From Sydney With Love

From Sydney With Love
Pembelian Rumah Warga 2


__ADS_3

"He he he aku belum, tapi sudah ku siapkan simcard untuk ku kok, nanti deh setelah selesai pembelian rumah dan tanah penduduk desa sebelah aku aktifkan simcard lokal itu" ucap Linda sambil tertawa ringan.


"Apakah Ibu Evi sekarang sudah memiliki polsek juga" ucap Nenek Wati.


"Sudah namun aku masih belum paham cara menggunakannya, kemarin Linda memberikan semua penduduk desa ini masing masing satu handphone yang sama" ucap Nenek Evi sambil memperlihatkan ponselnya itu.


"Ibu sini aku ajari ibu" ucap miss Lissa sambil berdiri dan duduk di sebelah Nenek Evi.


"Ya sudah aku pamit dulu ke balai warga karena aku harus menemui para penduduk desa sebelah yang sedang di susul oleh kakek" ucap Linda sambil berdiri lalu melangkah meninggalkan mereka semua.


Linda langsung ke balai warga dan dalam perjalanannya banyak sekali penduduk desa yang mengucapkan terima kasih kepadanya atas ponsel baru mereka itu.


Linda duduk sendirian di balai warga desa itu dan tidak lama kemudian kakek muchtar datang bersama dengan beberapa warga yang memang menggunakan sepeda motor juga dengan masing masing membawa berkah kepemilikan rumah mereka yang sudah semuanya berupa sertifikat hak milik.


"Linda semuanya ada empat ratus dua orang orang jadi ada empat ratus dua puluh rumah plus tanah yang akan di jual hari ini, dan ini berarti semua penduduk desa sebelah akan meninggalkan desa mereka" ucap Kakek Muchtar sambil duduk di sebelah Linda.


"Iya Kek, nanti Linda pikiran dengan desa itu agar tidak seperti desa hantu jika kosong" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke kakeknya itu.


"Iya sebaiknya begitu" ucap Kakek Muchtar.


"Bapak dan ibu untuk lebih cepat bisa kesini saja satu persatu biar bisa langsung saya transaksikan" ucap Linda ke orang orang yang ada di depannya itu.


Satu orang wanita berusia empat puluh tahunan berdiri dan memang dia yang pertama datang lalu berjalan menuju linda dan duduk di depan Linda dengan sangat sopan.


"Linda ibu mau menjual rumah dan tanah ibu, karena ibu di desa sendirian jadi mau ikut sama anak ibu saja di kota Cimahi" ucap Ibu itu dengan sangat sopan.


"Ibu bisa lihat berkasnya" ucap Linda sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Linda ini berkasnya, surat tanda tidak sengketa juga sudah ada" ucap Ibu itu sambil memberikan berkas kepemilikan rumah yang dia bawa lalu menyerahkannya ke Linda dan Linda langsung memeriksanya dengan teliti karena jika tidak dia bisa mendapatkan masalah kedepannya.


"Berapa harga yang ingin ibu berikan untuk tanah dan rumah ibu ini" ucap Linda sambil menyimpan berkas itu di atas meja di sebelah kanannya agar tidak menghalanginya.


"Linda sesuai dengan harga pasaran ibu ingin lima ratus juta saja" ucap ibu itu dengan sangat sopan.


"Ibu ada nomor rekeningnya biar Linda transferkan" ucap Linda.


"Linda ini nomor rekening ibu" ucap Ibu itu sambil memberikan buku tabungannya ke Linda dan langsung di terima oleh Linda.


"Ibu bisa isi kwitansi ini dulu ya, saya akan transferkan uangnya, yang dia ibu isi dan sisanya cukup tanda tangan saja" ucap Linda sambil menyerahkan lima lembar kwitansi pembelian beserta penanya ke ibu tersebut.


"Iya Linda, terima kasih" ucap Ibu tersebut.


