
"Linda saya dan grahan akan mengantar Pak Felix" ucap Mister Alexander sambil berdiri demikian juga dengan Mister Grahan.
"Farrell, ikutlah dengan ku" ucap Linda dengan ramah sambil berjalan ke teras di luar ruang rapat itu karena memang ada teras di lantai dua itu.
Farrell langsung mengikutinya dan berjalan di belakang Linda lalu berdiri di samping kanan Linda, mereka berdua berdiri di teras sambil melihat ke arah desa itu yang terlihat sangat indah di malam itu.
"Farrell, aku mempercayai mu, dan aku harap projects yang aku berikan ini kepada mu menjadi awal yang baik untuk mu" ucap Linda.
"Linda aku akan buktikan jika aku mampu dengan projects ini kepada mu" ucap Farrell
"Iya, aku ingin mulai sekarang kau belajar fokus dan hentikan semua projects projects yang tidak jelas, berhentilah mengikuti perkataan orang orang yang selalu menawarkan projects tidak jelas kepadamu" ucap Linda.
"Kau benar Linda, pergaulan ku sebelumnya salah, aku akan fokus dengan bisnis yang kita miliki saja, aku akan buktikan jika aku pantas menjadi kekasih mu" ucap Farrell.
"Farrell apa yang kau katakan, aku tidak mengarah ke sana, aku memang menyukai mu namun aku tidak ingin kita berhubungan seperti itu saat ini, ku harap kau mengerti" ucap Linda sambil melihat Farrell.
"Linda maafkan saya keceplosan, sejak saya mengenal mu saya menyukai mu dan sejujurnya saya sudah mulai mencintai mu" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke Linda.
"Iya aku tahu, tapi aku ingin melihat kesungguhan mu terlebih dulu dengan menyelesaikan pembangunan desa impian ini, kau ingat kau pemimpin perusahaan bukan seorang salesman yang harus kesana kesini jadi belajarlah jadi seorang pemimpin ya" ucap Linda.
"Iya Linda saya akan berusaha dengan maksimal, oh ya saya pamit dulu ya, karena saya harus mengatur anak buah saya agar besok pagi pembangunan kantor sudah bisa kita mulai" ucap Farrell.
"Iya, pulanglah dan sampaikan salam ku ke kakek nenek mu" ucap Linda dengan ramah.
"Iya linda nanti aku sampaikan ke kakek nenek ku" ucap Farrell sambil kemudian meninggalkan Linda sendirian di teras lantai dua itu.
"Farrell aku yakin kau bisa menjadi sosok yang tepat untuk mendampingi ku" ucap Linda berbicara sendirian sambil melihat kepergian Farrell meninggalkan rumahnya mengambil mobilnya yang di tinggal di dekat balai warga.
__ADS_1
"Linda sudah malam sebaiknya kau beristirahat" ucap Mister Alexander yang menemui Linda di teras lantai dua itu.
"Iya tapi sebelumnya bisakah saya minta tolong untuk mengecek bisnis kita di Sydney karena aku tidak ingin bisnis kita berantakan" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Mister Alexander.
" Linda kau tidak perlu khawatir dengan hal itu karena semuanya tetap dalam pengawasan saya dan Grahan, sekarang kau beristirahat ya" ucap Mister Alexander.
"Iya, Terima kasih" ucap Linda sambil kemudian berjalan meninggalkan teras itu.
……..
"Aku menunggu mu di kantor dua jam lagi apakah kau bisa datang" ucap Farrell yang menghubungi anak buahnya.
"Baik Pak, saya akan ke kantor sekarang" ucap anak buahnya itu.
"Bagus dan hubungi yang lainnya termasuk para direksi, jika mereka menolak maka biarkan saja besok biar aku pecat mereka" ucap Farrell.
"Baik Pak" ucap anak buahnya itu dan Farrell langsung memutuskan panggilan telepon itu dan langsung menghidupkan mobilnya lalu meninggalkan desa itu.
