From Sydney With Love

From Sydney With Love
Rencana Perkantoran Baru


__ADS_3

"Informasi ini sangat berharga, saya akan lebih teliti lagi dan akan menyampaikan kepada yang lain jika mendapatkan kontrak agar di baca dengan teliti jangan sampai ada isi yang merugikan kita" ucap Mister Alexander.


"Linda project proposalnya sudah saya buat demikian juga video lima dimensinya, dan saya sudah mengirimkannya ke mesin printer mu, apa televisi mu bisa terhubung dengan laptop mu ini, untuk kita melihat video lima dimensinya" ucap Mister Grahan dengan sangat ramah dan tersenyum lebar.


"Benarkah, ayo kita lihat di ruang tamu saja, televisi yang di ruang tamu ku bisa terhubung dengan laptop ku kok" ucap Linda dengan sangat bersemangat sambil berdiri dan melangkah menuju ruang tamunya.


Mister Alexander langsung mengikutinya begitu juga dengan Mister Grahan yang langsung membawa laptop tersebut ke ruang tamu.


Linda kemudian menyimpan remote di meja ruang tamu agar salah satu dari bawahannya itu menyalakan televisi sedangkan dia memilih untuk mengambil hasil printer di ruang kerjanya.


Linda datang kembali ke ruang tamunya dengan membawa empat copy projects proposal pembangunan perumahan di atas bukit miliknya dan memberikan masing masing satu copy lalu duduk di salah satu sofa untuk melihat video lima dimensi yang di buat oleh mister Grahan.


Mister Grahan langsung memutar video yang dibuatnya dan terlihat jika jalanan desa menjadi lebih bagus bahkan banyak pohon yang berderet di kiri dan kanan jalan, jalanan desa yang aslinya tidak memiliki trotoar kini memiliki trotoar yang di bawahnya merupakan saluran pembuangan air warga.


Video itu kemudian memperlihatkan gambar Masjid desa dan taman bermain untuk anak anak di desa itu dengan sangat mewah dan lengkap, berbagai sarana terlihat jelas di video tersebut, bahkan terlihat beberapa animasi anak kecil yang sedang bermain dan kemudian video itu memperlihatkan kembali jalanan di samping masjid yang membelah perkebunan dengan jalan yang lebar dan ada pembatas jalannya yang di kiri dan kanannya juga berderet pepohonan demikian juga di tengah jalan sehingga suasana sangat asri dan nyaman serta sejuk.


Video itu terus berlanjut hingga mulai memperlihatkan Bukit yang akan di jadikan perumahan mereka, pagar besi setinggi dua meter tampak melingkari bukit besar itu dan terlihat jika ada Gerbang besi yang sangat besar serta mewah di sana dengan sebuah bangunan dua tingkat yang merupakan pos keamanan yang cukup besar ada di tengah jalan membelah jalan.


Jalan aspal itu kemudian terlihat mulai melingkari bukit besar itu sehingga jalan aspal untuk sampai ke atas bukit menjadi sangat landai dan setelah sampai di atas bukit terlihat deretan rumah rumah yang sangat megah sesuai dengan video lima dimensi yang pernah di kirimkan oleh Linda.

__ADS_1


Di perumahan itu juga terlihat jika pepohonan yang aslinya sedikit kini menjadi semakin banyak dan video terakhir memperlihatkan rumah pohon yang sudah di buat lebih megah dan mewah sebagai tempat bersantai dan berkumpul warga perumahan itu.


"Linda bagaimana mana menurut mu, apakah kau menyukainya?" Tanya mister Grahan dengan sangat ramah.


"Aku sangat menyukainya, dari semua video lima dimensi yang pernah ku lihat ini yang paling sempurna namun, sepertinya kita harus merubah masjidnya menjadi lebih mewah seperti dalam video itu, apakah sudah masuk ke anggaran perencanaan juga untuk renovasi masjid dan jalanan desa ini" ucap Linda dengan sangat ramah dan tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Sudah semuanya aku hitung, termasuk detailnya juga sudah, angka terendah untuk pembangunan ini ada di lima triliun rupiah sedangkan angka tertinggi hanya tujuh triliun rupiah saja, sudah termasuk dengan semua fasilitas yang ada dalam video lima dimensi tersebut" ucap Mister Grahan menjelaskan dengan sopan.


