From Sydney With Love

From Sydney With Love
Projects proposal nya mentah


__ADS_3

"Mister Grahan dan Mister Alexander, itulah saya di masa lalu, selalu berpikir kuantitas bukan kualitas, saya terlalu banyak mendengarkan pemikiran pemikiran yang cenderung melemahkan saya, berbeda dengan Linda dan anda berdua yang lebih memikirkan kualitas dari produk yang anda jual ke konsumen anda, saya mohon bimbingannya karena ke depan saya akan lebih banyak berkonsultasi dengan anda berdua" ucap Farrell dengan sangat hormat.


"Tentu saja, kami akan dengan senang hati membantu mu, jangan sungkan untuk berbincang dengan kami jika ada hal yang ingin kau tanyakan, tapi jangan minta kami mendekatkanmu dengan Linda karena Linda malah akan menjauhi mu nantinya" ucap Mister Alexander dengan sangat ramah.


"Apa yang dikatakan oleh Alexander memang benar adanya jadi untuk masalah Linda kau harus bisa membuktikan jika dirimu memang pantas untuk nya" ucap Mister Grahan berbarengan dengan masuknya pesan singkat ke ponsel Farrell.


Farrell kemudian mengambil ponselnya dan dia melihat jika pengirim pesan singkat itu adalah orang orang yang akan mensurvei lokasi untuk pembangunan menara BTS.


Farrell langsung membalasnya dan meminta mereka untuk menunggu di depan rumah Linda karena biar bagaimana pun juga tanah milik Linda yang akan di gunakan.


"Mister Alexander dan Mister Grahan sebaiknya kita ke rumah Linda dulu, karena kawan saya sudah akan sampai dan saya meminta mereka ke rumah Linda" ucap Farrell sambil menyimpan kembali ponselnya.


"Ayo kita ke sana jika demikian" ucap Mister Alexander dengan ramah.


Mereka bertiga kemudian turun dari rumah pohon itu dan langsung berjalan ke rumah Linda dan sepanjang perjalanan banyak sekali warga desa yang menyapa Mister Alexander dan Mister Grahan karena memang mereka sudah mengenalnya.


Perjalanan yang dekat itu sampai memakan waktu dua puluh menit karena mereka sering berhenti untuk sekedar membalas sapaan para penduduk desa lalu ketiganya duduk di teras rumah Linda yang pintu depannya tertutup dan terkunci.


"Setidaknya disini ada sinyal wifi meskipun sinyal seluler tidak ada sama sekali" ucap Farrell sambil melihat ponselnya lalu menyimpan ponselnya di atas meja yang ada di teras itu.


Terdengar suara linda membuka kunci pintu depan rumahnya dan Linda keluar dari dalam rumahnya itu.

__ADS_1


"Kalian bertiga jika mau istirahat di paviliun tamu saja ya, awas saja kalau ada dari kalian yang tidur di kursi teras ku" ucap Linda mengingatkan mereka bertiga.


"Linda, kami sedang menunggu kawan Farrell yang hendak mencari lokasi yang tepat untuk pemasangan menara BTS, bukan mau tidur di sini" ucap Mister Alexander dengan sangat ramah.


"Ooooooooh aku kira kalian kecapean trus mau tidur, ya sudah aku aku tidak jadi memberikan kunci paviliun tamu ku" ucap Linda sambil menaruh tiga anak kunci Paviliun tamu miliknya yang memang di siapkan olehnya jika ada tamu yang menginap agar tidak menjadi fitnah dengan tetangga.


Mister Grahan dan Mister Alexander langsung mengambil masing masing satu anak kunci dan menyimpannya di saku kemeja mereka.


"Farrell kau tidak menginap, sebaiknya mau menginap saja disini, bukankah besok kau akan mulai pekerjaan pembangunan perumahan kami" ucap mister Alexander dengan ramah sambil melihat Farrell yang sedang membaca email di ponselnya.


