From Sydney With Love

From Sydney With Love
Berbelanja Bersama 5


__ADS_3

"Bradley oh Bradley dari sebelum menikah sampai sekarang masih saja sama." Ucap miss Elvira.


"Mily, bagaimana dengan bisnis di Sydney apakah semuanya lancar?" Tanya miss Lissa.


"Lancar Ibu, meskipun aku dan Linda disini namun kami tetap memantaunya kok, jadi tidak akan ada hal terlewat oleh kami, kami juga berencana menggunakan satu nama saja untuk semua perusahaan yang di miliki oleh Linda, saat ini sudah ada seratus perusahaan yang Linda miliki dan jika sudah selesai penyatuan nama itu maka nantinya akan lebih maju dan menghasilkan keuntungan lebih banyak untuk Linda." Ucap Mily menjelaskan.


"Linda dan kau ini memang wanita wanita yang sangat pintar melihat situasi, belum satu tahun namun sudah memiliki banyak sekali perusahaan baru, Mily terima kasih ya kau selalu membantu Linda." Ucap miss Elvira.


"Ibu, semuanya keberhasilan Linda dalam memimpin, kan ibu tahu kalau aku hanya bisa mencari informasi saja, jika Linda tidak memberikan perintah maka aku bisa maju, namun aku kadang bingung juga sama Linda karena kini dia semakin banyak beban malah jadi semakin santai." Ucap Mily.


"Apakah kau lupa jika Linda memang akan lebih banyak berlibur jika sedang banyak pikiran namun yang kita lihat berlibur itu ternyata untuk dia adalah sumber inspirasi, apakah kau ingat dulu perusahaan nyaris saja bangkrut dan dia malah asyik berlayar bukan memikirkan solusi tapi ternyata selesai berlayar dia malah membuat gebrakan yang sangat hebat dengan membuat banyak kontrak baru, dan hal hal yang mustahil dulu perusahaan lakukan malah sukses dia lakukan." Ucap miss Lissa.


"Iya Ibu, sampai ayahnya sendiri kaget, Linda yang dikira cuek tidak memikirkan nasib perusahaan malah memiliki ide ide cemerlang, di saat orang berlayar untuk berlibur dia malah melakukan negosiasi kontrak senilai miliaran dollar." Ucap Mily.

__ADS_1


"Iya benar bahkan aku ingat sekali suamiku sampai cuma duduk termenung dan bahkan sampai meminta izin ku untuk membuka deposito kami agar bisa membayar gaji para pegawai, dan saat tahu jika Linda kembali dengan membawa kontrak miliaran dollar itu, suami ku sampai berucap akan selalu bekerja untuk Linda, ya sampai sekarang ini dia tetap ingin mengabdikan dirinya untuk Linda, katanya jika bukan kita sebagai orang tua angkatnya yang membantu Linda, siapa lagi yang bisa." Ucap miss Elvira.


"Iya sama suamiku juga berkata seperti itu, katanya gini, Linda itu anak kita satu satunya jadi aku akan memastikan dia benar benar sukses dan bahagia." Ucap miss Lissa.


"Ibu, jika dulu Linda tidak membantu hidup ku, mana mungkin aku bisa seperti sekarang, aku sendiri membantu Linda karena buat ku bukanlah aku bekerja untuknya namun aku membantu kakak ku untuk mencapai kesuksesan dan impian ku, Linda bukan hanya menjadi yang terkaya di australia namun menjadi yang terkaya di seluruh dunia, bahkan sebenarnya jika total aset pribadinya saja di hitung saat ini dia sudah termasuk lima terkaya di dunia ini." Ucap Mily.


"Orang terkaya nomor lima di dunia hidup di desa pedalaman, jika saja para wartawan itu mengetahuinya bisa bisa setiap hari mereka datang melakukan wawancara." Ucap miss Lissa.


"Iya Ibu itu benar namun Linda hanya mengekspos kekayaan di australia saja sedangkan rekening pribadinya ada di seluruh dunia ini, dia menyimpan uangnya di semua bank internasional dan bank bank itu tidak akan berani mengekspos kekayaan Linda, karena jika sampai Linda menarik semua dananya maka secara otomatis peringkat bank itu akan turun drastis." Ucap Mily.


