
Linda membuka pintu rumahnya dan
"SURPRISE"
TOOOOOT
TOOOOOT
TOOOOOT
Semua orang kepercayaan Linda nampak di sana memberikan kejutan untuknya banyak sekali yang meniup terompet untuk menyambutnya.
"Welcome Home Miss Linda, We All Miss You" sebuah banner besar nampak terpasang di dinding ruang tamu rumahnya Linda.
Beberapa orang wanita langsung memeluk Linda dengan hangat secara bergantian menyambut kedatangan Linda dan beberapa orang tampak menangis sambil memeluknya.
"Miss Linda kami semua merindukan mu" ucap seorang wanita seumuran Linda.
"Hi Michelle you can speak Indonesian" ucap Mily
"Kami semua bisa" ucap seorang pria sepuh
"Linda saya mewakili dewan komisaris perusahaan sangat senang kau kembali kesini" ucap seorang pria sepuh lainnya
Satu persatu mulai menyatakan kegembiraan mereka bertemu dengan Linda dan Linda hanya bisa tersenyum bahagia dengan air mata yang mengalir.
"Terima kasih semuanya sudah menyayangi saya seperti ini, semoga kita semua selalu menjadi saudara selamanya" ucap Linda dengan terbata bata.
__ADS_1
"Miss Linda duduklah" ucap Mily membujuk Linda untuk duduk.
Linda langsung duduk di kursi terdekatnya dan dia benar benar merasakan kehangatan keluarga dari mereka semua.
"Miss minumlah dulu" ucap Michelle yang membawakan segelas air untuk linda dan langsung di terima oleh Linda dan di minumnya sedikit.
"Linda kami semua sudah sepakat memindahkan perusahaan ke Indonesia, dan kami sudah berbicara dengan duta besar Indonesia, sebenarnya kita masih bisa mendirikan perusahaan baru di Indonesia karena hanya berupa kantor saja bahkan jika ikut serta dengan projects di Indonesia masih bisa selama kita memperkerjakan banyak orang asli Indonesia di perusahaan kita" ucap pria sepuh perwakilan dewan komisaris.
"Mister Grahan itu memang benar namun sebetulnya saya lebih memikirkan kalian semua, saya tidak ingin kalian jauh dari keluarga kalian" ucap Linda dengan sangat sopan sambil membersihkan pipinya dari bekas airmatanya dengan tisu.
"Linda, ayah dan ibumu sudah seperti adik kami sendiri, kami semua merintis usaha dari Nol, jadi kami rasa membangun ulang di Indonesia bukanlah kemunduran melainkan kemajuan untuk perusahaan.
Linda kami semua menyukai Indonesia dan kami dewan komisaris duku sering datang berkunjung ke rumah kakek dan nenek mu, kami suka hidup disana, kami suka masyarakat Indonesia yang ramah ramah dan tentunya kami suka makanan Indonesia.
Linda kami dewan komisaris sudah memutuskan untuk menjadikan perusahaan kita di Sydney ini sebagai anak perusahaan yang di pimpin oleh Michelle namun keputusan tetap ada padamu.
"Mister Grahan saya senang mendengarnya dan selama ini kalian semua sudah bekerja keras tanpa ku, alasan ku mengusulkan kepindahan perusahaan sebelumnya karena aku merindukan berkumpul dengan kalian semua namun aku tidak bisa meninggalkan kakek dan nenek ku, karena itulah pesan ayah ku sebelum dia naik pesawat itu, dan mengenai Michelle saya percaya jika Michelle mampu dan saya yakin Michelle bisa membuat perusahaan kita semakin berkembang" ucap Linda dengan sangat ramah sambil melihat mereka semua.
"Sebentar saya ada satu pertanyaan untuk mu Linda, kenapa kau tidak mengajak kami tinggal di desa mu, bukankah di sana masih banyak tanah yang kosong milik mu, kami para direksi perusahaan beberapa tahun ini selalu menunggu ajakan mu untuk menjadi bagian dari kehidupan baru mu di desa itu" ucap Pria sepuh itu dengan sangat ramah.
"Tuan Alexander dan semuanya saya mohon maaf jika selama beberapa tahun ini saya seakan melupakan kalian semua namun perlu kalian ketahui selain kakek dan nenek ku maka kalianlah keluarga ku saat ini" ucap Linda dengan hangat.
"Oke jika demikian kita semua sepakat untuk menjadikan Michelle sebagai pemimpin perusahaan di Sydney ini dan jika kita tidak jadi membeli perusahaan itu maka kita akan memulai dari Nol di kota Bandung" ucap Linda lagi.
"Miss Linda, saya akan menjalankan perusahaan seperti yang berjalan saat ini dan saya akan berusaha untuk membuat perusahaan kita semakin berjaya" ucap Michelle dengan sangat hormat.
"Kita adalah keluarga dan perusahaan ini adalah keluarga besar kita jadi apapun yang terjadi kita akan selalu bersama, ingatlah Linda itulah yang selalu ayahmu sampaikan setiap hari, setiap saat dan setiap waktu jika kita berkumpul bersama" ucap Mister Grahan.
__ADS_1
"Yes we all are family, thank you" ucap Linda dengan senyuman khasnya.
"Miss Linda ini berkas perusahaan yang hendak kita beli berikut semua surat suratnya" ucap Mily sambil menyerahkan beberapa berkas dokumen ke Linda.
"Hai kau ini, Linda baru dari perjalanan jauh, sebaiknya kita makan bersama saja terlebih dulu, baru kita bahas kerjaan bukan" ucap Mister Alexander dengan ramah.
"Ya itu benar sebaiknya kita semua makan, aku juga sudah lapar" ucap Mister Grahan
"Baiklah sudah lama kita tidak makan bersama bukan, ayo kita makan" ucap Linda sambil berdiri dan langsung melangkah menuju ruang makannya yang memang dulu mereka selalu makan bersama setiap akhir pekan.
Semuanya langsung mengikuti Linda yang sudah duduk di kursi yang dulu dia biasa duduki dan mereka juga duduk di kursi yang dulu biasa mereka duduki.
"Kalian semua sudah bekerja keras, bahkan masih ingat dengan menu makanan kita terakhir makan bersama di meja ini, terima kasih, dan mister Grahan bukankah kali ini waktu nya anda memimpin doa" ucap Linda dengan sangat ramah.
"Baiklah.
Tuhan terima kasih kami ucapkan atas rejeki yang engkau berikan kepada kami, dan terima kasih atas kebaikan kebaikan mu kepada kami, kami juga sangat berterima kasih kepada mu karena sudah mengumpulkan kami semua di sini dan menjadi keluarga besar yang tak terpisahkan, lindungilah kami semua dan berkahilah kami semua.
Aamiin" ucap Mister Grahan
"Aamiin" ucap mereka semua dengan kompak.
"Baiklah ayo makan" ucap Linda sambil mengambil lauk yang dia inginkan karena di meja makan itu semuanya masakan khas Australia jadi tidak ada nasi di sana.
Mereka semua makan dengan lahap bahkan Linda yang memang sejak berangkat dari rumahnya belum makan apapun terlihat menambah makanannya berkali kali, nafsu makannya yang selama ini sering hilang kini timbul kembali.
Empat puluh lima menit berlalu dan kini semua hidangan yang disajikan di atas meja sudah berpindah ke perut mereka semua dan piring piring kosong juga di bereskan oleh para wanita dan Linda bersama yang lainnya kemudian kembali ke sofa ruang tamu agar mereka lebih santai disana.
__ADS_1