Email yang di terima Farrel adalah email project proposal pembangunan perumahan di atas bukit dan dia langsung mengirimkan email tersebut ke email Linda.


"Linda maaf, barusan saya mengirimkan email project proposal pembangunan perumahan di atas bukit, namun sepertinya masih membutuhkan revisi dari mu" Ucap Farrell dengan sangat sopan.


Di dalam rumahnya Linda kemudian mencetak projects proposal tersebut dan dia mencetaknya rangkap empat agar semuanya bisa membacanya serta mempelajarinya.


Linda yang sudah mencetak rangkap empat kemudian berjalan kembali ke teras rumahnya dan langsung memberikan mereka masing masing satu project proposal itu untuk mereka baca dan mereka pelajari karena dia tahu jika Farrell juga baru membacanya sekilas saja.


"Farrell kita akan membahas ini nanti saja, sekarang kau temui saja dulu kawanmu itu, dan silahkan cari lokasinya jika sudah ketemu maka sampaikan kepadaku" ucap Linda yang melihat ada dua orang yang menggunakan sepeda motor berhenti di depan rumahnya dan dia tahu jika kedua orang itu bukan warga desanya.


"Oh iya baik, sebentar saya temui mereka dulu" ucap Farrell dengan sangat sopan lalu menyimpan projects proposal tersebut di atas meja dan melangkah menuju ke luar gerbang menemui kawannya itu.

__ADS_1


"Linda saya tidak melihat adanya masalah dari projects proposal ini" ucap Mister Grahan dengan ramah.


"Benar Linda, saya juga melihat jika semuanya sudah sesuai" ucap Mister Alexander.


"Ada beberapa masalah yang aku temukan malahan, pertama tidak adanya pagar di perumahan adanya di masing masing rumah, sedangkan aku tidak membuat gambar pagar di desainku, harusnya pagarnya menutupi bagian bawah bukit itu agar seluruh bukit bisa menjadi area perumahan.


Kedua, di desain ku sudah ada kolam renang di belakang rumah terus buat apa di bangun lagi kolam renang di area bukit.


Ketiga bahan bangunan nya berbeda dengan apa yang aku tulis, jadi projects proposal ini sangat mentah dan harus di buat ulang, namun nanti kalian sampaikan ke Farrell jika dia sudah selesai dengan lokasi untuk menara BTS" ucap Linda sambil menyimpan projects proposal tersebut di atas meja.


"Linda iya benar sepertinya karyawan Farrell tidak melihat desain mu dengan teliti, biar kami berdua saja yang menegurnya ya" ucap Mister Grahan dengan sangat sopan sambil kemudian membaca ulang projects proposal itu lalu menandai beberapa bagian yang akan disampaikan ke Farrell karena memang Linda saat datang membawa projects proposal tersebut dia juga membawa beberapa spidol marker untuk merevisi projects proposal tersebut.


"Linda, apakah tidak sebaiknya kita saja yang mengerjakan pembangunan perumahan ini" ucap mister Alexander dengan sangat sopan.


"Jangan biarkan saja Farrell yang mengerjakannya aku ingin projects perumahan kalian ini menjadi awal perubahannya" ucap Linda dengan ramah sambil melihat Farrell mendatanginya.


"Farrell ada apa?" Ucap Linda dengan ramah.


"Linda bolehkah saya meminjam motor mu, karena jika kami menggunakan satu motor bertiga akan membahayakan kami sendiri" ucap Farrell dengan sangat sopan.


"Silahkan pakai, kau pilih saja mau motor yang mana ada beberapa motor di garasi ku, dan kuncinya juga sudah terpasang" ucap Linda dengan ramah sambil menunjuk ke garasinya.

__ADS_1


"Baik, terima kasih dan ini draft sewa lahannya" ucap Farrell sambil memberikan sebuah berkas yang merupakan draft kontrak sewa lahan untuk menara BTS ke Linda dan langsung di terima oleh Linda.


__ADS_2