
"Iya selama tidak ada warga protes Ayah rasa akan bisa mendapatkan izinnya, lagi pula setahun yang lalu Linda sudah membangun semua masjid di luar desa kita ini jadi kakek rasa tidak akan ada masalah dengan pembangunan tempat ibadah di desa impian kita ini" ucap Kakek Muchtar dengan ramah.
"Ayah jika demikian aku akan menyiapkan dulu desainnya, apakah ayah bisa membantu mendapatkan perizinan dari para penduduk desa dan yang lainnya" ucap Mister Grahan dengan senyuman khas nya.
"Iya ayah akan menyampaikan kepada semua penduduk desa kita ini nanti" ucap Kakek Muchtar dengan ramah.
"Kakek nanti jika penduduk sudah setuju bisakah mereka menandatangani surat pernyataan juga, agar saya bisa mengurus surat surat perizinannya, dan menurut saya cukup penduduk desa ini saja, karena jarak desa ini ke desa lainnya yang paling dekat kan sampai tujuh kilometer jadi jika semua penduduk desa setuju saya rasa pemerintah daerah akan menyetujuinya" ucap Farrell dengan sangat sopan.
"Jika memang seperti itu sebaiknya disiapkan saja berkas yang harus di tanda tangani oleh penduduk desanya dulu, baru kakek akan menemui mereka dan menyodorkan berkasnya" ucap Kakek Muchtar lagi.
"Baik kakek, nanti saya antarkan kesini berkasnya setelah ayah Grahan selesai membuat desainnya" ucap Farrell yang merubah panggilannya ke Mister Grahan.
"Aku senang sekali kau merubah panggilan mu itu" ucap Mister Grahan yang terlihat sangat gembira.
"Iya ayah, maaf jika saya lancang, sebenarnya saya sangat mendambakan sosok ayah dan ibu, saya dari kecil hanya bersama dengan kakek dan nenek saja dan dari kalian saya bisa bisa mendapatkan sosok itu" ucap Farrell dengan mata berlinang air mata.
"Kami juga sudah menganggap mu dan Linda sebagai anak kami, kami sejak bertemu dengan mu di sydney sudah menyukaimu" ucap Mister Alexander sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Farrell kau jangan sungkan dengan kami, baiklah kami akan menceritakan satu hal kepadamu, Linda ingin kau menjadi suaminya kenapa seperti itu karena dia mulai menyiapkan masa depannya dengan mu, rumah di atas bukit itu salah satunya , selain itu kau juga sudah mendapatkan banyak hal bukan, contohnya dia membeli perusahaan mu namun dia seolah hanya memberikan uangnya saja kepadamu, dia bahkan membebaskan mu untuk mengurusnya, nah kira kira ada tidak wanita lain yang bisa seperti itu jika bukan karena dasar cinta" ucap Mister Grahan dengan ramah.
"Iya ayah, saya juga sempat berpikir kesana, padahal Linda dari awal bisa saja menyatukan semua perusahaan saya menjadi bagian dari perusahaannya namun dia bahkan tidak pernah menyentuh atau membahasnya sama sekali, dia hanya membantu di awal lalu menyerahkannya kepadaku" ucap Farrell.
__ADS_1
"Nah hal itu bukankah sudah menunjukan jika Linda menaruh hati kepadamu" ucap Mister Alexander.
"Iya ayah, saya saja yang terlalu banyak pikiran sehingga tidak melihat ketulusan cinta Linda kepada saya" ucap Farrell.
"Oh iya kakek lupa, Farrell ada keinginan kakek sedikit apakah kau bisa membantu kakek" ucap Kakek Muchtar sambil tersenyum lebar.
"Kakek, sampaikan saja, jika saya bisa maka saya akan mengabulkannya dalam segera" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke kakek Muchtar.
"Itu, bisa nggak kau buat sebuah tempat untuk rusa, di desa ini dulu banyak sekali rusa namun seiring perkembangan zaman rusa sudah susah di temukan" ucap Kakek Muchtar sambil tersenyum lebar.
