From Sydney With Love

From Sydney With Love
Pembangunan Menara BTS


__ADS_3

"Mily yang di Sydney lebih cepat kerjanya dari Farrell dan kawannya, satu jam lagi orang dari perusahaan telekomunikasi akan datang membawa alat untuk memasang menara sementara sampai pembangunan menara selesai dan akan di pasang lima menara BTS mulai malam ini di sekitar desa kita ini" ucap Linda sambil menyimpan kembali ponselnya di atas meja teras.


Satu jam berlalu dengan cepat dan belum ada tanda Farrell kembali namun ada lima mobil yang berhenti di depan rumah Linda dan terlihat ada satu orang pria paruh baya yang melangkah memasuki halaman rumah Linda dengan berpakaian layaknya seorang pemimpin perusahaan.


"Selamat sore mohon maaf bisakah saya berjumpa dengan ibu Linda" ucap pria paruh baya tersebut dengan sangat hormat ke mereka bertiga.


"Saya Linda, dan silahkan duduk" ucap Linda dengan ramah sambil mempersilakan pria paruh baya itu untuk duduk di kursi teras yang kosong.


"Ibu Linda, senang bisa berjumpa dengan anda, nama saya Felix saja pemimpin cabang perusahaan di kota Bandung ini, dan sesuai permintaan ibu, maka saya akan memasang pemancar sementara di halaman rumah ibu, sampai pemasangan lima menara selesai, rencananya saya akan memasang empat menara di sekeliling desa ini dan satu menara di desa ini, saat ini lima tim sedang bergerak untuk mencari lokasinya namun mungkin tidak akan kami sewa melainkan akan kami beli saja agar proses pemasangan menara bisa lebih cepat" ucap pria paruh baya yang mengaku bernama Felix tersebut.


"Bapak Felix senang bertemu anda, untuk menara sementara silahkan di pasang di luar rumah saya jangan di halaman saya, dan semua tanah disini adalah milik saya jadi silahkan tentukan yang mana yang akan di pergunakan untuk pembangunan menara nya, nanti mengenai urusan sewa atau lainnya bisa menyusul namun apakah perizinan sudah di urus?" Ucap Linda dengan ramah.


"Ibu Linda, perizinan sedang kami urus dan tidak akan masalah jika pembangunan lebih awal, dan jika memang lahan milik ibu, maka sesuai kebijakan perusahaan kita sistem sewa dengan nominal tertinggi" ucap Felix dengan sangat hormat.


"Oke, silahkan di lanjutkan, dan anda beristirahat disini saja bersama kami" ucap Linda dengan ramah.


"Baik Bu, saya akan menyampaikan perintah kepada anak anak terlebih dulu agar mereka segera bekerja" ucap Felix dengan sangat hormat dan langsung berdiri lalu menemui bawahannya yang ada di luar rumah milik Linda itu.


"Memang harus pakai caraku, jika mau cepat" kata Linda sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Linda kau tidak berubah, masih Linda yang aku kenal pemenang semua tender proyek di Australia." Ucap Mister Alexander sambil tersenyum hangat.


"Mister Grahan jika bisa tolong buatkan projects proposal perumahan di atas bukit yang tanpa nominal uang, aku ingin melihat selisih angka dari perusahaan ku yang di pimpin oleh Farrell itu"ucap Linda sambil tersenyum ke Mister Grahan.

__ADS_1


"Sudah aku siapkan dari tadi dan sebentar aku emailkan ke ponsel mu" ucap Mister Grahan.


Tidak lama kemudian sebuah email masuk ke ponsel Linda dan langsung dia periksa lalu dia kirimkan ke email Farrell.


Felix terlihat datang kembali dan langsung duduk di kursi yang tadi dia duduki setelah di persilahkan oleh Linda.


"Pak Felix, perkenalkan ini Mister Alexander dan ini Mister Grahan, mereka berdua adalah tangan kanan saya di Indonesia, jadi anda akan sering bekerja bersama dengan mereka" ucap Linda dengan ramah memperkenalkan kedua ayah angkatnya itu.


