From Sydney With Love

From Sydney With Love
Pembelian Rumah Warga 1


__ADS_3

Mereka disambut hangat oleh kedua ibu angkatnya Linda demikian juga oleh kakek dan neneknya Linda lalu semuanya langsung masuk.


Mereka menikmati sarapan mereka dan ternyata menu sarapan itu ada dua yaitu masakan khas Australia dan juga masakan pedesaan yang di masak oleh kedua ibu angkat Linda.


Mereka kemudian berkumpul di ruang tamu rumah kakek Muchtar itu dan berkumpul layaknya keluarga besar.


"Farrell apakah kau sudah menghubungi manager supermarket untuk mengirimkan furniture untuk rumah tinggal sementara kita" ucap Nenek Wati sambil melihat ke Farrell yang duduk di sebelah kanan Linda.


"Sebentar Nek, saya hubungi dia dulu" ucap Farrell sambil berdiri dan mengambil ponselnya dari saku kemejanya lalu melangkah keluar agar tidak mengganggu mereka semua.


"Linda Pak Felix sudah memberikan data perusahaan nya dan dari apa yang kulihat perusahaan ini sangat sehat sedangkan untuk pengembangan perusahaan juga kurasa belum di perlukan" ucap Mister Alexander.


"Ayah Alexander, sampaikan ke dia untuk tetap menjalankan perusahaan seperti biasa saja, bilang jika sampai ada kerugian aku akan mengambil alih perusahaannya" ucap Linda


"Oke Linda aku akan sampaikan kepada Pak Felix" ucap Mister Alexander sambil mengirimkan pesan singkat ke Pak Felix.


"Linda, penduduk desa sebelah nanti sebelum Dzuhur akan bertemu dengan mu, dan kakek bilang di balai warga desa kita saja, karena agar kita bisa menemui mereka sebelum shalat Dzuhur nanti" ucap Kakek Muchtar.


"Iya Kek, nanti Linda akan membawa kwitansi pembelian nya dan juga dengan printer portabel Linda jadi bisa bertransaksi di balai warga" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke kakeknya itu.


"Linda apakah ada bisnis lain di desa sebelah" ucap Kakek Prayoga.


"Kakek, tidak ada saat ini Linda hanya ingin menciptakan desa impian saja, itu warga desa sebelah ingin menjual tanah dan rumah mereka semua ke Linda, karena tanah terbesar dan rumah terbesar yang tadi kita datangi sudah menjadi milik saya jadi mereka juga ingin mencoba menjualnya kepada saya" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.


"Linda, jika demikian maka desa itu akan menjadi milikmu semuanya?" Ucap Nenek Wati.

__ADS_1


"Iya Nek, desa ini juga delapan puluh persen milik saya, di desa sebelah baru tujuh puluh persen saja, dan nanti jadi seratus persen" ucap Linda sambil tersenyum hangat.


"Linda dengan semua aset yang kau miliki apa yang kau rencanakan kedepannya" ucap Kakek Prayoga yang terlihat sangat penasaran.


"Kakek, jika desa impian sudah jadi maka saya akan menambah hutan disini, jadi semuanya tetap asri dan nyaman, hanya desa impian saja yang akan ada di sini nantinya, karna semakin hari sudah semakin panas jadi saya ingin kita seakan hidup di alam yang berbeda" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke kakek Prayoga dan Nenek Wati.


"Dulu desa kami ini sangat gersang dan sering gagal panen, namun sejak Linda datang desa kami ini menjadi semakin asri dan nyaman di tempati, perkebunan kami juga semakin sukses hasil panennya selalu melimpah karena program penghijauan yang di lakukan oleh Linda" ucap Kakek Muchtar.


"Itu benar sepuluh tahun yang lalu kami kesini disini lebih panas dan berdebu tapi sekarang jalan saja sudah aspal, Linda apa kau yang mengaspal jalan desa" ucap Mister Grahan.


