
“Aku hanya berharap tidak ada kendala dalam percintaan mereka selamanya.” Ucap Miss Elvira bersamaan dengan pintu ruangan itu terbuka dan Linda bersama dengan Nenek Evi pun masuk kedalam ruangan itu.
“Ibu ayo kita lanjutkan belanjanya, kami sudah selesai kok shalat dzuhurnya.” Ucap Linda sambil mengambil tasnya dan juga belanjaannya.
Mereka kemudian meninggalkan restoran itu dan kembali masuk ke dalam mall berkeliling melihat yang yang di jual di mall mewah tersebut.
“Nenek dan Ibu, sepertinya sepatu sepatu di toko ini bagus bagus, ayo kita melihatnya siapa tahu ada yang pas.” Ucap Linda sambil melangkah memasuki sebuah toko sepatu dan sandal khusus wanita.
“Kalau Nenek lebih membutuhkan Sandal saja jadi nenek ke sebelah sana ya.” Ucap Nenek Evi sambil melangkah menuju rak yang memajang ratusan sandal wanita.
“Ibu tunggu saya juga mau melihatnya.” Ucap Miss Elvira yang langsung mengikuti Nenek Evi demikian juga dengan Miss Lissa.
“Miss, apakah semua yang ada di sini produk lokal juga?.” Tanya Milly sambil memperlihatkan sebuah banner ‘ALL PRODUCT MADE IN CIBADUYUT BANDUNG’.
“Jika di lihat dari banner itu maka iya, karena di kota bandung ini memang memiliki pusat produksi sepatu dan hasilnya juga tidak kalah dengan brand brand ternama.” ucap Linda.
“Hebat ya Indonesia ini, produk produk dalam negerinya bagus bagus, hanya saja kurang pemasaran di luarnya.” Ucap Mily.
“Iya kau benar sekarang lihatlah ini dan apa pendapat mu mengenai sepatu ini.” ucap Linda sambil memberikan sebuah sepatu wanita yang sangat mirip dengan sepatu yang di gunakan oleh Mily.
“Ini…. benar benar hebat bahkan aku yang memakai sepatu brand ternama yang harganya ribuan dollar amerika saja hampir tertipu, ini sangat mirip sembilan puluh sembilan persen dan yang satu persennya adalah brand di sepatu ini.” ucap Mily sambil terus memeriksa sepatu itu.
“Mily lihat juga harganya.” Ucap Linda.
“Wow tidak sampai sepuluh dollar, saya harus membelinya ini dan semua yang ada disini saja untuk ganti ganti, agar punya saya bisa tetap saya simpan di rak saya.” ucap Mily.
“Kau ini ada ada saja.” Ucap Linda.
“Mba saya minta semua sepatu disini yang nomor tiga puluh delapan ya, semuanya loh ya namun saya tidak mau yang ada di rak karena sudah di coba orang lain.” ucap Mily.
__ADS_1
“Baik Bu, saya akan mempersiapkan pesanan Ibu.” ucap wanita yang berjaga di rak sepatu itu sambil kemudian melangkah meninggalkan Mily.
“Mily oh Mily kau ini jika sudah ketemu sepatu pasti saja seperti ini.” Ucap Linda.
“Miss, satu sepatu ku saja bisa membeli seisi toko ini jadi aku kali ini benar benar berhemat kok.” Ucap Mily.
“Iya Benar kau berhemat namun tidak hemat tempat.” Ucap Linda.
“Sepertinya aku memerlukan lemari yang baru nih miss, untuk sepatu sepatuku.” Ucap Mily.
“Ya mungkin seperti itu, namun apa kau lupa jika itu hanya rumah sementara sedangkan rumah yang untuk mu masih dalam pembangunan jadi tahan dulu dan jangan dulu membeli rak atau lemari sepatu ya.” Ucap Linda.
“Oh Iya, aku lupa, ah gampang nanti sepatu sepatu milik Bradley aku masukin dus besar saja, jadi lemari sepatu bisa untuk ku semua.” Ucap Mily.
