
"Ayah, bagaimana menurut ayah tentang Farrell dan Linda" ucap Mister Alexander.
"Ayah melihat keduanya sudah sangat serasi dan saling melengkapi satu sama lainnya, ayah juga sudah berbicara dengan kakek Prayoga dan kakek Prayoga setuju dengan hubungan mereka berdua, tapi hal ini kembali ke mereka berdua tentunya." Ucap kakek Muchtar.
"Iya ayah, karena ini masa depan mereka jadi hanya mereka yang bisa menentukannya, kita hanya bisa mengarahkan mereka saja" ucap Mister Alexander.
"Alexander, apa benar kalian mau menetap selamanya di desa impian ini" ucap Kakek Muchtar.
"Iya ayah, namun kami secara administrasi belum bisa karena masih baru disini, tapi kedepannya semoga saja bisa mendapatkan izin tinggal permanen" ucap Mister Alexander.
"Ayah dan ibu sebenarnya berharap kalian semua tetap disini saja, tidak perlu kembali ke Australia, kami akan semakin tua, dan jika kami berdua sudah tidak ada maka kalianlah yang akan mengurus Linda, Linda memang sudah dewasa namun dalam beberapa hal dia tetap seperti gadis kecil pada umumnya" ucap Kakek Muchtar.
"Iya ayah saya juga memahaminya, tapi kita tidak bisa selalu memperlakukan Linda seperti anak kecil karena dia sekarang sudah dewasa, ayah jangan khawatirkan apapun ya, aku yakin ayah dan ibu akan berumur panjang dan sehat selalu, sampai melihat Linda menikah dan mempunyai anak" ucap Mister Alexander.
Mereka terus berbincang satu sama lain sampai kemudian Farrell dan Mister Grahan datang menjemput mereka berdua.
Sementara itu Linda sedang berada di sebuah Mall terbesar di kota bandung dan berbelanja bersama dengan neneknya dan juga kedua ibunya termasuk juga dengan Mily yang sengaja di ajak oleh Linda.
"Miss aku mau membeli tas dulu ya, sepertinya tas tas kulit itu sangat bagus" ucap Mily yang kebetulan mereka sedang melintas sebuah toko yang menjual produk kulit khas kota garut.
"Ayo kita masuk, Nenek juga ingin membeli Topi Laken untuk kakek" ucap Nenek Evi sambil melangkah lebih dulu memasuki toko kulit tersebut.
Linda dan yang lainnya kemudian memasuki toki itu menyusul Nenek Evi.
"Ibu, topi laken itu topi apa?" Ucap Miss Elvira yang berdiri di samping nenek Evi dan Miss Lissa sedangkan Linda dan Mily di bagian toko lainnya.
"Ini loh topi laken" ucap Nenek Evi sambil mengambil sebuah Topi dan memakainya.
"Ibu ini namanya topi koboi jika di kami" ucap Miss Elvira.
"Iya, tapi di kami namanya topi Laken" ucap Nenek Evi sambil memilih milih topi laken itu.
__ADS_1
"Ibu belinya enam saja biar samaan semua" ucap Miss Lissa sambil ikut memilih dan mencoba topi laken itu.
"Enam buat siapa saja?" Tanya Nenek Evi.
"Buat kakek, buat suami kami, buat Bradley, Farrell dan juga kakeknya" ucap Miss Lissa.
"Ya sudah jika mau mu begitu, disamakan saja semua yang warna hitam ya" ucap Nenek Evi sambil mengambil enam topi laken berwarna hitam yang semuanya All size jadi bisa di pakai oleh siapapun.
"Bu, lucu ngak" ucap Miss Elvira sambil mengambil sebuah topi kulit biasa dan memakainya.
"Untuk anak ibu yang cantik ini apasih yang tidak lucu" ucap Nenek Evi.
"Aku juga mau ini deh, biar kalau jalan di desa tidak kepanasan" ucap Miss Lissa mengambil topi kulit yang sama dengan yang di pakai oleh miss Elvira dan langsung memakainya.
"Iya kau juga terlihat cantik dengan topi itu" ucap Nenek Evi sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.
Sementara itu Linda dan Mily sibuk mencari tas kerja laki laki yang terbuat dari kulit.
"Apa kau yakin bisa berhasil dalam satu tahun" ucap Linda.
"Sangat yakin, kan kita menguasai periklanan jadi apapun produk kita akan selalu nomor satu" ucap Mily sambil memeriksa tas tas kulit itu.
"Lalu bagaimana menurut mu dengan kualitas produk lokal ini?" Ucap Linda yang juga sedang melihat lihat tas kerja laki laki itu.
"Kualitasnya sangat bagus, meskipun ada beberapa yang jahitannya dan potongannya kurang rapi" ucap Mily sambil memisahkan enam tas.
"Mily enam buat siapa saja" ucap Linda.
"Suamiku, kakek dan kedua ayah angkat serta calon suamimu dan juga calon kakek mu itu" ucap Mily sambil menaruh ke enam tas itu di meja kasir lalu meninggalkannta disana.
"Mily lihatlah, mirip tas kita" ucap Linda memperlihatkan sebuah tas kulit yang mirip dengan miliknya yang di beli di paris.
__ADS_1
"Iya sama persis, ya sudah kita beli enam juga" ucap Mily setelah melihat tas tersebut.
"Mily beli saja semuanya sepertinya hanya ada lima belas saja kok" ucap Linda.
"Banyak sekali buat siapa" ucap Mily.
"Buat di bagi bagilah, kasian jika Jane dan yang lain sampai nga dapat, jika perlu beli saja semua di toko ini untuk semua saudara kita di sydney" ucap Linda.
"Kenapa tidak bilang dari tadi, dari pada pusing memilih disini mendingan satu toko ini saja kita beli, trus barang barangnya kita pilih di rumah saja, jadi bisa kita bungkus rapi dan kita kirimkan ke sydney" ucap Mily sambil tersenyum lebar.
"Ya sudah aku ke kasir, kau temui nenek dan ibu ya" ucap Linda.
"Oke" ucap Mily sambil meninggalkan Linda.
Linda pun kemudian menyimpan tas itu kembali dan berjalan menuju kasir.
"Pagi Bu, maaf apakah saya bisa bertemu dengan pemilik toko ini" ucap Linda ke kasir toko itu.
"Iya Bu, saya sendiri pemiliknya, disini hanya ada saya dan anak saya saja, apakah Ibu ingin memesan model khusus?" ucap Wanita usia empat puluh lima tahunan yang merupakan kasir toko produk kulit itu.
"Oh tidak Bu, saya hendak membeli semua isi toko ini buat di jadikan oleh oleh, apakah bisa?" Ucap Linda.
"Alhamdulillah, jika memang seperti ini maka saya sangat berbahagia sekali Bu" ucap Wanita pemilik toko tersebut.
"Iya Bu, bisa di buatkan saja nota pembeliannya, dan apakah bisa dikirim nanti sore ke alamat ini" ucap Linda sambil memberikan sebuah kartu nama yang berisi alamat pribadinya.
"Tentu saja Bu, kami bisa mengirinnya, jika berdasarkan data tadi pagi dan maka kurang lebih semuanya tiga ratus empat puluh lima juta rupiah namun saya akan data ulang terlebih dulu" ucap Wanita pemilik toko.
"Oke, bisa kirimkan nomor rekeningnya terlebih dulu, nomor saya ada di kartu nama saya" ucap Linda.
"Iya Bu, sebentar saya kirimkan data rekening saya" ucap Wanita pemilik toko sambil kemudian mengirimkan data rekeningnya ke Linda melalui pesan singkat.
__ADS_1