
Linda langsung memeriksa berkas dokumen yang sebelumnya di berikan oleh Mily dan dia terkejut melihat pemilik perusahaan itu.
"Farrell pemilik perusahaan yang mau aku beli" ucap Linda dengan tidak sadar namun semuanya melihat ke arahnya.
"Linda apakah kau sudah mengenal pemilik perusahaan itu" ucap mister Grahan dengan ramah.
"Mister Grahan kau tahu kan jika hobi ku membetulkan mobil ku sendiri, dan seminggu yang lalu mobilnya Farrell mogok di dekat desa ku, jadi aku bohongi dia dengan mengatakan jika aku mekanik dan membuka bengkel mobil lalu aku pun membetulkan mobilnya dan karena aku tidak tahu biaya mekanik di Indonesia jadi aku asal sebut saja angkanya, dan dia membayarnya, lucunya kemarin kami berangkat bersama sama dari Indonesia ke sini dan masih mengira aku ini seorang mekanik mobil" ucap Linda menjelaskan perkenalannya dengan Farrell dan semuanya langsung tertawa terbahak bahak setelah mendengar penjelasan Linda.
Lima menit mereka tertawa dan Linda hanya tersenyum masam saja dengan ulah mereka.
"Linda, seorang CEO perusahaan periklanan terbesar di Australia menjadi mekanik pedesaan dan akan membeli perusahaan konsumennya, ooooooooh ini sungguh berita yang sangat bagus" ucap Mister Alexander sambil tertawa terbahak bahak lagi demikian juga dengan yang lainnya tanpa terkecuali.
"Hai ayolah aku awalnya hanya bercanda saja kepada dia tapi dia malah membayarnya bahkan dia menawarkan kerja sama kepada ku, untuk membuatkan bengkel mobil dan aku jadi kepala mekanik nya loh" ucap Linda lagi setelah semuanya tenang namun yang ada semuanya malah kembali tertawa terbahak bahak mendengar penjelasan Linda.
"Linda sepertinya besok akan jadi hari yang menyenangkan untuk kami semua" ucap mister Grahan sambil tersenyum hangat ke Linda.
"Miss Linda sepertinya ide membuat bengkel mobil ide yang bagus" ucap Michelle.
"Ya tentu saja dengan kau yang jadi mekanik aku yakin bengkel kita akan sangat ramai" ucap Linda sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Ramai karena mobil mobil mereka bukannya benar malah makin hancur" ucap salah seorang wanita yang ada disana dan hal ini membuat semuanya kembali tertawa terbahak bahak termasuk dengan Linda juga ikut tertawa.
"Haissssss" ucap Michelle sambil merenggut dan wajahnya cantiknya kini terlihat sangat lucu sehingga semuanya kembali tertawa terbahak bahak.
"Sudah sudah, aku kira pembelian perusahaan ini bisa kita lakukan, harga yang di tawarkan juga cukup rendah untuk kawasan sentra bisnis yang menjadi lokasi dari perusahaan ini, jadi aku menyetujuinya" ucap Linda dengan ramah sambil melihat mereka semua.
"Dan mengenai surat surat perusahaan itu sebaiknya kita tidak memakainya karena kita akan tetap menggunakan nama perusahaan kita ini, nanti kita urus semuanya bersama sama di Indonesia, jika aku lihat bangunan yang dia hendak jual kepada kita merupakan bangunan tujuh lantai dan di sebelahnya juga ada apartemen maka besok kita coba tanyakan apakah bangunan apartemen itu dia jual juga jika ya maka kita akan membelinya" ucap Linda melanjutkan perkataannya.
"Miss apakah anda mengetahui daerah properti yang dia hendak jual kepada kita itu" ucap Mily
"Benar, daerah itu sangat strategis dan sangat dekat dengan akses pintu jalan Tol, jadi menurut ku nilai yang dia tawarkan kepada kita sangat masuk di akal" jawab Linda.