“Mily oh Mily, kau ini benar benar gila sepatu.” ucap Linda sambil mengambil sebuah sepatu di rak dan mencobanya.
“Mba saya mau ini ya, nomor tiga tujuh ya mba, dan apakah ada yang warna putihnya.” Ucap Linda ke karyawan toko yang kebetulan melewatinya sambil memberikan sebelah sepatu yang di pegangnya.
“Saya ambil saja semuanya mba.” Ucap Linda.
“Baik Bu, sebentar saya ambilkan dulu ya Bu.
“Banyak sekali miss satu model sampai tiga, wah sepertinya sudah ada yang mengikuti ku nih koleksi sepatu.” Ucap Mily sambil kemudian tersenyum lebar.
“Mily aku hanya membeli tiga pasang dengan satu tipe sedangkan kau membeli semua tipe, ayo berapa pasang sepatu yang kau bawa pulang nanti.” Ucap Linda.
“Entahlah, semoga saja mobil miss muat ya.” ucap Mily.
“Mily, nanti minta dikirim saja jika sudah dibayar seperti produk olahan kulit itu, jadi tidak perlu repot repot membawa sepatu sebanyak itu.” Ucap Linda.
__ADS_1
“Oke Miss, kali ini aku saja yang bayar ya.” ucap Mily.
“Iya.” Ucap Linda sambil duduk di kursi yang ada di depan cermin..
“Bu ini Sepatu nomor tiga tujuhnya, silahkan di coba ibu cocok dengan yang mana.” ucap wanita muda karyawan toko yang sudah datang dengan membawa tiga dus sepatu yang di inginkan oleh Linda dan menaruhnya di lantai di dekat Linda.
Linda langsung mencoba sepatu sepatu itu dan dia pun kemudian mengambil ketiganya dan minta di satukan dengan pesanan Mily namun minta di pisah agar tidak tercampur nantinya.
“Ayo kita lihat sandal sandalnya, siapa tahu ada yang cocok untuk kita.” Ucap Linda sambil berdiri dan melangkah ke Nenek dan kedua ibu angkatnya.
“Miss, sandal sandal ini bagus juga ya.” ucap Mily sambil mengambil satu sandal dari rak sepatu.
“Jangan bilang kau akan mengambil semuanya lagi.” ucap Linda.
“Tidak koq, aku hanya mau mencobanya saja.” ucap Mily sambil mencoba sebuah sandal di depan cermin yang ada di dinding.
“Mba, saya ambil semua yang seukuran ini ya, dan pastikan dari gudangnya ya biar baru semua di satukan dengan pesanan saya yang tadi.” Ucap Mily yang membuah Linda dan yang lainnya menggelengkan kepalanya.
“Mily apa tidak salah kau sampai membeli semua sandal disini.” Ucap Miss Elvira.
“Ibu, kan di kantor sekarang aku pakai sandal tidak pakai sepatu jadi wajar dong jika aku menyiapkan lebih banyak sandal untukku, lagi pula lihatlah Bu harganya tidak sampai lima dolar loh bu.” Ucap Mily sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih dan juga rapi.
“Mily, kenapa tidak sama gudangnya saja kau beli jadi kapan saja mau ganti kau bisa ganti dengan mudah bukan.” Ucap Miss Lissa.
“Ibu jika boleh sama tokonya juga Mily mau beli, tapi tidak boleh sama Miss Linda, katanya aku harus berhemat Bu.” Ucap Mily sambil melihat Linda.
“Apanya yang berhemat, jika kau membeli semua tipe sepatu dan semua tipe sandal.” Ucap Miss Elvira.
“Bu, Harganya semuanya tidak semahal harga sepatuku ini jadi aku berhemat Bu, dan jika kini kan Mily tidak perlu membeli sepatu dan sandal lagi selama di Indonesia ini.” ucap Mily.
__ADS_1
“Apa benar tidak akan membeli lagi selama di Indonesia, tapi nanti ku ajak ke toko lain juga pasti membeli dalam jumlah banyak lagi.” Ucap Linda