From Sydney With Love

From Sydney With Love
Menjemput ibu angkat 2


__ADS_3

Mereka kemudian kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Bandar udara internasional Soekarno Hatta Jakarta dan beruntung untuk Linda karena jalan Tol sangat lancar sehingga sebelum pesawat mendarat dia bisa sampai di bandara.


Linda langsung memarkirkan mobilnya dan turun bersama dengan Mister Grahan dan Mister Alexander untuk menjemput istri istri mereka berdua yang sudah Linda anggap sebagai ibu angkatnya.


"Linda apa kau mau aku belikan coklat panas" ucap Mister Grahan.


"Iya boleh, saya menunggu di sini saja jadi nanti jika ibu sudah tiba aku bisa lihat" ucap Linda sambil duduk di sebuah kursi yang memang di siapkan oleh pihak bandara untuk yang menunggu kedatangan keluarga mereka.


"Iya dan tolong secangkir kopi hitam untukku" ucap Mister Alexander sambil duduk di sebelah kiri Linda.


"Ok, kalian berdua tunggulah disini" ucap Mister Grahan sambil melangkah menuju ke coffee shop yang ada tidak jauh dari tempat Linda duduk.


Sepuluh menit berlalu dan Mister Grahan sudah kembali dengan membawa secangkir coklat panas dan dua cangkir kopi hitam namun dengan menggunakan cangkir kertas.


Setengah jam berlalu dan dua wanita berusia lima puluh tahun tampak keluar dari pintu gerbang kedatangan yang langsung di sambut oleh mereka bertiga.


"Ibu akhirnya sampai juga" ucap Linda dengan sangat sopan dan penuh kasih sayang ke kedua ibu angkatnya itu.


"Linda anakku, ayahmu itu menahan ibu terus untuk datang menemui mu, bagaimana kabar mu" ucap Miss Elvira istri dari Mister Grahan dengan sangat hangat sambil memeluk Linda.


"Ibu aku baik dan seperti ibu lihat aku tidak kurang apapun" ucap Linda sambil melepas pelukannya.


"Linda anakku, aku sudah sangat merindukanmu" ucap Miss Lissa yang merupakan istri dari Mister Alexander.


"Ibu aku juga merindukan mu, ayo kita ke mobil aku parkirnya dekat kok" ucap Linda dengan sangat sopan.

__ADS_1


"Iya ayo kita ke sana, suamiku tolong bawakan koperku" ucap Miss Elvira.


"Iya suamiku tolong koperku juga ya" ucap Miss Lissa.


Mereka bertiga langsung melangkah menuju parkiran mobil meninggalkan Mister Alexander dan juga Mister Grahan yang saling berpandangan satu sama lainnya sambil mengambil koper istri mereka.


"Benar benar kejadian lagi kita di lupakan oleh mereka" ucap Mister Grahan.


"Ya begitulah mereka jika sudah bertemu pasti asyik dengan sendirinya lupa dengan lingkungan" ucap Mister Alexander.


"Ya sudah ayo kita susul mereka jangan sampai Linda lupa dia kesini bersama kita" ucap Mister Grahan sambil berjalan dengan menyeret koper istrinya yang memang memiliki roda.


"Iya, ayo" ucap Mister Alexander sambil menyeret koper istrinya juga.


Linda dan kedua ibu angkatnya langsung masuk ke dalam mobil dan linda kali ini tidak mengemudi melainkan duduk di kursi penumpang baris belakang dan kedua ibunya duduk di kursi penumpang tengah.


"Iya iya, aku yang mengemudi" ucap Mister Alexander sambil tersenyum hangat dan melangkah menaiki mobil lalu duduk di kursi pengemudi dan Mister Grahan duduk di kursi penumpang depan.


Mobil Vellfire hitam itu keluar dari dalam parkiran bandara dan langsung masuk jalan tol untuk kembali ke desa mereka.


Kembali ke Felix.