Linda kemudian mentransfer uang sejumlah lima ratus juta rupiah kepada rekening bank ibu itu dan mencetak bukti transaksi perbankan tersebut dengan printer portabel yang dibawanya.


"Ibu ini bukti transfernya, uangnya sudah di rekening ibu ya" ucap Linda sambil menyerahkan bukti transfer tersebut dan buku tabungan ibu tersebut.


"Linda terima kasih, akhirnya ibu bisa berkumpul dengan anak ibu satu satunya dan kuncinya nanti sore berikan ke kakek muchtar ya selesai ibu bebenah" ucap Ibu tersebut dengan sangat sopan dan terlihat sangat bahagia.


"Iy Bu, berikan ke kakek saya saja kuncinya" jawab Linda dan ibu itu langsung berdiri dan meninggalkan balai desa dengan sangat gembira.


"Linda ini berkas rumah dan tanah saya" ucap seorang pria sepuh yang sudah duduk di depan Linda.


"Iya, sebentar saya mau lihat dulu ya kek berkasnya kakek" ucap Linda sambil mulai memeriksa berkas kepemilikan tersebut dan semuanya asli serta lengkap termasuk surat bebas sengketanya juga sudah ada.


"Kakek mau menjualnya berapa, dan apakah kakek ada nomor rekeningnya" ucap Linda dengan sangat sopan.

__ADS_1


"Linda enam ratus lima puluh juta bisa tidak ya, soalnya kakek membutuhkan senilai itu untuk membeli rumah di samping rumah anak kakek di Cimindi Bandung" ucap pria sepuh tersebut dengan sangat sopan.


"Kakek mau membeli rumah di Cimindi Bandung senilai itu trus kakek nanti uangnya habis dong" ucap Linda sambil tersenyum hangat karena luas tanah dan bangunan kakek itu dua kali lebih luas dari ibu yang pertama.


"Linda tidak apa apa, kakek masih ada sedikit tabungan dan rumah kakek juga sudah kosong karena barang barang sudah di rumah anak kakek" ucap pria sepuh itu.


"Begini saja, linda akan bayar tujuh ratus juta saja ya jadi kakek memiliki uang lebih lima puluh juta untuk keperluan kakek" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Linda benarkah jika demikian aku bisa berangkat umroh dengan uang itu dan ini nomor rekeningnya ada di buku ini" ucap pria sepuh itu dengan sangat bersemangat sambil memberikan buku tabungannya ke Linda.


"Jadi kakek mau umroh, kenapa tidak berangkat haji saja sekalian" ucap linda sambil menerima buku tabungan tersebut.


"Linda uangnya tidak akan cukup untuk aku dan istriku haji namun cukup untuk umroh" ucap Pria sepuh tersebut dengan sangat sopan.


"Berapa memangnya biaya hajinya" ucap Linda dengan ramah.


"Jika saya tidak salah di empat puluh jutaan per orangnya" ucap Pria sepuh itu dengan sangat sopan.


Linda kemudian mengambil ponselnya dan mentransferkan senilai tujuh ratus lima puluh juta ke rekening milik pria sepuh itu dan memberikan bukti transfernya yang sudah dia cetak dengan printer portabel miliknya bersamaan dengan buku tabungan pria sepuh itu.


"Linda ini lebih lima puluh juta" ucap pria sepuh itu melihat bukti transfer tersebut.


"Untuk nenek berangkat haji" ucap Linda sambil tersenyum ramah.


"Linda, terima kasih kau sungguh baik, istri ku pasti gembira dengan hal ini dan ini kunci rumahnya" ucap pria sepuh itu sambil memberikan beberapa anak kunci ke Linda dan langsung berdiri lalu meninggalkan balai warga desa dengan gembira ria.


Linda kemudian menyimpan kunci kunci tersebut di dalam tas plastik berkas kepemilikan agar mudah untuknya mengetahuinya nanti.

__ADS_1


__ADS_2