"Kita lanjutkan di teras saja" ucap Linda sambil berdiri dan melangkah menuju teras rumahnya karena dia ingin menghindari pertanyaan warga desa.


Mister Alexander langsung mengikutinya demikian juga dengan Mister Grahan yang kembali membawa laptop tersebut.


"Jadi lama projects ini maksimal sampai delapan bulan lamanya, jika demikian maka kita harus segera memulainya, dan Mister Grahan bisakah kau membuat perkantoran tiga lantai, lokasinya di tanah luas sebelum ke desa kita ini, tadi kalian melintasi jalan yang sepanjang satu kilometer lebih bukan yang di tengah perkebunan" ucap Linda dengan sangat ramah sambil menyimpan projects proposal itu di atas meja.


"Tentu saja bisa, tapi tolong kau ambilkan charger laptop ini, batrenya tinggal tiga puluh persen soalnya" ucap Mister Grahan dengan ramah dan Linda langsung berdiri lalu masuk kedalam rumahnya dan kembali dengan membawa charger laptop lalu memberikannya ke mister Grahan.


"Linda kau ingin membuat perkantoran untuk siapa?" tanya Mister Alexander dengan sangat ramah.


"Untuk kita tentunya, biarkan saja gedung yang kita beli untuk cabang dan pusatnya di desaku ini saja" ucap Linda sambil tersenyum lebar sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Mily.

__ADS_1


Mister Alexander yang hendak berbicara kembali terlihat diam karena menunggu Linda selesai dengan panggilan teleponnya.


"Mily, belikan saham perusahaan providers telepon seluler Indonesia dan provider internet yang ada di Indonesia, jika perlu beli semuanya dan lakukan dengan secepat mungkin" ucap Linda melalui panggilan telepon itu.


"Miss Linda, mau pakai nama siapa?" Ucap Mily melalui panggilan telepon itu.


"Pakai namaku saja tidak apa apa, dan pastikan jika saham ku lebih besar dari orang lain, jika perlu jadikan aku pemilik perusahaan" ucap Linda melalui panggilan telepon.


"Baik, berikan saya waktu sedikit, nanti saya kabari lagi, apa ada saham lain yang ingin di beli sekalian oleh Miss Linda" ucap Mily.


"Ya sekalian saham perbankan saja, tapi hanya bank bank besar yang sudah go internasional saja ya" ucap Linda.


"Baik Miss Linda, saya kerjakan dulu" ucap Mily dan Linda langsung mematikan panggilan telepon itu.


"Linda bolehkah aku tahu alasan mu mengambil alih perusahaan perusahaan Indonesia ini" ucap Mister Alexander dengan sangat ramah.


"Mister Alexander, aku ingin membangun Indonesia ini, lima tahun aku tinggal di desa ini dan tidak ada perubahan apapun, saat ini penduduk desa jika tidak bekerja di kebun ku mereka pasti akan menjadi pekerja di perkebunan teh, dan dengan adanya perkantoran kita yang mengurus semua bisnisku maka setidaknya kehidupan mereka bisa lebih baik bukan, kita bisa memperkejakan mereka sesuai dengan kemampuan mereka, dan aku juga ingin perkebunan perkebunan ku tetap berjalan namun lebih modern seperti di Australia tentunya" jawab Linda menjelaskan dengan sangat ramah karena meskipun dia tidak pernah memanggil mereka berdua ayah dia sudah menganggap mereka berdua sebagai ayah angkatnya.


"Lalu kenapa kau tidak mengambil saham perusahaan konstruksi yang besar juga untuk pembangunan ini" ucap Mister Alexander kembali.

__ADS_1


__ADS_2