"Pak Felix semua menara sudah selesai di bangun, dan kini seluruh wilayah desa sudah memiliki signal yang bagus dengan jaringan 5G dan jaringan internet juga sudah hidup untuk password nya saya sudah kirimkan ke bapak melalui pesan singkat" ucap bawahan Felix dengan sangat sopan.


"Baik aku kirimkan dulu pesan singkat untuk memberikan password ini ke Mister Alexander baru aku hubungi dia melalui panggilan telepon agar dia mengetahui jika kita baru selesai jam enam pagi ini dari semalam kita bekerja" ucap Pak Felix dengan ramah.

__ADS_1


Felix kemudian mengirim pesan singkat ke Mister Alexander memberikan password wifi yang mengcover wilayah desa itu lalu menghubungi Mister Alexander melalui panggilan telepon.


"Selamat Pagi Pak Felix apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda" ucap Mister Alexander sambil menghubungkan handsfree bluetooth nya dan memasangnya di telinganya.


"Mister Alexander saya hanya ingin melaporkan jika pemasangan lima menara BTS sudah selesai dan kini seluruh area desa di cover dengan jaringan 5G selain itu juga kami sudah memberikan jaringan internet wifi gratis di seluruh desa sedangkan untuk password nya sudah saya kirimkan melalui pesan singkat ke anda" ucap Pak Felix.


"Oh jadi anda benar benar lembur ternyata, oke terima kasih atas bantuan anda saya akan menyampaikannya ke Linda, dan maaf kami masih di jalan Tol perjalanan pulang ke desa jadi tidak bisa menemui anda" ucap Mister Alexander.


"Iya Pak tidak apa apa, jika bapak ada waktu sore nanti saya akan kembali ke rumah Bu Linda untuk mengantarkan kontrak sewa lahan nya dan jika Mister Alexander sudah senggang nanti berkenan untuk mengirimkan nomor rekeningnya Ibu Linda agar saya bisa mengirimkan biaya sewa lahannya" ucap Pak Felix.


"Oke nanti setelah saya sampai rumah saya kabari lagi, dan sore nanti saya senggang jadi datang saja" ucap Mister Alexander


"Baik jika demikian kami pamit untuk kembali ke kantor" ucap Pak Felix sambil kemudian memutuskan panggilan telepon itu.


"Oke kita pulang ke kantor, kita masih ada kerjaan yang harus kita selesaikan, jadi semuanya istirahat di kantor saja" ucap Pak Felix sambil memasuki mobilnya.


Sementara itu Mister Alexander masih mengemudi dan mereka sudah setengah perjalanan karena mereka sudah memasuki Jalan Tol Cipularang menuju arah Bandung.


"Linda, pemasangan menara BTS baru selesai berdasarkan informasi dari Pak Felix, dan dia bagus juga kerjanya mau lembur mengawasi pembangunan menara BTS untuk desa mu, ditambah lagi sekarang seluruh areal desa sudah memiliki wifi jadi kau tidak perlu lagi menggunakan wifi dari ponsel satelit mu itu" ucap Mister Alexander.


"Nah itu aku suka, kinerja seperti dia itu bagus namun semoga saja bukan gara gara aku pemilik perusahaannya" ucap Linda sambil tertawa ringan.


"Linda Pak Felix meminta nomor rekening apakah boleh aku mengirimkannya dan dia nanti sore akan kembali ke rumahmu untuk menyerahkan kontrak sewa lahan menara BTS itu" ucap Mister Alexander sambil terus mengendalikan laju mobil.


"Iya berikan saja rekening Bank ku, kebetulan Bank nya juga sudah aku beli kemarin, sebentar aku kirimkan nomor rekeningnya, biar pakai Bank Indonesia saja jangan Bank Sydney" ucap Linda sambil mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan singkat ke Mister Alexander.

__ADS_1


"Oke sudah masuk, nanti saja sampai rumah aku kirimkannya, dan kenapa kau menolak dia memiliki nomor ponsel mu, bukan kah dia bawahan mu" ucap Mister Alexander.


__ADS_2