Felix langsung berkenalan dan saling bertukar nomor ponsel agar mudah untuk mereka berhubungan.


Dan terlihat jika Farrell datang bersama dengan satu orang kawannya yang mensurvei lokasi sedangkan yang satu lagi menunggu di motor di depan rumah Linda dekat dengan mobil mobil yang datang bersama dengan Felix.


"Pak Felix anda disini" ucap kawan Farrell itu dengan sangat hormat.


"Kau sudah kembali saja ke kantor dan tunggu aku di kantor, berangkat sekarang" ucap Felix dengan sangat tegas.


"Bu Linda maafkan saya, nanti saya akan menegurnya di kantor" ucap Pak Felix dengan sangat hormat dan terlihat sangat kecewa dengan kelakuan anak buahnya itu.


"Farrell kenalkan ini Pak Felix, pemimpin perusahaan telekomunikasi yang ada di kota Bandung dan Pak Felix ini Farrell rekan kerja saya." Ucap Linda dengan ramah.


"Linda, Kami berdua sudah saling mengenal satu sama lain dan kebetulan yang saya hubungi untuk membangun menara BTS adalah Pak Felix ini" ucap Farrell sambil menjabat tangan Pak Felix.


"Benar Bu Linda, saya dan Pak Farrell sudah lama bersahabat" ucap Pak Felix dengan sangat sopan.

__ADS_1


"Farrell kenapa lama sekali sampai dua jam tidak selesai surveinya" ucap Linda dengan ramah.


"Dia mutar mutar terus, dan beberapa kali menemukan lokasi namun mencari lagi dan lagi, padahal beberapa kali ada lokasi yang bagus sinyalnya namun pindah lagi dan lagi, aku juga tidak tahu apa yang di carinya" ucap Farrell sambil menghela nafas panjang.


"Pak Farrell maaf sepertinya anak buah saya memang sudah lelah bekerja di perusahaan saya, dan saya akan memastikan dia memperoleh istirahat yang cukup nantinya" ucap Felix sambil melihat ponselnya yang mendapat beberapa pesan masuk lalu melihatnya.


"Pak Felix terserah anda saja, saya capek dua jam hanya berputar beberapa kali di desa ini" ucap Farrell sambil mengambil sebotol air mineral yang ada di atas meja teras lalu membuka tutup botolnya dan meminumnya perlahan.


"Bu Linda maafkan saya, dapatkah saya meminta nomor ponsel ibu, untuk mengirimkan lokasi lima menara BTS yang akan di bangun" ucap Felix dengan sangat hormat.


Linda hanya tersenyum dan melirik Mister Alexander.


"Pak Felix kesaya saja anda kirimkan lokasinya" ucap mister Alexander dengan sangat ramah.


"Oh baik, maaf Bu Linda" ucap Pak Felix dengan sangat hormat dan juga sopan.


"Pak Felix semuanya lewat Mister Alexander atau mister Grahan saja ya" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Baik Bu, dan Mister Alexander sudah saya kirimkan lokasi lima menara tersebut apakah masih dalam lokasi tanah milik Bu Linda" ucap Pak Felix dengan sangat hormat.


Mister Alexander kemudian mengirim pesan pesan singkat itu ke Ponsel Linda dan Linda melihat jika kelima lokasi menara BTS masih dalam area lahannya lalu menganggukkan kepalanya.


"Benar semuanya milik Linda, jadi kapan menaranya akan di pasang" ucap Mister Alexander.

__ADS_1


"Truck truck yang membawa peralatan akan segera sampai namun karena sebentar lagi masuk waktu shalat magrib maka akan kami mulai pembangunan jam delapan malam ini, dan malam ini juga dapat saya pastikan selesai" ucap Pak Felix dengan sangat hormat.


"Oke, tidak masalah dan Farrell lihatlah email yang aku kirimkan dan aku minta perincian biayanya sebelum jam delapan malam ini ya" ucap Linda dengan ramah.


__ADS_2