
"Mily, tidak enak jika kita tidak menjamunya secara dia saja tahu rumahku, aku tidak ingin meninggalkan kesan jelek padanya" ucap Linda.
"Iya saya tahu dan saya paham kok, bos besar ku yang cantik" ucap Mily sambil duduk di sofa depan Linda.
"Mily tadi berapa banyak kau keluarkan uangku untuk saham saham itu" ucap Linda.
"Hanya dua persen dari total uang pribadi anda saja kok" ucap Mily sambil tersenyum hangat.
"Baguslah aku kira sampai lima persen" ucap Linda sambil menarik nafas dalam dalam.
"Miss anda kenapa? Tadi saja santai mengeluarkan uang sebanyak itu." Ucap Mily.
"Mily, aku tidak apa apa" ucap Linda.
"Ya setidaknya dengan keluar uang dua persen, lusa akan bertemu dengan keluarga calon suami apa mereka akan sekalian melamar miss Linda ya?" Ucap Mily sambil tersenyum simpul.
"Mily tidak lucu" ucap Linda.
"Ayolah calon pengantin, kasian itu mister Alexander dan Mister Grahan mereka sangat berharap kalian menikah loh, saya juga sich sebenarnya, dan semuanya juga berharap kalian berjodoh kok" ucap Mily.
"Milyyyyy stop" ucap Linda dengan tegas yang membuat mily menjadi diam.
"Miss jika boleh tahu kenapa anda membeli semua saham itu?" Ucap Mily dengan sangat sopan.
"Mily semua karena berkas yang kau berikan kepada ku" ucap Linda dengan ramah.
"Berkas yang mana Miss" ucap Mily sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Berkas jati diri Farrell itu loh, dia dari kecil berjuang sendirian hanya di asuh oleh kakek neneknya saja, sedangkan aku masih sampai besar bersama kedua orang tua ku, ditambah lagi sejak aku bertemu dengannya dia seperti tertekan, bahkan dia pernah menabrak troli belanja ku gara gara berpikir terlalu banyak" ucap Linda dengan ramah.
"Miss saya baru sekarang melihat anda pakai perasaan" ucap Mily dengan sangat serius.
"Mily nanti saat kau sudah berkantor di Bandung kau akan menemukan jawaban dari pertanyaan mu" ucap Linda dengan ramah.
"Saya pernah membaca literatur tentang kota Bandung dan apa yang saya baca jika penduduk asli kota Bandung sangat ramah sejak dahulu kala, apakah itu benar Miss" ucap Mily dengan sangat penasaran.
"Benar dan tidaknya akan kau ketahui sendiri nanti bukan." Jawab Linda sambil tersenyum hangat.
"Jika melihat anda dan Tuan Farrell serta ayah dan Ibu anda sepertinya literatur itu benar adanya" ucap Mily dengan sangat percaya diri.
"Mily apa tiketku sudah kau siapkan?" Tanya Linda.
"Sebentar Miss, tenang saja untuk first class pasti ada ticket kok kalo tujuan Jakarta" jawab Mily sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat ke rekanannya yang ada di bandara agar menyiapkan satu ticket untuk Linda.
"Jam delapan malam saja jadi aku sampai Jakarta kira kira jam tiga pagi dan paling lambat akan sampai rumah jam delapan pagi" ucap Linda dengan ramah.
"Baik jam delapan malam" ucap Mily sambil kembali mengetik di ponselnya.
Mily yang sudah mendapatkan tiket pesawat langsung memberikan bukti pemesanannya melalui pesan singkat ke ponsel Linda dan Linda langsung melihatnya.
"Oke, terima kasih Mily" ucap Linda setelah mengetahui sudah mendapatkan tiket pesawat untuk pulang kembali ke Indonesia.
"Miss, saya akan mengirimkan barang barang anda terlebih dulu agar besok siang sudah sampai" ucap Mily sambil berdiri.