"Ayah Grahan, iya dan tidak, aku hanya mengeluarkan uang saja yang mengerjakan perusahaan konstruksi kok bukan anakmu ini" ucap Linda sambil tertawa ringan


"Haissssss kau ini" ucap Mister Grahan


"Kakek satu jam lagi di kirim oleh manajer supermarket kita dan aku juga sudah menyampaikan ke orang kantor jika kita akan berkantor sementara di desa sebelah" ucap Farrell yang kembali duduk di samping Linda.


"Sudah sampai desa sebelah ini makanya aku mau pamit untuk menunggu mereka di lokasi" ucap Farrell sambil berdiri kembali.


"Iya pergilah dan selesaikan dengan baik, pastikan jangan sampai ada debu yang terlalu banyak" ucap Kakek Prayoga.


"Baik Kek, dan semuanya saya permisi dulu" ucap Farrell dengan sangat sopan dan hormat.


"Farrell kami ikut" ucap mister Alexander.


"Iya saya juga mau menyiapkan untuk pembelian aset desa sebelah" ucap Linda sambil ikut berdiri dan mereka berempat langsung meninggalkan ruang tamu itu lalu menggunakan motor mereka kembali ke rumah Linda dan memasukan kembali motor mereka ke garasi belakang.

__ADS_1


Sedangkan Farrell langsung ke rumah sebelah dan menunggu anak buahnya yang sedang menbawa alat berat dan peralatan lainnya untuk pembangunan kantor sementara dan enam rumah yang di inginkan oleh Linda.


"Linda kami akan menemani Farrell di sebelah kebetulan pagi ini belum ada pekerjaan yang membutuhkan bantuan kami" ucap Mister Grahan.


"Iya ayah, tapi kalian jangan terlalu dekat karena pasti berdebu dan aku akan kembali ke rumah kakek nenek untuk memberikan ponsel baru untuk ibu" ucap Linda.


"Iya pastinya" ucap Mister Alexander dan mereka berdua langsung meninggalkan garasi belakang melangkah menuju ke rumah sebelah sedangkan Linda langsung masuk dan mengambil dua unit ponsel baru dengan dua simcard khusus perusahaan untuk kedua ibu angkatnya itu sedangkan kedua ayah angkatnya sudah mendapatkan milik mereka semalam.


Linda juga mengambil printer portabelnya dan juga tiga buku kwitansi pembelian lalu memasukkan semuanya ke tas kertas agar mudah untuknya membawa barang barang tersebut.


Linda juga tidak lupa mengambil uang tunai senilai lima puluh miliar rupiah untuk berjaga jaga apabila ada penduduk desa sebelah yang tidak memiliki nomor rekening dan memasukan uang tunai tersebut ke sebuah tas ransel miliknya.


Setelah semuanya selesai dia persiapkan dia kemudian melangkah meninggalkan rumahnya dan langsung kembali ke rumah kakeknya dengan berjalan kaki.


"Kakek jam berapa kakek meminta mereka datang ke balai warga" ucap Linda yang menjumpai kakeknya di depan rumah yang sedang berada di atas motor maticnya.


"Ini kakek mau memajukan biar sekarang saja mumpung kau senggang" ucap Kakek Muchtar.


"Makasih kek, jika sudah selesai kan lebih baik jadi mereka juga senang bisa memiliki uang sesuai dengan Jumlah yang mereka butuhkan dan inginkan" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke kakeknya itu.


"Ya sudah kau langsung ke balai warga saja menunggu mereka ya" ucap Kakek Muchtar sambil kemudian menghidupkan motor maticnya dan langsung meninggalkan Linda.


Linda kemudian memasuki rumah kakeknya itu dan langsung memberikan kedua ponsel yang dibawanya ke kedua ibu angkatnya itu.


"Ibu, ini sudah terisi simcard lokal jadi komunikasi kita bisa lebih mudah kedepannya" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke kedua ibunya itu.

__ADS_1


"Iya terima kasih" ucap Miss Elvira.


"Linda apa kau sudah menggunakan nomor lokal juga" ucap Miss Lissa.


__ADS_2