
"Ayah sama saya juga jadi saya bisa memperlihatkan rencana jalan yang baru dan keuntungan keuntungan yang mereka dapatkan" ucap Mister Grahan.
"Sebentar sebaiknya Farrell ikut juga karena dia juga sedang memiliki kontrak kerjasama dengan pabrik teh itu" ucap Kakek Prayoga sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Farrell.
"Kakek aku sudah kembali kesini, kan tadi aku hanya mengaturnya saja tapi mereka yang bekerja" ucap Farrell yang muncul di pintu rumah kakek muchtar.
"Kau ini sini duduk" ucap Kakek Prayoga sambil menyimpan kembali ponselnya di saku kemejanya.
"Farrell besok temani kakek Muchtar dan Mister Grahan ke perkebunan teh" ucap Kakek Prayoga.
"Mau borong teh ya" ucap Farrell yang belum mengetahui rencana perubahan pembangunan desa impian.
"Farrell jadi begini ……" ucap Linda menjelaskannya dengan teliti rencana perubahan pembangunan desa impian ke Farrell.
"Nah itu bukan mau memborong Teh produksi pabrik" ucap Kakek Prayoga sambil menghela nafas panjang.
"Iya baiklah namun mister Grahan kapan saya bisa mendapatkan desainnya, karena jika memang demikian sambil menunggu proses pembangunan kantor sementara dan enam rumah selesai maka saya akan membangun jalan perkebunan teh saja dulu setelah mereka menyetujuinya oh iya hampir lupa semua surat izin pembangunan sudah keluar dan dalam perjalanan ke sini" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
"Sore ini juga bisa setelah aku memegang laptop ku" jawab Mister Grahan dengan sangat ramah.
"Oke jika demikian kebetulan izin sudah keluar jadi besok selesai pertemuan dengan pabrik teh aku akan langsung memerintahkan anak buahku mulai pembangunan jalan saja ya" ucap Farrell.
"Iya itu bisa kebetulan sebelah saja itu sudah kami panen kok" ucap Nenek Evi.
__ADS_1
"Jika kita mau sore ini juga kita bisa ke pabrik Teh, kebetulan sore ini aku memang mau kesana untuk melihat hasil produksi yang untuk dikirim ke canada seminggu lagi" ucap Farrell sambil tersenyum ramah.
"Ya jika demikian maka abis ashar saja kita kesana" Ucap kakek muchtar dengan ramah.
"Baiklah jika begitu aku pamit ke kantor sebentar, biar aku persiapkan semuanya dulu" ucap Mister Grahan sambil berdiri demikian juga mister Alexander dan istri istri mereka juga.
"Kalian mau kemana?" Tanya Nenek Evi.
"Ibu Lissa ngantuk mau tidur sebentar" ucap Miss Lissa.
"Ibu aku juga ngantuk soalnya kan tadi pagi bangunnya sangat pagi" ucap Miss Elvira.
"Ibu aku mau nyiapin motor untuk ikut ke pabrik teh seperti seru jalan jalan naik motor ke pabrik teh" ucap mister Alexander.
"Jika demikian kami juga pamit pulang dulu ke desa sebelah, kami juga kebetulan kurang tidur semalam"ucap Kakek Prayoga sambil berpamitan demikian juga dengan nenek Wati dan mereka langsung meninggalkan rumah kakek Muchtar dengan menggunakan mobil mereka.
"Linda juga pamit ya, kakek nenek, Linda mau membereskan berkas berkas yang tadi" ucap Linda sambil tersenyum hangat dan kemudian meninggalkan kakek neneknya bersama Farrell.
"Farrell kau tetap disini sebentar kakek ingin menanyakan sesuatu kepada mu" ucap kakek Muchtar dengan ramah.
"Iya kek, ada apa ya" ucap Farrell dengan sangat hormat.
"Farrell apakah kau benar benar menyukai cucu kakek" ucap kakek Muchtar yang terlihat sangat serius.
__ADS_1
"Iya kek, Farrell memang sangat menyukai Linda dan juga mencintai Linda namun sepertinya Linda belum bisa menerima Farrell" ucap Farrell dengan sangat hormat.
