
Linda langsung menandatangani kontrak sewa itu kedua duanya karena yang satu asli untuknya dan satu asli lagi dia berikan kembali ke Felix.
"Jadi satu menara BTS itu kontrak di tanahku per tahun dan uang sewanya senilai satu miliar per tahun, perpanjangan kontrak sewa satu bulan sebelum habis kontrak nah kok bisa semahal ini?" Ucap Linda sambil menggeser kontrak sewa yang sudah menjadi miliknya.
"Iya Bu Linda, ini di karenakan ibu pemilik perusahaan jadi hitungan sewanya adalah angka tertinggi, ini sudah sesuai dengan aturan perusahaan" ucap Pak Felix dengan sangat hormat.
"Oke jika demikian tidak masalah lalu bagaimana dengan simcard yang aku butuhkan" ucap Linda.
"Sedang dalam perjalanan Bu, kemungkinan jam setengah delapan baru sampai sini jadi hanya lima ratus simcard saja yang masuk ke nota dan yang dua puluh unit itu fasilitas kantor untuk ibu" ucap Pak Felix.
"Oke nanti langsung saja bawa ke balai warga saja di dekat masjid sekalian bertemu dengan Farrell yang akan membawa lima ratus unit telepon seluler, nanti orang mu suruh sekalian membantu warga untuk mengaktifkannya juga ya" ucap Linda dengan sangat ramah.
"Iya Bu baik, saya akan ke sana juga untuk mengawasi semuanya berjalan lancar" ucap Pak Felix.
"Lalu untuk yang dua puluh simcardnya berikan saja ke Mister Alexander dan saya ingin tahu bagaimana dengan keuangan perusahaan apakah neracanya bagus" ucap Linda.
"Bagus Bu, kami juga memiliki kontrak kontrak baru dalam penyediaan jasa internet dengan perusahaan perusahaan besar selain dengan perusahaan pak Farrell tentunya" ucap Pak Felix.
"Baguslah jika demikian dan tolong semua datanya di berikan melalui email ke Mister Alexander agar kami bisa mengembangkan perusahaan kita ini" ucap Linda.
"Siap Bu, semuanya sedang di persiapkan namun kapan ibu akan mengumpulkan semua pemimpin cabang" ucap Pak Felix.
"Itu nanti saja, jika pembangunan kantor sementara ku sudah selesai memangnya ada beberapa cabang" ucap Linda.
"Semuanya ada dua puluh lima cabang Bu, di seluruh Indonesia dengan kantor pusat di Bandung yang saya pimpin" ucap Pak Felix.
__ADS_1
"Oke nanti saja itu tidak terlalu penting selama semuanya berjalan dengan baik" ucap Linda.
"Baik Bu" ucap Pak Felix.
"Pak Felix, kecepatan internet maksimal berapa?" Ucap Mister Grahan.
"Perusahaan kita saat ini hanya mampu di satu Gigabyte per menit nya ini kecepatan maksimal kita" ucap Pak Felix.
"Ya sudah tidak masalah, nanti saya membutuhkannya untuk kantor sementara kami dan juga perkantoran kami, dan meskipun perusahaan telekomunikasi milik Linda namun tetap semuanya harus jelas hitungannya, jadi jangan semuanya serba gratis bisa bangkrut nanti perusahaan jika apa apa di gratiskan untuk pemilik" ucap Mister Grahan.
"Baik, nanti akan saya siapkan semuanya kebetulan akses jaringan nirkabel disini sudah bagus dengan sistem lima menara BTS jadi kedepannya kita bisa langsung melalui nirkabel saja" ucap Pak Felix.
"Iya itu sudah pasti, nanti biar Farrell saja yang berhubungan dengan Pak Felix karena dia yang akan memimpin pembangunan desa ini" ucap Mister Grahan.
"Baik Bu, jika demikian saya dan Pak Farrell sama sama bekerja kepada ibu" ucap Pak Felix dengan sangat hormat.
