
“Maaf Bu, semua produk yang ada disini, hasil produksi sendiri atau gimana ya jika saya boleh” ucap Linda.
“Kami kebetulan memiliki rumah produksi sendiri, karena memang suami saya pengrajin kulit dari kota garut, jadi jika Ibu ingin memesan model khusus maka akan bisa kami buatkan kok.” ucap wanita pemilik toko kulit itu.
“Iya Bu, nanti jika memang saya menginginkannya saya akan menghubungi ibu” ucap Linda.
“Baik Bu, sudah saya kirimkan ya nomor rekening saya ke ibu, maaf saya tinggal sebentar ya Bu, saya akan meminta anak anak untuk mulai bekerja membereskan belanjaan ibu jadi bisa saya hitung totalnya dan juga saya akan berikan diskon dua puluh persen untuk ibu” Ucap Wanita pemilik toko.
“Iya sudah masuk, saya transferkan dulu saja dua ratus juta ya, nanti jika sudah selesai hitungannya silahkan di kabari saja ke saya, karena jika menunggu disini sepertinya akan lama” ucap Linda sambil kemudian mentransferkan uang senilai dua ratus juta ke rekening wanita pemilik toko kulit itu.
“Sudah masuk ya Bu, saya sudah kirimkan juga bukti transfernya ke Ibu” ucap linda lagi sebelum wanita pemilik toko kulit sempat menjawabnya.
Wanita pemilik toko pun kemudian melihat ponselnya dan memeriksa saldo rekeningnya melalui aplikasi perbankkan di ponselnya.
“Iya Bu sudah masuk, baik nanti jika sudah selesai saya akan mengabari ibu, silahkan jika ibu hendak berbelanja terlebih dulu” ucap wanita pemilik toko bersamaan dengan kedatangan Mily.
“Miss, nenek dan ibu menunggu di toko perhiasan sebelah” ucap Mily.
“Iya, aku juga sudah selesai kok disini, ayo kita ke sebelah, Bu saya permisi ya” ucap Linda.
“Iya Bu silahkan dan sekali lagi terima kasih ya” ucap wanita pemilik toko kulit.
Linda dan Mily kemudian meninggalkan toko kulit itu lalu melangkah ke toko sebelah yang merupakan toko perhiasan dan ternyata kedua ibu angkatnya sedang mencoba kalung sedangkan neneknya sedang mencoba sebuah gelang.
Linda pun melihat lihat perhiasan yang ada di sana dan melihat sebuah kalung dengan inisial F dan juga ada inisial L, kalung itu juga kalung berlian karena bertabur berlian kualitas terbaik.
__ADS_1
“Mba saya mau kedua kalung ini tolong dibungkus dengan kotak kayu warna hitam ya” ucap Linda ke wanita yang menjaga etalase tersebut.
“Baik Bu, ini menggunakan berlian terbaik dengan potongan yang sangat spesial juga dan merupakan barang terbaik di toko ini bu, sebentar ya saya siapkan notanya dulu” ucap wanita penjaga toko perhiasan itu.
“Nanti saya bersama nota kedua ibu dan nenekku, mereka sepertinya masih memilih dan notanya berikan ke saya saja ya” ucap Linda.
“Baik Bu, silahkan Bu di lihat lihat, siapa tahu ada lagi yang membuat ibu tertarik” ucap wanita penjaga toko perhiasan itu.
“Apakah ada jam tangan yang untuk pasangan, namun yang terbuat dari emas dan berlian tapi saya tidak ingin yang pasaran ya, saya lebih suka yang hanya di buat satu saja sehingga tidak ada yang menyamainya” ucap Linda.
“Ada Bu. sebentar saya ambilkan produk jam tangan kami” ucap wanita penjaga toko perhiasan sambil melangkah ke etalase lainnya dan Linda hanya menunggu disana saja.
“Bu silahkan di lihat, ini jam hanya sepasang ini saja, sengaja kami datangkan dari Swiss dan semuanya adalah emas dan bermata berlian, kedua jam ini merupakan jam otomatis dan tidak menggunakan baterai, ini kami pesan khusus kok bu ke sana jadi meskipun merknya pasaran namun jamnya tidak” ucap wanita penjaga toko perhiasan itu sambil meletakan sepasang jam tangan yang sangat bagus dan mewah.
Linda hanya tersenyum dan melihat jam tangan tersebut lalu memeriksanya dengan teliti karena memang dia penghobi jam tangan jadi bisa mengetahui mana asli mana bukan.
“Ada Bu, sengaja kotak aslinya kami simpan karena kotaknya saja sudah sangat mahal dan kami tidak ingin sampai kotak kayu itu rusak, namun ibu akan mendapatkannya kok.” ucap wanita penjaga toko perhiasan.
“Oke cukup kalung dan jam tangan ini saja yang saya beli, notanya nanti disatukan saja ya” ucap Linda.
“Baik Bu” ucap wanita penjaga toko perhiasan itu.
Linda kemudian berjalan mendekati kedua ibu angkatnya dan juga neneknya itu yang masih sibuk memilih perhiasan.
“Ibu dan Nenek jika mau kasihkan saja ke penjaga nya nanti masuk ke tagihan ku kok, aku juga sudah memilih yang aku inginkan” ucap Linda.
__ADS_1
“Ini nenek masih bingung yang mana ya yang pas untuk nenek” ucap Nenek Evi sambil memperlihatkan tiga gelang yang ada di tangannya.
“Nenek tiga tiganya bagus kenapa nenek tidak mengambil ketiga nya saja, jadi nenek bisa berganti ganti perhiasan” ucap Linda.
“Tuch kan betul Bu, sudah ku bilang ambil saja tiga tiganya dari pada ibu bingung” ucap Miss Elvira.
“Ya sudah Nenek, ambil ketiga tiganya saja.” Ucap Nenek Evi sambil melepas ketiga gelang itu dan memberikannya ke wanita yang berjaga di etalase itu.
“Nek, belikan cincin buat kakek, dan ibu belikan juga untuk ayah” ucap Linda.
“Iya abis ini kami akan melihatnya dan kau belikan untuk Farrell” ucap Miss Lissa.
“Ibu, jika soal cincin dia lah yang membelikannya untukku, kecuali aku sudah menjadi istrinya baru aku yang membelikannya” ucap Linda.
“Lalu apa yang kau belikan untuk Farrel” ucap Miss Elvira sambil memberikan kalung yang di cobanya ke wanita penjaga toko perhiasan untuk di bungkus.
“Aku membelikannya kalung dan juga jam tangan” ucap Linda.
“Iya bagus itu jadi selalu dekat di hati dan selalu mengingatmu” ucap Miss Lissa sambil memberikan kalung yang di cobanya ke wanita penjaga toko perhiasan untuk di bungkus juga.
“Ayo kita lihat cincinnya” ucap Miss Elvira.
“Iya kalian saja aku mau lihat Mily” ucap Linda sambil melangkah menuju Mily yang asik di salah satu etalase.
“Kau ini sepertinya kebingungan” Ucap Linda ke Mily.
__ADS_1
“Miss yang mana ya yang pas untuk ku hadiahkan ke Bradley” ucap Mily sambil menunjuk ke etalase yang berisi aneka cincin berlian.
“Mily mana yang kau lihat pertama maka itu yang kau pilih jadi kau tidak kebingungan, Nenek dan Ibu juga sedang melihat cincin di sebelah saja tuch, lebih bagus dari tumpukan disini loh” ucap Linda yang melihat jika yang di lihat Mily adalah cincin berlian biasa bukan yang memiliki kualitas terbaik dan sempurna.