From Sydney With Love

From Sydney With Love
Koleksi Mobil


__ADS_3

Farrell kemudian melangkah ke garasi dan di garasi dia melihat koleksi mobil mewah Linda serta motor motor milik Linda.


"Koleksi di rumahnya ini saja melebihi isi garansi rumahku, ternyata Linda memiliki satu Lamborghini Gallardo dan satu Bentley dan ini Motor Motor sport yang harganya ratusan juta dia miliki, sebaiknya aku memakai motor trailnya saja karena hanya motor trail ini saja yang paling murah di garasi ini" ucap Farrell berbicara sendiri sambil melihat koleksi kendaraan Linda.


Farrell tidak tahu jika di belakang rumah Linda ada garasi kedua yang isinya lebih mewah dan lengkap dan garasi kedua ini hanya terlihat dari paviliun tamu karena posisinya yang memang di belakang rumah utama berbeda dengan garasi itu yang ada di samping rumah.


Kembali ke Linda…


Linda sudah selesai membaca draft kontrak itu dan ada satu poin yang dia lingkari untuk dia minta rubah yaitu penyedia tanah ikut serta dalam mengawasi menara BTS dan dia sangat keberatan dengan isi kontrak seperti itu karena memberatkannya.


"Sampaikan nanti ke Farrell jika aku tidak suka isi kontrak yang ini" ucap Linda sambil memberikan draft kontrak itu ke Mister Grahan.


"Linda mana laptop mu aku pinjam dulu, biar aku buat ulang saja lalu kita berikan ke mereka" ucap mister Grahan dengan sangat sopan.


"Sebentar aku ambilkan dulu" ucap Linda dengan ramah sambil berdiri dan melangkah menuju ruang kerjanya lalu mengambil satu unit laptop miliknya dan membawanya ke teras.


Linda meletakan laptop tersebut di atas meja terasnya dan Mister Grahan langsung mengambilnya bersamaan dengan Farrell keluar dari garasi menaiki motor trail, motor trail yang di pakai Linda saat pertama kali bertemu dengan Farrell.


Farrell tidak langsung pergi melainkan dia turun dan menemui Linda kembali.

__ADS_1


"Linda saya pamit sebentar untuk mencari lokasi yang cocok dan saya pinjam motor trail ini saja" ucap Farrell dengan sangat sopan.


"Iya pergilah dan setelah selesai ajak kedua teman mu kesini Karena draft kontrak mereka akan aku rubah" ucap Linda dengan ramah.


"Baik, jika sudah selesai saya akan membawa mereka menemui mu" ucap Farrell dengan sangat sopan lalu kembali ke motornya dan langsung keluar dari halaman rumah Linda menemui tim survei.


Mister Grahan langsung membuat draft kontrak versinya sendiri karena dia tahu Linda akan cocok dengan draft kontrak yang dia buat, bukan hanya draft kontrak untuk sewa lahan menara BTS yang dia buat melainkan dengan proposal pembangunan perumahan di atas bukit juga dia buat agar Farrell bisa mengikuti sesuai keinginan Linda.


"Di Paviliun tamu ada dapurnya juga jika kalian berdua ingin membuat kopi atau makan mie bisa di sana ya, atau ke rumah kakek nenek saja, aku juga kalau makan suka di sana kok" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Linda apa kau mengurus rumah mu sendiri?" Ucap Mister Alexander.


"Kadang kadang sendiri kadang nenek meminta bantuan kepada para tetangga, oh ya jika mau bepergian pakai saja mobil yang ada di garasi samping ya tapi jangan pakai Range Rover Evoque ku, karena masih banyak barang pribadiku didalamnya, atau jika mau bergaya bisa pakai mobil yang di garasi belakang" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Mister Alexander dan Mister Grahan yang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri namun dia tidak pernah menyampaikannya.


"Di belakang ada dua puluh unit dan di depan ada empat mobil jika motor ada lima puluh unit" ucap Linda sambil tersenyum ramah.


"Kau ini, kenapa jadi kolektor kendaraan di sini, di Sydney kau tidak memiliki sebanyak ini" ucap mister Alexander.


"Di Sydney aku buat apa koleksi banyak mobil jika garasiku tidak muat disini kan tanahnya luas jadi aku bisa membuat garasi sampai dua" ucap Linda sambil tertawa ringan.

__ADS_1


"Jika saja suaminya Mily ikut pasti koleksi mobil dan motor mu dicoba semua olehnya" ucap mister Grahan sambil tertawa terbahak bahak namun dengan tangan masih mengetik di keyboard laptop itu.


"Itu sudah pasti, dulu pertama aku beli Lamborghini Aventador saja dia malah pakai sampai sebulan, oh iya aku lupa pesankan Mily agar suaminya tidak memakai mobil Ferrari ku, karena aku belum mengganti olinya, sebentar aku hubungi Mily dulu" ucap Linda sambil mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas meja lalu mengirim pesan singkat ke Mily.


"Linda, kenapa kau membuat lima puluh rumah di bukit itu" ucap Mister Alexander dengan sangat ingin tahu.


"Enam untuk kalian, satu untuk ku, satu untuk kakek nenekku dan sisanya biarkan saja, siapa tahu ada yang berlibur ke sini dari Sydney jadi tidak perlu menginap di hotel bukan" ucap Linda sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.


"Linda, menurutku sebaiknya jalanan desa ini juga di aspal ulang apa mau aku masukan ke project proposal pembangunan perumahan di atas bukit.


"Iya masukan saja, agar Penduduk desa juga mendapatkan hal positif dari kita" ucap Linda dengan ramah.


"Apakah di desa ini ada taman bermain untuk anak anak, jika tidak ada maka aku akan memasukkannya sekalian di projects proposal ini, oh iya aku sudah mencetak draft kontrak sewa lahannya mungkin bisa di cek terlebih dulu" ucap Mister Grahan dengan pandangan mata masih ke laptop tersebut.


"Tanah kosong seluas lima ratus meter samping masjid dijadikan lapangan bermain saja karena itu masih tanahku, jika masjid sudah cukup lagi pula baru aku bangun setahun yang lalu" ucap linda sambil berdiri dan melangkah masuk kedalam rumahnya lalu masuk kedalam ruang kerjanya mengambil hasil print out draft kontrak sewa.


Linda kembali ke teras rumahnya dengan membawa tiga draft kontrak sewa lalu memberikan satu ke Mister Alexander agar di baca dan dia meletakkan satunya sedang satunya dibaca dan dipelajari oleh Linda.


"Nah ini aku cocok, jika mereka tidak cocok maka aku sendiri yang akan membangun menara BTS ku sendiri jika perlu aku beli itu perusahaan providers nya" ucap Linda sambil tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Benar ini namanya menguntungkan semua pihak, bukan kontrak jebakan" ucap mister Alexander sambil menyimpan kembali draft kontrak tersebut.


"Itulah, dunia bisnis di Indonesia ini jika tidak jeli akan ada poin yang sepihak, aku sejak menetap di desa ini banyak belajar dari para penduduk desa berdasarkan pengalaman pengalaman mereka di masa lalunya yang sering kali mendapatkan kecurangan dalam berbisnis dengan orang kota" ucap Linda dengan sangat ramah.


__ADS_2