"Ya kurang lebih seperti itu, namun sistem kerja akan saya terapkan seperti di Sydney jadi semuanya melalui Mister Alexander dan Mister Grahan tidak langsung ke saya" ucap Linda dengan ramah.
"Siap Bu" ucap Pak Felix.
"Pak Felix, apakah perusahaan kita juga memegang semuanya atau masih menggunakan sub kontraktor" ucap Mister Alexander.
"Semuanya sudah melalui perusahaan kita Mister Alexander, karena jika melalui pihak ketiga kami kadang mendapatkan spesifikasi yang berbeda jadi untuk mempertahankan kualitas kami semuanya mandiri saja selama ini" ucap Pak Felix.
"Itu bagus, lalu bahan baku anda pakai dari mana?" Tanya Mister Alexander.
__ADS_1
"Dari perusahaan Pak Farrell, jadi jika perusahaan itu sudah menjadi milik Bu Linda maka kita sudah menjadi perusahaan yang sangat besar" ucap Pak Felix dengan sangat hormat namun terlihat bahagia.
"Ya baguslah jika demikian, jika ada perusahaan penyedia bahan utama lainnya mak informasikan saja ke Mister Alexander, selama perusahaan itu sudah Go Publik maka akan aku ambil alih saja" ucap Linda.
"Siap Bu, nanti saya akan berikan data lengkapnya ke Mister Alexander" ucap Pak Felix.
"Pak Felix anda sepertinya terlihat sangat bergembira, boleh saya tahu kenapa?" Tanya Mister Grahan.
"Jadi begini Bu Linda, Mister Grahan dan Mister Alexander, selama ini saya selalu bekerja ekstra untuk menjadikan perusahaan telekomunikasi kita menjadi yang terkuat dan terbesar, dan dengan berubahnya kepemilikan perusahaan ke Bu Linda maka secara tidak langsung perusahaan menjadi lebih kokok pondasinya dan sudah bisa di sandingkan dengan perusahaan perusahaan milik negara maju lainnya" ucap Pak Felix dengan sangat hormat.
"Ya, kita jadikan perusahaan kita selain nomor satu di Indonesia maka minimal menjadi lima besar di asia nantinya" ucap Linda dengan ramah.
"Saya tunggu emailnya ya Pak Felix, kita besarkan dan kita kembangkan perusahaan kita ini" ucap Mister Alexander.
"Siap Mister, paling lambat besok jam sepuluh pagi emailnya sudah terkirim jadi bisa Mister Alexander pelajari" ucap pak Felix.
"Oke sekarang sebaiknya kita bersiap untuk Shalat Magrib, karena setengah jam lagi akan adzan jadi saya akan membersihkan diri dulu, silahkan di lanjutkan saja, dan nanti selesai shalat Isya kita makan bersama di rumah kakek nenek ya" ucap Linda sambil mengambil ponselnya dan berkas kontrak sewa lahan menara BTS lalu meninggalkan mereka bertiga.
"Maaf Mister Grahan, jika boleh saya ketahui kantor sementara yang akan di bangun dimana?" Ucap Pak Felix.
"Di sebelah, kebetulan itu sudah di beli oleh Linda namun bangunannya tidak bagus jadi mau dibangun ulang saja, nanti biar Farrell saja yang menghubungi Pak Felix untuk instalasi telekomunikasi dan internet nya, yang jelas kami membutuhkan jaringan yang sangat stabil karena kami harus mengontrol perusahaan kami yang ada di Sydney Australia" ucap Mister Grahan.
"Baik Mister Grahan, kebetulan di menara menara BTS kami sudah menyiapkan baterai cadangan jadi tidak akan ada loss signal sama sekali untuk wilayah ini" ucap Pak Felix dengan sangat hormat.
"Itu bagus, semoga saja tidak hanya disini, karena salah satu kunci sukses perusahaan telekomunikasi adalah menjaga jaringan yang stabil baik seluler maupun internetnya" ucap mister Grahan.
__ADS_1