"Soal itu nanti coba Farrell tanya tanya dulu ya kek, soalnya setahu Farrell rusa termasuk binatang yang di lindungi jadi Farrell belum bisa menyampaikan jawaban Farrell sekarang, jika memang diperbolehkan maka nanti Farrell akan membuat area penangkaran untuk rusa saja, biar bisa jadi banyak disini" ucap Farrell dengan sangat sopan.
"Kakek, Farrell pasti mengusahakannya dengan maksimal, dan Farrell yakin ini juga bisa selama bersifat penangkaran, Farrell juga sudah membeli lima puluh kuda betina untuk di desa ini, dan semuanya kuda tunggang" ucap Farrell dengan sangat sopan.
"Kenapa hanya kuda betina" ucap Mister Grahan.
"Dari apa yang saya pelajari sistem kawin suntik untuk kuda lebih efektif seperti yang di peternakan sapi kita, dan hal ini juga diperkuat dari pernyataan dokter hewan peternakan kita" ucap Farrell.
"Lalu kapan kuda kuda itu datang dan ras apa yang kau beli" ucap Mister Alexander yang terlihat sangat penasaran.
"Masih dalam perjalanan dari australia, aku membelinya dari peternakan milik temannya Bradley, katanya kuda kuda disana berbeda dengan kuda yang ada di indonesia ini" ucap Farrell.
__ADS_1
"Iya, kuda kami lebih besar dan tinggi jadi enak untuk kami naiki, sedangkan kuda asli indonesia pendek pendek" ucap Mister Alexander.
"Bradley ini ada saja idenya, lalu apakah Linda sudah mengetahui hal ini" ucap mister Grahan.
"Linda sudah tahu, kan semuanya selalu aku bincangkan dulu dengannya, jika dia tidak setuju ya aku juga tidak berani" ucap Farrell sambil tertawa ringan.
"Iya memang harus seperti itu namanya membiasakan diri sebagai calon suami, kita memang memiliki uang namun bukan berarti kita bisa menggunakan semuanya semau kita, kadang rem kita adalah istri kita" ucap Mister Alexander.
"Ingat Farrell, bukan berarti kita laki laki takut dengan istri kita namun inilah bukti jika menganggap dia sebagai pasangan hidup kita" ucap Mister Grahan.
"Itu benar, kakek juga sama apa apa selalu meminta pendapat nenek mu" ucap Kakek Muchtar.
"Lalu jika di tolak?" Tanya Farrell.
"Ya kemukakan alasan kenapa kita menginginkan hal tersebut, biasanya penolakan ada alasannya bukan, sama dengan negosiasi bisnis jika merugikan mana mungkin kita lanjutkan" ucap Mister Alexander.
"Jadi begitu, aku terlalu lama hidup sendiri jadi hal seperti ini hal yang baru untukku, sudut pandang yang baru inj merubah pemikiran ku" ucap Farrell dengan ramah sambil tersenyum hangat ke semuanya.
"Farrell kau juga harus bisa meredam emosimu, sekesal apapun kau dengan pasangan mu maka kau tidak boleh memperlihatkannya, dan sebanyak apapun masalah di luar rumah yang kau hadapi maka jangan di bawa ke rumah. Simpanlah emosi mu jika kau ingin langgeng dalam berumah tangga, coba ayah tanya pernahkah selama ini kau melihat kakek mu marah kepada nenek mu" ucap Mister Alexander sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Iya ayah. Selama ini kakek tidak pernah marah kepada nenek, dan di rumah apapun yang terjadi kakek tidak pernah marah, kakek juga tidak pernah membahas kerjaannya di rumah, seandainya ada masalah kerjaan yang harus di bahas kakek selalu membahasnya di luar rumah, dulu aku tidak memikirkan hal ini sama sekali namun sekarang aku sangat paham jika kakek menjadikan rumah ya rumah dan di dalam rumah hanyalah ada keluarga tempat melepas lelah dan bersenang senang setelah seharian kepala pusing dengan kerjaan." Ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke semuanya.
__ADS_1