainya di balai warga Linda dibantu kakeknya langsung memasukan semua berkas kepemilikan tanah dan rumah tersebut ke dalam mobilnya termasuk dengan kwitansi kwitansi pembelian dan juga printer portable nya dan saat mereka selesai pas adzan Dzuhur berkumandang di masjid desa itu.
"Linda kakek saja yang mengambil mukena mu kau tunggu saja disini" ucap kakek Muchtar sambil melangkah menuju motor maticnya.
"Makasih kek" ucap Linda sambil memasukan ponselnya ke dalam mobilnya dan langsung mengunci mobilnya itu lalu duduk kembali di kursi balai warga desa.
"Aku masih belum terpikir untuk mengubah desa itu namun sepertinya sementara desa itu juga akan ramai oleh para pekerja proyek pembangunan desa impian" ucap Linda berbicara sendiri sambil melihat ke arah mobilnya.
__ADS_1
"Farrell ada apa dia kesini" ucap Linda berbicara sendiri yang melihat Farrell berjalan menemuinya.
"Linda maaf aku menyusul mu kesini" ucap Farrell dengan ramah dan tersenyum hangat ke Linda.
"Iya, Farrell ada apa?" Tanya Linda.
"Linda, aku hanya ingin memberitahumu jika rumah di sebelah mu sudah kami robohkan dan saat ini sudah mulai penggalian untuk pondasi, siang ini juga pondasi akan di mulai apakah kau ingin meletakan batu pertamanya sebagai awal dimulainya projects" ucap Farrell sambil duduk di depan Linda.
"Itu tidak perlu Farrell, sudah bangun saja, aku tidak suka dengan peletakan batu pertama seperti itu lagi pula itu hanya kantor sementara bukan" ucap Linda dengan ramah sambil menatap wajah Farrell.
"Ooooh dia sungguh tampan jika berkeringat seperti ini" ucap Linda dalam hatinya.
"Baiklah jika demikian, maka aku selesai shalat Dzuhur nanti akan langsung memasang pondasi ya" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke Linda.
"Iya, nanti kita gunting pita saja saat semua project desa impian selesai ya" ucap Linda sambil terus menatap Farrell.
"Ada debu dan keringat, sebaiknya kau cuci wajah dulu sana" ucap Linda sambil tertawa ringan.
"Iya nanti saja sekalian wudhu, oh ya kata ibu Elvira jangan lupa makan siang bersama karena mereka akan memasak lagi katanya" ucap Farrell sambil tersenyum lebar.
"Sepertinya kau ketagihan makan di rumah kakek nenek ku" ucap Linda.
"Iya soalnya sama seperti masakan restoran mewah" ucap Farrell sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.
__ADS_1
"Farrell awas nyamuk masuk" ucap Linda sambil tertawa ringan.
"Linda tenaga kerja yang akan bekerja berjumlah hampir seribu orang untuk mengejar pembangunan ini, sengaja aku perbanyak agar maksimal dan juga agar bisa lebih cepat namun untuk kantor dan enam rumah itu hanya seratus orang saja jadi bisa cepat selesai" ucap Farrell menjelaskan rencananya.
"Banyak sekali apakah kau sanggup mengawasi mereka semua dan tidak ada kesalahan dari pekerjaan mereka" ucap Linda yang sedikit terkejut mendengar jumlah pekerja yang di utarakan oleh farrell.
"Linda akan ada orang orang yang mengawasi pekerjaan mereka dan juga aku memiliki alat khusu untuk mengetahui hasil kerja mereka jadi mereka bisa bekerja maksimal, karena setelah musim panen berlangsung maka akan ada pembangunan infrastruktur setelah itu akan di mulai pembangunan kantor dan semua rumah bersamaan, dan aku sendiri yang akan mengawasi mereka mengecek pekerjaan mereka, demikian juga tim yang dikirim oleh mister Alexander dan Mister Grahan." Ucap Farrell sambil tersenyum ramah.
"Ya sudah jika memang kau mampu namun pikirkan lagi baik baik ya, jangan sampai sudah jadi aku suruh bongkar lagi nantinya" ucap Linda sambil tertawa terbahak bahak.
"Kau itu, iya iya aku akan memastikan semuanya berjalan lancar dan sesuai spesifikasi dan desain yang ada dan aku juga akan memastikan semua pekerja ku bekerja dengan maksimal" ucap Farrell sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Farrell jadi berapa waktu yang kau butuhkan untuk membangun kantor dan enam rumah itu" ucap Linda.
"Perkiraan ku tiga bulan, dan saat itu selesai juga sudah terbuka jalan untuk pembangunan rumah rumah penduduk yang baru" ucap Farrell.
"Ya yang penting kau harus bisa mengawasi semuanya dan tidak mudah percaya dengan anak buah mu, lalu tim yang di berikan oleh kedua ayah angkat ku sebagai apa di projects pembangunan desa impian." Ucap Linda.
"Mereka akan menjadi pengawas sekaligus konsultan pembangunan jadi mereka independen dan memiliki hak penuh untuk mengawasi dan membenarkan semua pekerjaan yang ada apabila di temukan ada kesalahan, dan aku juga sudah memberikan alat alat yang mereka butuhkan semuanya tadi pagi" ucap Farrell.
"Pantas saja kau sangat percaya diri dengan jumlah pekerja yang sebanyak itu" ucap Linda
"Yang membuat aku sangat percaya diri dan yakin sebenarnya adalah desain dan spesifikasi yang di berikan oleh mister Grahan karena patokan kami adalah itu, selama ini projects kami banyak kegagalan karena adanya kesalahan dalam spesifikasi dan desain yang dilakukan oleh arsitek kami, namun semalam kami sampai jam dua pagi memeriksa bersama sama sampai berkali kali dan spesifikasi serta desainnya sudah sempurna" ucap Farrell
__ADS_1
"Biasanya berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh arsitek mu jika harus membuat seperti yang di berikan oleh ayah Grahan" ucap Linda.
"Bisa sampai sebulan lebih paling cepat dua bulan untuk projects sebesar ini" ucap Farrell sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.