"Farrell, Linda dan dirimu hidupnya nyaris sama, jika kau dari kecil kehilangan kedua orang tua mu sedangkan Linda baru Lima tahun ini jadi harap di maklumi jika linda terkesan tidak ingin mempunyai pasangan saat ini, meskipun dia terlihat kuat dan ceria namun dalam hatinya dia masih menyimpan kesedihan mendalamnya, kau tahu apa doanya sehabis shalat" ucap Kakek Muchtar dan Farrell hanya menggelengkan kepalanya saja karena memang dia tidak mengetahuinya.
"Dia hanya ingin mengetahui dimana jenazah ayah ibunya saja dan dalam beberapa hari ini doa keduanya adalah mendoakan mu, apa kau tahu maksudnya" ucap Kakek Muchtar
Farrell tidak menjawabnya melainkan hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja.
"Farrell, bersabarlah dalam mengambil hati Linda, karena di satu sisi dia masih belum bisa menerima kepergian kedua orang tuanya dan disisi lain dia juga sama seperti wanita lainnya, ingin memiliki pendamping hidup yang setia kepadanya" ucap Nenek Evi sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Kakek dan Nenek, Farrell akan terus berusaha mendapatkan kepercayaan dan cinta dari Linda, seumur hidup Farrell selalu sendiri, kakek dan nenek Farrell sibuk bekerja meskipun Farrell tahu itu demi Farrell namun sejak mengenal Linda, Farrell seperti merasakan yang namanya kenyamanan dan kehangatan, Farrell tidak tahu alasannya apa kenapa Farrell bisa menyukai dan mencintai Linda namun Farrell sangat menyayangi Linda, dan jika memang Linda jodoh Farrell maka farrell akan menunggu Linda menerima Farrell" ucap Farrell dengan sangat hormat dan terlihat air matanya berlinang meski tidak menetes.
"Cinta itu datang tanpa ada yang mengetahuinya namun cinta hanya sementara berbeda dengan rasa sayang yang bisa hadir selamanya, ya sudah sekarang apa yang selama ini ingin kami sampaikan sudah kami sampaikan dan pesan terakhir kami untukmu jagalah Linda selalu, sekuat apapun dia tetaplah dia seorang wanita" ucap kakek Muchtar sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Kakek, Nenek saya sudah berjanji ke diri saya sendiri untuk selalu menjaga Linda dan semoga memang Linda jodoh saya, sampai kapan pun juga saya akan berusaha untuk bisa menjadi sosok suami yang Linda inginkan, saya permisi dulu untuk melihat pekerjaan pembangunan kantor sementara Linda karena saat ini sedang tahap pembuatan pondasinya" ucap Farrell dengan sangat hormat.
"Iya pergilah, nanti kita naik motor saja kesananya ya, kakek sudah lama tidak naik motor ramai ramai soalnya" Ucap kakek Muchtar dengan ramah.
Farrell hanya mengangguk dan melangkah keluar dari dalam rumah kakek Muchtar dengan sangat sopan.
"Seandainya kakek Nenek tahu jika selama ini saya tidak pernah menyukai dan mencintai wanita selain Linda mungkin kakek dan nenek akan lebih yakin kepada saya, tapi biarlah semuanya berjalan seiring waktu saja, aku yakin suatu hari nanti Linda mau menjadi kekasih ku" ucap Farrell sambil berjalan ke lokasi proyek pembangunan kantor sementara Linda itu.
Farrell terus mengawasi para pekerja dan dia memastikan semuanya sesuai dengan spesifikasi dan desain yang dia dapatkan sebelumnya, Farrell juga selain mengawasi dia ikut mengerjakan beberapa pekerjaan ringan karena dia juga ingin menguasai langsung bidang itu.
__ADS_1
"Seperti yang Linda sampaikan kepadaku, jika seorang pemimpin harus bisa mengerjakan semua yang di kerjakan oleh para pekerjanya" ucap Farrell dalam hatinya.