From Sydney With Love

From Sydney With Love
Kontrak Pembangunan desa impian


__ADS_3

"Baik Bu, kebetulan memang saya senggang" ucap Pak Felix dengan sangat hormat.


"Linda kantor kita saja dulu ya" ucap mister Grahan sambil menyalakan proyektor ruang rapat.


"Iya pembangunan kantor saja dulu" ucap Linda.


Mister Grahan langsung memutar rekaman video pembangunan kantor mereka.


"Farrell ini yang pertama harus kau kerjakan yaitu pembangunan kantor sementara untuk kami" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat dan Farrell hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil melihat video itu dengan sangat teliti.


"Ini benar benar bagus dan apakah projects proposalnya sudah ada, namun dimana lokasinya" ucap Farrell sambil terus melihat ke dinding yang menampilkan gambar proyektor itu.


"Sudah lengkap semua dan kontrak nya akan termasuk dengan kontrak pembangunan desa impian jadi sekarang kita lihat saja dulu ya sampai selesai" ucap Linda dengan ramah.


Video itu kemudian memperlihatkan enam rumah yang berderet di belakang kantor sementara itu dan bangunannya mirip dengan paviliun tamu milik Linda namun lebih sederhana.


"Oke sekarang kita akan melihat video lima dimensi projects desa impian." Ucap Mister Grahan sambil memutar video projects pembangunan desa impian.


Semuanya tanpa terkecuali langsung melihat rekaman video tersebut dan karena semuanya sudah di perbarui jadi Linda pun ikut menontonnya.


Durasi Video itu selama lima belas menit dan kini rekaman video itu sudah selesai.


"Farrell projects proposal sudah saya emailkan baru saja ke emailmu dan apakah bisa besok kau mulai merobohkan rumah di sebelah untuk dijadikan kantor sementara kami" ucap Linda dengan sangat ramah.


'Sebentar saya akan membaca projects proposalnya terlebih dulu" ucap Farrell kemudian membaca email yang diberikan oleh Linda dengan teliti dan dia melihat jika semuanya sudah matang termasuk rincian biayanya.

__ADS_1


"Jadi nilai kontrak ini senilai lima belas triliun rupiah" ucap Farrell sambil menyimpan kembali ponselnya.


"Benar, dan keuntungan perusahaan senilai dua triliun rupiah kecuali jika biaya tenaga kerja bisa lebih murah di Indonesia ini" ucap Mister Grahan dengan ramah.


"Farrell bagaimana apakah kau siap, jika sudah siap maka kami akan menyiapkan kontraknya dan kami minta agar besok sudah di mulai pekerjaannya" ucap Mister Grahan dengan ramah.


"Saya siap dengan projects ini dan besok pagi alat berat akan saya bawa kesini untuk merubuhkan rumah di sebelah itu" ucap Farrell dengan sangat bersemangat.


"Farrell aku minta semuanya perusahaan kita yang mengerjakannya dan tidak ada sub kontraktor yang terlibat, apakah kau siap" ucap Linda dengan ramah.


"Linda demi perusahaan kita maka saya siap dengan pembangunan desa impian" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke Linda.


"Baiklah, mister Grahan bisa tolong ambilkan kontrak dan oenanya" ucap Linda.


"Baik sebentar saya ambilkan dulu kontraknya" ucap Mister Grahan sambil berdiri dan melangkah keluar menuju ke ruang kerjanya untuk mengambil kontrak kerja yang sudah dia siapkan.


"Iya siap, saya akan menyelesaikan pembangunan infrastrukturnya terlebih dulu karena dengan selesainya infrastruktur maka pembangunan akan lebih mudah nantinya akan tetapi saat ini perkebunan sedang musim panen jadi saya akan menunggu panen selesai terlebih dulu" ucap Farrell.


"Panen akan selesai paling lama dalam satu minggu oleh karena itu kau bisa membuka lahan setelah itu" ucap Linda dengan ramah.