"Entahlah aku tidak mengenal dia dengan baik, karena kalian semua tahu sendiri bukan aku memang membatasi pergaulan dengan laki laki, karena menurut ku belum tepat waktunya, hanya satu cara yang aku bisa kita lakukan yaitu menanyakan hal ini kepada Farrell besok pagi" ucap Linda.
"Linda, Apakah kita tidak bisa membangun desa mu saja sebagai sentra bisnis baru, bukankah ini akan menjadi keuntungan tersendiri untuk masyarakat desa" ucap Mister Grahan dengan ramah.
"Tidak semudah itu karena jika kita membangun sentra bisnis yang jauh dari pintu gerbang jalan Tol maka akan susah untuk kita menjualnya, pembangunan infrastruktur juga akan memakan biaya sangat besar, dan ini akan merugikan kita, aku hanya ingin memakai sepuluh sampai maksimal dua puluh persen keuangan perusahaan untuk membuka bisnis di kota Bandung Indonesia dan perusahaan yang ditawarkan kepada kita bahkan tidak dua persen dari keuangan perusahaan kita bukankah ini berarti kita bisa mengembangkan usaha lain nantinya" ucap Linda.
"Ya ini benar, baiklah pertemuan malam ini sebaiknya kita sudahi dulu sampai di sini, karena kau juga baru sampai dan memerlukan istirahat bukan, ayo semuanya kita pulang" ucap Mister Grahan.
__ADS_1
"Sebentar kebetulan aku masih ingin menanyakan sesuatu kepada kalian semua" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
Semuanya yang bersiap untuk meninggalkan rumah itu kini duduk kembali di sofa ruang tamu rumah Linda itu.
"Point pertama adalah pembangunan perusahaan dan ini tentunya bukan hal mudah jadi apakah lawyer perusahaan kita bisa mengurusnya dalam waktu segera.
Point kedua, apakah kalian semua bisa menunggu keberangkatan ke Kota Bandung Indonesia karena setidak tidaknya perusahaan harus berjalan dulu baru kalian akan aku masukan sebagai tenaga ahli perusahaan dengan begini maka pihak imigrasi akan memberikan izin tinggal sementara
Point ketiga, apakah kalian akan mengajak keluarga kalian, kenapa aku menanyakan hal ini karena jika tidak membawa keluarga kalian maka kita menyulap beberapa lantai sebagai tempat tinggal sementara untuk kalian bukan namum jika membawa keluarga maka minimal apartemen dengan dua kamar tidur untuk kalian atau bahkan aku harus membelikan kalian beberapa rumah untuk kalian tempati.
Point ke empat dan ini yang sangat penting sekali untuk aku ketahui, jika kalian semua ikut dengan ku maka siapa yang membantu Michelle disini, kita berbisnis dalam periklanan terbesar di Australia bukan hanya Sydney apakah kalian tega membiarkan Michelle sendirian, aku tahu kalian semua sangat ingin bersamaku namun aku tidak ingin jika perusahaan utama kita jadi terbengkalai" ucap Linda menjelaskan permasalahan yang mengganjal di pikirannya.
"Miss Linda anda benar, selama ini aku bekerja dengan Tim dan jika tim ini bukan maka akan sangat merugikan perusahaan, saya bukannya ingin di temani namun saya sebenarnya takut tidak dapat membagi waktu antara bertemu klien dengan mengurus perusahaan" ucap Michelle mengungkapkan isi hatinya.
"Kita memang harus membagi siapa saja yang bisa ikut atau tidak" ucap salah seorang pria paruh baya lainnya yang ada sana.
"Kita terlalu egois ternyata sampai tidak memikirkan hal ini" ucap salah seorang pria sepuh lainnya.
"Mengenai point pertama aku sudah bertemu dengan pihak lawyer perusahaan kita dan mereka menyatakan memerlukan waktu maksimal satu minggu setelah kita memiliki aset" ucap mister Alexander.
__ADS_1