From Sydney With Love

From Sydney With Love
Kinara, Tiara & Sabrina


__ADS_3

Mily hanya tersenyum lebar saja mendengar ucapan Linda sedangkan nenek dan kedua ibu angkatnya kembali mencoba sandal sandal yang mereka inginkan lalu memberikannya ke wanita yang berjaga di toko sepatu dan sandal itu.


Mereka yang telah selesai di toko itu kemudian keluar dari dalam toko dan semua belanjaan di toko itu diselesaikan oleh Mily karena belanjaan dialah yang paling banyak adapun semua sepatu dan sandal itu pun akan di kirim langsung oleh pihak toko.


“Miss, sepertinya toko pakaian ini bagus, bagaimana jika kita melihatnya.” Ucap Mily saat mereka melintasi sebuah toko pakaian yang terlihat sangat mewah dan hanya menjual pakaian wanita saja.


“Iya ayo kita masuk, Ibu dan Nenek ayo.” ucap Linda, 


“Linda kami akan ke toko yang itu saja, lebih cocok untuk yang seusia kami.” Ucap Miss Lissa sambil menunjuk ke toko pakaian yang memang menjual pakaian yang lebih beragam.


“Iya, nanti kami akan kesana menyusul, Ibu pegang ini saja jika nanti ada yang mau ibu dan nenek beli.” Ucap Linda sambil memberikan satu kartu debitnya.


“Iya, makasih, kalian berbelanjalah dulu.” Ucap Miss Lissa sambil menerima kartu debit itu sedangkan Mily sudah masuk ke dalam toko pakaian mewah itu lebih dulu.


“Baik Bu.” Ucap Linda sambil melangkah memasuki toko pakaian mewah yang sudah di masuki oleh Mily.


Toko pakaian mewah itu cukup besar dan Linda tidak melihat Mily, di tambah di dalam toko itu juga cukup banyak pengunjung lainnya sehingga dia pun memilih melihat lihat pakaian yang di pajang di toko itu.


“Eh ngomong ngomong, Farrell kemana ya kok sudah tiga bulan ini tidak bersama mu, biasanya kalian kemana mana selalu berduaan saja.” Ucap seorang wanita yang seumuran dengan Linda yang sedang melihat lihat pakaian di samping Linda.


“Katanya sedang ada proyek di desa apa gitu, aku tanya detail dia tidak mau jawab.” Ucap wanita berambut panjang dan Linda mendengar hal itu semakin menyimak pembicaraan kedua wanita itu.


“Apa Kau tidak coba ke rumahnya saja.” Ucap wanita satunya lagi.

__ADS_1


“Aku sudah kesana dan juga ke rumah kakek neneknya juga namun rumahnya kosong semua.” ucap wanita berambut panjang itu.


“Kinara apa kau sedang ada masalah dengan Farrell, bukankah kau berencana menembaknya duluan, apa jangan jangan kau sudah menyatakan cintamu dan di tolak ya oleh Farrell.” Ucap wanita yang pertama.


“Aku baru berencana menyatakan perasaan ku namun gagal karena sejak dia ke Australia itu dia jadi susah sekali bersama ku, setiap kali aku hubungi dia selalu bilang sedang sibuk.” Ucap wanita berambut panjang yang bernama Kinara itu.


“Kinara, coba kau kirimkan pesan singkat ke dia, ajak ketemuan, bilang saja jika kau sangat merindukannya.” ucap wanita lainnya memberikan saran.


“Iya, coba aku kirimkan pesan singkat ke Farrell.” Ucap Kinara.


Linda terus berpura pura melihat pakaian di rak yang sama dan kadang berpura pura menyesuaikan pakaian itu dengan badannya agar ke tiga wanita itu tidak curiga dengannya namun dia kini cukup yakin jika Farrell yang dimaksud oleh ke tiga wanita itu adalah Farrell kekasihnya.


“Yes, dia setuju ketemu dengan ku di Cafe The Peak nanti jam delapan malam.” Ucap wanita yang bernama Kinara itu.