"Jika demikian maka saya akan mempersiapkannya dan Pak Felix perusahaan bapak akan sangat kami butuhkan kedepannya, nanti saya akan siapkan kontrak kerjasamanya karena saya hanya akan menggunakan perusahaan milik Linda saja dalam projects desa impian ini sedangkan untuk konstruksi semuanya akan saya kerjakan sendiri" ucap Farrell.


"Iya Pak Farrell, saya siap untuk semua kebutuhan telekomunikasi di desa impian ini dan jika di perlukan maka saya bisa membantu untuk pengurusan surat surat izin nya kebetulan hubungan saya dengan pemerintah daerah cukup baik" ucap Pak Felix.


"Siap Pak, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuan Pak Felix" ucap Farrell dengan sangat hormat bersamaan dengan kedatangan kembali Mister Grahan yang membawa dua kontrak pembangunan desa impian dan juga Beberapa berkas pendukungnya yang berupa spesifikasi dan desain.

__ADS_1


"Farrell silahkan di baca dulu jika setuju maka saya akan menandatanganinya dan semua biaya akan saya berikan langsung" ucap Linda sambil menyodorkan kontrak tersebut.


Farrell langsung menerimanya dan membacanya dengan teliti setiap poin yang ada lalu memeriksa dan membaca berkas pendukungnya.


"Linda saya sudah sangat setuju dengan kontrak ini, tapi apakah ini perlu secara Linda adalah pemilik perusahaan" ucap Farrell dengan sangat sopan.


"Farrell disini aku adalah klien mu, dan kita harus tetap profesional dalam hal ini jika kau sudah setuju maka kita bisa menandatangani kontrak dan saya bisa mentransferkan semua biayanya jadi kewajiban saya selesai tinggal kewajiban mu saja" ucap Linda sambil tersenyum hangat dan berdiri di ikuti oleh Farrell karena dia tahu jika Linda akan menandatangani kontrak ini sambil berdiri bersama dengannya.


Mister Grahan dan Mister Alexander juga sudah siap dengan ponsel mereka untuk mendokumentasikan penandatanganan kontrak.


Linda kemudian menandatangani kontrak tersebut demikian juga dengan Farrell dan mereka langsung berjabat tangan, hal ini semua didokumentasikan oleh Mister Grahan dan Mister Alexander.


Linda kemudian menyerahkan satu kontrak asli ke Farrell beserta dengan berkas pendukungnya lalu duduk kembali di kursinya demikian juga dengan Farrell.


Linda mengambil ponselnya dan langsung mentransfer senilai lima belas triliun rupiah ke rekening Farrell lalu menyerahkan bukti transfer melalui pesan singkat ke Farrell.


"Farrell dana lima belas triliun rupiah sudah saya transferkan ke rekening mu dengan ini kewajiban saya sudah selesai dan sesuai kontrak maka saya akan tetap mengawasi projects dan akan ikut campur jika projects tidak sesuai dengan yang kita sudah sepakati" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Farrell.


"Terima kasih Linda untuk kesempatan ini, aku tidak akan mengecewakan mu lagi" ucap Farrell dengan sangat sopan dan tersenyum hangat ke Linda.


"Pak Felix jangan lupa saya minta berkas perusahaan dan rencana pengembangan perusahaan, jadi saya tahu kemana larinya perusahaan kita kedepannya, jika perlu silahkan di data perusahaan perusahaan yang selama ini menjadi penyedia barang dan jika bisa kita beli saja mereka jadi perputaran uang lebih bagus lagi"


"Baik Bu, besok jam sepuluh saya pastikan sudah terkirim ke Mister Alexander" ucap Pak Felix dengan sangat hormat.


"Oke semuanya sudah selesai dan sebaiknya kita beristirahat, terima kasih untuk semuanya" ucap Linda membubarkan pertemuan itu.

__ADS_1


"Bu Linda, Mister Grahan dan Mister Alexander jika demikian saya mohon diri" ucap Pak Felix dengan sangat hormat sambil berdiri lalu meninggalkan ruang rapat tersebut.


__ADS_2