"Berapa nilai kontraknya sampai kau mengumpulkan semuanya malam malam" ucap Kakek Prayoga.
"Senilai lima belas triliun rupiah dan keuntungan kita minimal dua triliun rupiah bisa lebih kek" ucap Farrell.
"Uhuk uhuk uhuk" terdengar suara batuk Kakek Prayoga.
"Farrell kau jangan sampai membuat kesalahan, mega Projects seperti ini tidak bisa di anggap permainan, kakek akan segera ke kantor juga jangan mulai rapatnya sebelum kakek datang" ucap Kakek Prayoga.
"Baik kek, saya juga baru keluar dari desanya Linda" ucap Farrell
__ADS_1
"Ya berhati hatilah di perjalanan" ucap Kakek Prayoga sambil memutuskan panggilan telepon itu.
Farrell langsung menyimpan headset bluetooth miliknya dan dia menjalankan mobilnya dengan cukup cepat namun tetap berhati hati karena dia tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
Malam itu jalanan cukup kosong sehingga hanya membutuhkan waktu satu setengah jam untuk Farrell sampai di kantornya di daerah Setiabudi Bandung dan dia langsung menuju ke ruang rapat dimana semuanya sudah menunggu.
"Selamat malam semuanya, terima kasih yang sudah datang, dan sepertinya ada dua orang yang tidak datang malam ini" ucap Farrell setelah duduk di kursinya dan melihat jika direksi keuangan dan direksi pemasaran tidak hadir sedangkan kakeknya saja hadir di sana.
"Saya sudah menghubungi mereka berdua namun mereka bilang jika ini sudah bukan jam kantor jadi mereka menolak untuk hadir" ucap direksi bagian personalia.
"Siapkan surat pemecatan mereka, masih kurang ternyata contoh yang aku berikan tadi pagi, seenaknya saja kerja di sini" ucap Farrell sedikit emosi.
"Baik Pak, selesai Rapat langsung saya buat suratnya" ucap direksi bagian personalia tersebut.
Farrell kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku kemejanya dan langsung menghubungkan dengan proyektor ruang rapat itu.
"Saya mendapatkan kontrak dari pemilik perusahaan kita ini, seperti yang kalian semua ketahui jika lima puluh persen saham sudah di miliki oleh Bu Linda, dan Bu Linda memberikan saya pekerjaan senilai lima belas triliun rupiah, tolong redupkan lampunya" ucap Farrell dengan ramah.
Seorang anak buahnya langsung meredupkan lampu ruang rapat dan Farrell kemudian memutarkan video projects pembangunan desa impian.
Semuanya tanpa terkecuali langsung melihat rekaman video tersebut dan mereka sangat terpesona dengan video lima dimensi tersebut yang dibuat benar benar sangat nyata.
Bahkan semua detailnya juga terlihat dengan jelas oleh mereka semua sampai video itu berhenti.
"Baik itu projects utama namun ada projects awal yang harus kita kerjakan dan saya akan perlihatkan projects awalnya" ucap Farrell sambil memutarkan rekaman video kantor sementara Linda dan juga enam rumahnya kepada mereka semua.
"Projects ini akan di mulai besok pagi dan kita siap tidak siap harus siap dengan projects ini, jika ada yang ragu maka silahkan mengundurkan diri saja dari pada membuat mega projects ini tertunda" ucap Farrell setelah rekaman video kedua selesai di putar olehnya.
__ADS_1
"Farrell apa spesifikasi dan desain nya sudah siap juga, lalu apakah kita membutuhkan pinjaman perbankan untuk projects ini" ucap Kakek Prayoga.
"Kakek, untuk spesifikasi dan desain sudah siap semua di berikan oleh Bu Linda, dan saya sudah menerima pembayaran penuh dari Bu Linda jadi kita hanya tinggal bekerja saja" ucap Farrell menjelaskan sambil mengeluarkan berkas spesifikasi dan desain projects pembangunan desa impian.