"Iya dan pastikan benar benar aman, karena barang barang ini sangat berarti untukku" ucap Linda sambil bersandar di sofanya.
__ADS_1
"Iya Miss, sebaiknya anda beristirahat di kamar anda saja miss, mengingat anda besok pagi pagi sekali harus menyetir mobil sendiri bukan" ucap Mily.
"Kau benar, dan karena jalanan macet maka antar aku jam 16.00 saja ya, bangunkan aku jika aku ketiduran" ucap Linda sambil mengambil ponselnya dan berdiri.
"Iya miss pastinya jam lima belas saya akan membangunkan anda kok" ucap Mily dengan sangat ramah dan tersenyum hangat ke Linda.
"Makasih Mily" ucap Linda sambil melangkah menuju ke kamarnya dan langsung memilih untuk beristirahat karena dia ingin kondisi tubuhnya fresh dalam perjalanan pulangnya.
Mily langsung mengambil dua tas koper yang berisi barang barang Linda dan langsung menuju Lift untuk mengirimkan melalui ekspedisi langganan perusahaannya.
Sementara itu Farrell sudah dalam perjalanan menuju bandara dan sedikit terkena kemacetan, mereka berlima di mobil jenis MPV itu karena memang bersama dengan sopir pribadi Mister Alexander.
"Tuan Farrell saya jujur saja bingung dengan anda yang bisa di terima oleh Miss Linda" ucap mister Alexander dengan ramah.
"Maaf Mister Alexander, saya kurang memahami maksud pembicaraan anda" ucap Farrell.
"Iya, karena selama ini hanya Mily saja yang bisa masuk ke lantai dua puluh lima, saya yang sudah seperti ayah keduanya saja tidak bisa memasuki lantai dua puluh lima" ucap mister Alexander dengan ramah.
"Wah jika itu maksudnya saya juga tidak tahu kenapa, padahal saya juga baru mengenal Miss Linda" ucap Farrell dengan penuh kejujuran yang terlihat dari matanya.
"Tuan Farrell, kami semua sudah tahu jika anda menyukai Miss Linda dan yang namanya jodoh seorang pun tidak ada yang mengetahuinya, namun jika benar kalian berjodoh saya harap anda bisa benar benar menyayanginya dengan tulus, anda tahu Miss Linda tidak pernah seperti ini, biasanya apa yang dia beli selalu dengan negoisasi yang panjang tapi saat membelinya dari anda Miss Linda malah menyuruh kami untuk menerima berapa pun harga yang anda tawarkan kepada kami, jadi bisa di bilang anda adalah orang yang sangat beruntung" ucap Mister Alexander dengan sangat ramah.
"Mister Alexander benar Tuan Farrell, anda sangat beruntung, kami berdua mengenal Linda dari masih bayi dan kami ikut membesarkannya jadi kami sangat mengenal Linda seperti apa karakternya, saya juga meminta agar anda benar benar tulus menjaganya jika memang kalian berjodoh" ucap Mister Grahan menambahkan.
"Mister Alexander dan Mister Grahan, saya memang menaruh hati kepada Linda, namun untuk memilikinya bagaikan sebuah mimpi untuk saya" ucap Farrell dengan sangat sopan.
"Tuan Farrell, anda mengenal Linda saat dia ada di desanya bahkan anda mengenalnya sebagai seorang mekanik bukan, jika Linda bisa seperti itu apakah menurut mu dia menilai seseorang dari hartanya, padahal Linda termasuk dalam daftar lima orang terkaya di Sydney ini selama sepuluh tahun terakhir loh" ucap Mister Grahan.
__ADS_1
"Grahan benar, Linda jauh berbeda dari gadis kebanyakan, selain jago berbisnis dia juga sangat ahli dalam memperbaiki kendaraan bermotor dan apakah anda tahu apa yang membuat semua karyawan senang bekerja di perusahaan nya Linda?" Ucap Mister Alexander dengan ramah.