"Iya Ibu. Total yang Mily pakai untuk membeli perusahaan perusahaan itu sebanyak empat puluh persen namun dalam tiga bulan sudah kembali menjadi delapan puluh persen, ini belum terhitung dari keuntungan perusahaan yang dikelola oleh Farrell, dan dana yang digunakan dalam pembangunan desa impian sebenarnya  sudah kembali dari bulan pertama, makanya Linda sangat mudah menyetujui perubahan perubahan dalam rencana pembangunan desa impian kita." Ucap Mily.


"Pantas saja tadi menyetujui pembangunan rumah sakit semudah itu, dan keinginan suami kita juga main di setujui saja olehnya." Ucap miss Lissa.

__ADS_1


"Mungkin jika yang lain berpikir boros sekali Linda dalam membangun perusahaan baru dan membangun desa impian menjadi desa mandiri yang sangat mewah, namun jika mereka semua tahu jika Linda aslinya tidak mengeluarkan uang sama sekali pasti mereka akan muntah darah, nah strategi bisnis seperti ini yang saya sendiri masih belum memahami namun Linda selalu satu langkah di depan saya, dia itu seperti kalkulator berjalan loh Bu." Ucap Mily.


"Iya benar sekali itu, dan tidak ada loh yang menyaingi dia, kadang saat suami ku berbicara project project kalian aku hanya bisa kebingungan saja karena perhitungan perhitungan Linda tidak bisa Ibu baca sama sekali." Ucap miss Elvira.


"Bu. Kami semua pegawainya juga sama, kadang jika kami sodorkan laporan keuangan saja Linda hanya membaca sekilas dan membalasnya dengan trik yang bisa membuat keuntungan menjadi dua kali lipat saja dan itu selalu terbukti, saat kami pening dia malah datang dengan segudang solusi padahal kami sekolah bersama, kuliah juga bersama namun dia seperti yang sampaikan tadi, selalu selangkah lebih didepan jika soal bisnis." Ucap Mily.


"Lalu Mily apakah kau ada saran agar Linda dan Farrell semakin dekat?" Ucap Miss Elvira.


"Ibu, perkara percintaan mereka itu susah untuk di bahas, karena Linda sudah membuat komitmen agar Farrell menyelesaikan lebih dulu project desa impian, dan aku tahu jika Linda juga sangat mencintai Farrell namun Farrell sendiri susah untuk maju, jika apa yang kulihat sepertinya Farrell kurang berani karena kekayaan Linda deh." Ucap Mily.


"Ini akan susah karena menimbulkan kepercayaan diri itu memakan bertahun tahun, kasus ini sama seperti suami ku, saat aku sudah menjadi seorang CEO dulu dia masih karyawan biasa yang bekerja di perusahaan ayahnya Linda, dan memerlukan waktu lima tahun untuk dia berani melamar ku." Ucap miss Elvira kembali.


"Elvira kau hanya lima tahun, suamiku tujuh tahun baru berani melamar ku, itu pun gara gara kalian menikah dia jadi berani." Ucap miss Lissa.

__ADS_1


"Kira kira Linda seperti kita ngak ya, berhenti bekerja saat sedang di puncak kejayaan dan fokus menjadi seorang istri." Ucap Miss Elvira.


"Ibu kalau aku lihat arahnya kesana, karena dari apa yang aku lihat saat ini Linda seperti sedang mengajarkan Farrell tentang dunia kepemimpinan bisnis yang sebenarnya, sebelum mengenal Linda, Farrell banyak mengalami kekalahan dalam berbisnis dan bahkan tidak teliti sama sekali namun sekarang Farrell sudah mulai pintar sedikit." Ucap Mily sambil mengangkat tangan kanannya dan ibu jari dengan jari telunjuknya hampir menempel, memperlihatkan maksud kata sedikitnya itu.


__ADS_2