From Sydney With Love

From Sydney With Love
Ponsel untuk warga desa 2


__ADS_3

"Linda bisakah aku meminjam projector portable mu" ucap mister Grahan yang mendatangi mereka berdua.


"Oh iya aku lupa, sebentar aku ambil dulu" ucap Linda sambil berdiri lalu berjalan menuju rumahnya lagi dan mengambil dua buah projector portable yang masih baru lalu membawakannya ke kantor sementara mereka.


"Iya masing masing satu, namun karena masih baru baterai nya belum penuh jadi sebaiknya nanti di charge terlebih dulu" ucap Linda sambil memberikan masing masing satu projector portable yang sama dengan miliknya.


"Oke, ayo masuk aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku, dan sebaiknya kau melihatnya dulu sebelum kau kirimkan ke Farrell" ucap Mister Grahan sambil berdiri kembali dan melangkah memasuki bagian dalam kantor sementara itu di ikuti oleh Linda dan Mister Alexander.


Mereka bertiga kemudian memasuki ruangan terbesar di lantai dua yang sebelumnya merupakan kamar tidur utama yang kini sudah di sulap menjadi ruang rapat untuk mereka.


"Jika untuk di sini sebaiknya pakai proyektor besar saja, aku memilikinya juga kok, sebentar aku ambilkan dulu saja biar sekalian di set pemanen saja di ruang rapat kita ini" ucap Linda sambil keluar lagi dan kembali ke rumahnya.


"Anak ini senang sekali bolak balik" ucap mister Grahan.


"Kau seharusnya tadi bilang untuk digunakan di ruang rapat tapi jika kau langsung bilang untuk disini maka kita tidak akan mendapatkan proyektor portabel" ucap Mister Alexander sambil tertawa ringan.


"Iya, tapi sebaiknya kita nanti merapikan kantor kita ini, agar lebih nyaman dan nanti kita tanya ke Linda apakah yang lainnya bisa kesini juga kan masih ada dua rumah yang kosong" ucap mister Grahan.


"Untuk itu sebaiknya jangan dulu, karena jika menurut ku kita saja dulu yang merapikan semuanya, sampai pembangunan kantor di sebelah beres dan dengan tanah seluas itu kita bisa membangun setidaknya enam rumah seperti ini sebagai rumah mereka bukan" ucap Mister Alexander.


"Oke jika demikian, meskipun nantinya akan di bongkar ulang namun setidaknya selama proses pembangunan desa kita berkantor dengan nyaman, nanti farrell biar membangun kantor kita di sebelah saja dulu aku sudah membuat desain kantornya juga" ucap Mister Grahan.

__ADS_1


" Farrell kenapa?" Ucap Linda yang sudah kembali dengan membawa sebuah dus yang berisi projector yang cocok untuk ruang rapat mereka lalu memberikannya kepada Mister Grahan.


"Soal kantor kita di sebelah, aku sudah membuat desain kantornya dan menurut Alexander kita juga membangun enam rumah seperti ini untuk menjadi tempat tinggal sementara agar mereka yang masih di Sydney bisa segera datang" ucap Mister Grahan sambil membongkar dus tersebut dan menyeting proyektor tersebut lalu menghidupkannya.


"Ooh soal itu, ya itu memang sudah aku pikirkan, dari pada mereka di apartemen yang kalian tidak sukai lebih baik langsung berkumpul di sini saja bukan" ucap Linda yang sudah duduk di salah satu kursi.


Mister Alexander dan Mister Grahan hanya tersenyum saja dengan jawaban Linda.


"Linda mau yang mana dulu, projects pembangunan desa impian atau kantor sementara" ucap Mister Grahan.


"Kantor saja dulu" ucap Linda.


"Oke" ucap Mister Grahan sambil memutar video lima dimensi kantor yang akan di bangun di sebelah rumah Linda itu.


