
Tepat sepuluh menit rekaman video itu diputar dan kini rekaman video itu sudah berhenti menayangkan video lima dimensi dari rumah rumah minimalis modern itu dan Mister Grahan kembali berdiri dengan memegang ponselnya.
"Baik bapak dan ibu, di sini kita melihat ada dua puluh gambar rumah minimalis modern yang tampak seperti dalam video yang tadi, jadi bapak dan ibu cocok yang mana saya ingin mengetahuinya, untuk bapak dan ibu yang cocok dengan gambar nomor satu silahkan angkat tangan kanannya" ucap Mister Grahan dan terlihat jika hanya dua orang saja yang mengangkat tangan mereka dan mister Grahan kemudian menggunakan ponselnya dan terlihat di gambar rumah nomor satu ada tulisan angka dua.
"Baik, untuk nomor dua, bapak dan ibu yang setuju silahkan angkat tangan kanannya" ucap Mister Grahan dan hanya satu orang saja yang mengangkat tangan kanannya.
Mister Grahan hanya tersenyum dan langsung menuliskan melalui ponselnya.
"Baik, coba kita lihat bagaimana dengan rumah nomor tiga ini" ucap Mister Grahan dengan sangat sopan dan kini semua penduduk mengangkat tangan kanan mereka termasuk ke tiga penduduk yang sebelumnya setuju dengan rumah pertama dan rumah kedua.
Termasuk dengan Nenek Evi dan kakek Muchtar juga mengangkat tangan kanannya pertanda mereka berdua menyukai rumah nomor tiga.
Hal ini membuat Linda kaget, karena rumah ke tiga adalah rumah model kolonial Belanda namun dengan sentuhan modern di furniture dan interior nya.
"Bisakah saya mengetahui alasannya kenapa menyukai rumah nomor tiga" ucap Linda dengan sangat sopan.
"Linda rumah nomor tiga seperti rumah belanda jadi kami mau seperti itu, karena jika punya rumah seperti itu kami merasa jadi orang kaya" ucap seorang ibu ibu.
__ADS_1
"Iya itu benar kayak jaman kompeni jadi kamu mau dulu yang punya rumah model seperti itu hanya kalangan bangsawan saja." Ucap seorang pria sepuh.
"Baik Jadi semuanya sepakat untuk rumah tinggal yang akan di bangun di desa ini adalah rumah nomor tiga dan sekarang saya akan memperlihatkan sebuah video mengenai peternakan modern dan peternakan ini sangat ramah lingkungan karena kotoran dari hewan ternak tidak akan menjadi polusi udara melainkan akan memberikan manfaat" ucap Mister Grahan sambil memutarkan sebuah rekaman video dan ini bukan video miliknya sendiri melainkan video yang dia dapatkan hasil browsing di internet.
Video itu memperlihatkan peternakan unggas modern di Jepang dimana area peternakan sangat bersih dan terlihat juga pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik padat dan cair.
Selanjutnya Mister Grahan memperlihatkan sebuah rekaman video peternakan sapi perah modern di Jepang juga dimana selain serba bersih di sana sudah serba otomatis sehingga satu orang bisa mengurus sampai ratusan sapi dan pengolahan kotoran sapi juga terlihat digunakan untuk biogas sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi untuk peternakan itu sendiri dan juga untuk penerangan jalan.
"Ini adalah dua contoh peternakan modern dan saya berkeinginan desa ini memiliki peternakan seperti ini, apakah ada yang ingin di tanyakan" ucap Mister Grahan dengan sangat sopan.
"Itu modalnya pasti besar dan jika menurut saya sebaiknya linda saja sebagai pemiliknya dan nanti diantara kami yang bekerja di peternakan, sebagian tetap di perkebunan dan yang lainnya bisa berdagang saja, jadi desa ini akan terus berjalan, karena jika kami semua jadi pedagang kami tidak bisa sedangkan kami lebih suka berkebun" ucap seorang pria sepuh.
Satu persatu menyampaikan hal yang sama dan mereka semua sangat ingin Linda mewujudkan keinginan mereka itu.
"Baik jika demikian kita sudah mengambil keputusan, jika semuanya setuju dengan perubahan desa kita menjadi desa impian, dan karena desa ini sudah ada fasilitas jaringan seluler dan ada internet wifi yang bisa di gunakan maka dalam waktu dekat saya akan memberikan hadiah berupa telepon seluler untuk semua warga desa kecuali yang masih bayi tidak akan saya berikan ya" ucap Linda dengan sangat sopan dan ramah.
"Baik semuanya pertemuan ini kita sudahi karena sebentar lagi akan masuk waktu shalat Ashar jadi sebaiknya kita bersiap dan shalat ashar berjamaah di masjid" ucap Kakek Muchtar dengan ramah.
__ADS_1
Mereka semua membubarkan diri dan sembilan puluh persen penduduk langsung ke rumah mereka untuk berganti pakaian karena sebelumnya mereka masih menggunakan pakaian untuk ke ladang.
Demikian pula dengan linda dan yang lainnya yang langsung ke rumah kakek neneknya Linda karena linda dan nenek Evi harus mengambil mukena lalu kembali ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat Ashar berjamaah.
"Linda, anak buah kami sudah sampai Jakarta dan dalam perjalanan ke Bandung" ucap Mister Alexander setelah Linda sampai kembali di rumah Kakek Muchtar.
"Baguslah, semoga mereka semua bisa membantu Farrell dan Mister Grahan saya minta tolong di selesaikan dengan sempurna projects proposalnya lalu hubungi Mily untuk pendanaannya jika sudah fixs semua maka langsung saja berikan ke Farrell, kita lihat apakah dia menunda nunda waktu lagi atau besok pagi langsung bekerja" ucap Linda dengan sangat ramah sambil duduk di kursi teras sedangkan kakek neneknya telah masuk bersama dengan kedua ibu angkatnya.
"Linda, apakah kau tidak ada laptop yang masih baru untuk ku pakai, jika selalu menggunakan Laptop mu akan susah untuk ku bekerja karena ada beberapa software yang tidak ada di laptop mu" ucap Mister Grahan.
"Ada, ayo kita pulang jika demikian, kita jadikan rumah sebelah ku menjadi kantor sementara sekalian karena tadi pagi kata kakek pemilik lama sudah menyerahkan kunci rumahnya, sebentar aku ambil dulu" ucap Linda sambil berdiri kembali dan langsung melangkah memasuki bagian dalam rumah kakeknya itu.
Linda tidak lama di dalam rumah setelah dia menyampaikan maksud dan tujuannya ke kakek neneknya dan juga kedua ibunya dia langsung keluar kembali menemui mister Alexander dan Mister Grahan lalu bersama sama menuju rumah sebelahnya.
"Linda rumah ini cukup besar untuk menjadi kantor sementara, jika begini maka aku bisa membawa anak buah ku kesini bagaimana menurutnya" ucap Mister Grahan.
"Jika menurut ku sementara jangan dulu karena kita masih harus merubah bangunan ini sehingga memiliki ruang rapat dan ruang kerja setidaknya ditambah lagi catnya sangat kusam, plafon nya juga sudah banyak yang rusak, sepertinya bekas air hujan jadi sebaiknya bangunan ini di rubahkan saja" ucap Linda melihat lihat isi rumah yang sebelumnya milik tetangganya itu.
__ADS_1
"Lalu dimana kita akan bekerja sementara, jika rumah ini mau kau hancurkan" ucap Mister Alexander sambil melihat isi rumah itu dan dia memang merasa jika bangunan itu harus di renovasi total jika ingin di gunakan.