“Jadi cafe The Peak, baiklah nanti aku lihat apakah benar Farrell kekasihku atau Farrell yang berbeda.” ucap Linda dalam hatinya.


“Iya, aku akan mengutarakan isi hatiku.” Ucap Kinara.


“Iya jangan sampai Tiara maju lebih dulu, kau tahu bukan jika Tiara juga sangat mencintai Farrell.” Ucap wanita yang pertama.


“Ini Kinara dan ada lagi Tiara, ada berapa banyak wanitanya Farrell sebenarnya?.” Ucap Linda dalam hatinya.


“Iya aku tidak ingin Farrell menjadi milik wanita lain, namun aku tidak terlalu khawatir sama Tiara, aku lebih khawatir sama Sabrina, kalian berdua tahu sendiri bukan jika Farrell dan Sabrina jauh lebih dekat dibandingkan Farrell dengan ku.” Ucap Kinara.

__ADS_1


“Busyet dah sampai ada tiga wanita ternyata, hmmmmmmmm ini benar benar di luar dugaan ku.” Ucap Linda dalam hatinya, sambil pindah ke rak pakaian yang ada di belakang dan melihat lihat pakaian yang persis di belakang ketiga wanita itu.


“Kinara, kau sebaiknya jangan sampai menundanya loh dan menurutku gaun ini cocok untuk kencan kalian nanti malam, sedikit terbuka namun aku yakin laki laki manapun juga tidak akan menolakmu jika memakai gaun ini.” ucap wanita yang pertama sambil memperlihatkan sebuah gaun pesta tanpa lengan dengan belahan dada yang sedikit melebar serta bagian kaki yang terbelah sehingga akan memperlihatkan paha dari pengguna pakaian itu.


“Ini nggak salah, memang sich dadamu lebih besar tapi masa iya kau akan memakai pakaian itu untuk bertemu kekasihku.” Ucap Linda dalam hatinya sambil melirik pakaian yang di maksud.


“Kinara, kau harus sedikit berani jika ingin mendapatkan Farrell yang disukai oleh banyak wanita.” ucap wanita lainnya.


“Iya aku akan mengambil gaun ini saja, apakah kalian ada yang di inginkan biar sekalian aku yang membayarnya.” ucap Kinara sambil memegang gaun itu.


“Tidak lain kali saja, aku tidak tertarik dengan gaun gaun disini, aku sudah lapar jadi sebaiknya kita mencari makan dulu, sebaiknya kita makan bakso panghegar saja yuck.” ucap wanita yang pertama.


“Ide yang bagus tuh, ayo kita makan Bakso.” ucap wanita yang lainnya.


“Iya ayo kita coba dan bayar gaun ini jika memang pas ukurannya dengan ku.” Ucap Kinara sambi melangkah menuju ruang ganti di ikuti oleh kedua temannya itu dan bersamaan dengan kedatangan Mily.


“Miss apa anda juga mendengarnya, saya barusan di lorong sebelah, jadi saya mendengar semua pembicaraan mereka.” Ucap Mily.


“Mily apa ada yang ingin kau beli disini jika tidak ayo kita keluar, aku sudah tidak ingin berbelanja lagi.” Ucap Linda yang tidak ingin ada lebih lama di toko itu.


“Iya Miss, ayo kita keluar,” Ucap Mily yang mengetahui jika Linda berubah seperti itu karena mendengar percakapan ketiga wanita itu.


“Mily, Ibu dan Nenek ada di toko itu, kau temui lah, aku mau ke mobil saja,” Ucap Linda sambil menunjuk toko yang dimasuki oleh Nenek dan kedua Ibu angkatnya itu,

__ADS_1


“Iya Miss, anda beristirahat saja dulu, saya akan menemani Nenek dan Ibu.” Ucap Mily yang tahu jika Linda memerlukan waktu untuk sendirian.


“Mily, Ibu Lissa sudah memegang kartu debit ku jadi tidak perlu kau bayarin ya, dan temani mereka sampai selesai.” Ucap Linda sambil kemudian melangkah menuju parkiran sebelum Mily sempat  menjawabnya.


__ADS_2