"Ya sudah aku setuju saja, lagi pula ini hanya sementara waktu saja, nanti berikan saja ke Farrell agar besok sudah mulai membangun lalu untuk rumah rumahnya" ucap Linda.


"Rumahnya seperti paviliun tamu mu saja sudah cukup jadi dengan dua miliar rupiah sudah beres semua baik kantor maupun rumah rumahnya, meskipun akan di bongkar ulang namun jika kita bisa bekerja nyaman bukankah ini jadi keuntungan juga" ucap Mister Grahan.


"Iya, nanti pakai uang pribadi ku saja jangan dana kantor, selama perusahaan belum berjalan semua yang di desa ini pakai uang pribadi ku saja" ucap Linda.


"Iya bagaimana baiknya saja, dan sekarang aku akan memutarkan video desa ini namun karena yang berbeda hanya rumah rumah penduduk dan peternakan maka dua itu saja yang akan aku perlihatkan" ucap mister Grahan sambil memutarkan video lima dimensi pembangunan desa impian.

__ADS_1


"Ini deretan rumah rumah penduduk desa ini dan jika tadi selesai perumahan penduduk langsung ke kanan maka sekarang ada jalan ke kiri yang menuju ke peternakan modern mu, disini kita lihat jika yang pertama adalah peternakan unggas, semuanya sudah serba modern, peternakan ini akan menggunakan barang barang dari negara Jepang dan aku sudah menghubungi mereka jadi nantinya selesai pembangunan mereka akan mengajarkan kepada para penduduk desa juga cara bekerjanya, lalu ini adalah peternakan sapi perah modern yang nantinya akan ada pengolahan susu sapi juga jadi produk keluar dari peternakan bukan berupa susu mentah namun akan ada banyak produk baik susu kemasan, yogurt, keju dan lain lain, dan ini akan mempunyai jalan akses sendiri menuju ke jalan masuk desa agar mobil mobil pengangkut barang tidak melalui perumahan penduduk desa sehingga kenyamanan para penduduk desa lebih baik lagi" ucap mister Grahan menjelaskan isi rekaman video itu.


"Lalu total biaya yang harus aku keluarkan berapa?" Ucap Linda.


"Total biaya pembangunan desa impian dan kantor sementara adalah senilai lima belas triliun rupiah, karena ini termasuk dengan isi jadi bukan hanya bangunan kosong saja" ucap Mister Grahan.


"Lumayan banyak juga ya, ya sudah nanti aku pakai dana pribadi ku yang di Bank sini saja, agar putaran uangnya berjalan" ucap Linda sambil tersenyum hangat dan dia sangat puas dengan apa yang dilihatnya.


"Linda, Felix sudah ada di bawah apakah aku ajak dia kesini saja" ucap Mister Alexander.


"Iya, bawa kesini saja, kan hanya soal kontrak sewa saja bukan" ucap Linda.


"Oke sebentar aku jemput dia dulu" ucap mister Alexander.


"Linda, kita membutuhkan jasa perusahaan telekomunikasi juga untuk di perkantoran kita nanti, jadi nanti biar aku tanyakan ke Felix ya" ucap Mister Grahan yang dibalas anggukan kepala oleh Linda.


"Bu Linda maafkan saya datanya kesorean" ucap Pak Felix sambil memasuki ruang rapat itu bersama dengan Mister Alexander.


"Pak Felix silahkan duduk" ucap Linda dan Felix dengan sopan duduk di sebelah Mister Alexander yaitu di seberang Linda.


"Bu Linda ini kontrak sewa lahannya" ucap Pak Felix sambil menyerahkan dua berkas kontrak sewa lahan menara BTS.

__ADS_1


Linda langsung menerimanya dan langsung membacanya dengan sangat teliti dan melihat jika tidak ada poin yang merugikannya tidak seperti saat mendapatkan draft kontrak sewa lahan dari temannya Farrell.


__ADS_2