
"Iya iya, suatu hari nanti aku akan melamar mu dan aku yakin kau menerima ku" ucap Farrell sambil menatap wajah Linda dengan sangat hangat.
"Lihat saja nanti" ucap Linda.
"Oh iya hampir lupa, bolehkah aku selama di desa ini meminjam motor trail mu, untuk sementara saja sampai motor yang ku pesan datang" ucap Farrell.
"Boleh, pakai saja, apa sih yang tidak boleh untukmu" ucap Linda sambil tersenyum ramah ke Farrell.
"Makasih ya Linda, jika begitu bolehkan aku mencintaimu" ucap Farrell dengan sangat bersemangat.
"Boleh juga tidak ada larangan untuk itu bukan" ucap Linda.
"Bolehkah aku menjadi kekasih mu" ucap Farrell lagi.
"Boleh saja kenapa tidak jika memang kau berjodoh dengan ku, tapi tidak sekarang kan sudah aku sampaikan" ucap Linda.
"Iya iya, aku akan buktikan kepada mu jika aku layak untukmu kedepannya" ucap Farrell berbarengan dengan datangnya nenek Evi yang membawakan mukena milik Linda dan suara iqomat yang terdengar dari toa masjid.
"Kalian berdua malah pacaran disini, nenek dari tadi menunggu mu di masjid, ayo sudahi dulu berduaan nya kita shalat Dzuhur berjamaah dulu" ucap Nenek Evi sambil menyerahkan mukena Linda.
"Nenek siapa yang pacaran, Linda justru dari tadi menunggu nenek di sini" ucap Linda sambil berdiri dan menerima mukena itu.
"Iya Nek, lagi pula Linda belum mau jadi kekasih hati ku" ucap Farrell sambil berdiri juga.
__ADS_1
"Sudah sudah, ayo ke masjid" ucap Nenek Evi sambil melangkah menuju masjid yang letaknya di sebelah balai warga desa itu.
Linda dan Farrell langsung mengikuti nenek Evi dan mereka kemudian berjalan menuju masjid lalu menjalankan shalat Dzuhur berjamaah di masjid itu.
"Nenek, Linda mau pulang dulu sebentar ya untuk menyimpan mobil nanti jika sudah kumpul untuk makan siang duluan saja nga apa apa" ucap Linda sambil melipat mukena miliknya
" Iya, jika sudah kau langsung ke rumah nenek saja ya" ucap Nenek Evi sambil melipat mukenya juga.
"Iya Nek, Linda duluan ya, soalnya berkas berkas juga harus Linda turunkan dulu" ucap Linda.
"Iya, pergilah" ucap Nenek Evi dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Linda.
Linda kemudian meninggalkan masjid dan langsung ke mobilnya lalu membawa pulang mobilnya namun dia tidak langsung memarkirkan mobilnya di garasi melainkan di parkirkan di depan teras rumahnya.
Linda melangkah dengan santai menuju ke rumah kakeknya dengan membawa tas kertas berisi kunci kunci rumah itu dan langsung bergabung dengan yang lainnya yang sudah lebih dulu menikmati makan siang mereka.
"Farrell ini kunci kunci rumah di desa sebelah yang sudah kosong, sebaiknya kau kesana dan memeriksanya jadi bisa tahu rumah mana saja yang akan kau gunakan untuk tempat tinggal sementara para pekerja" ucap Linda menyerahkan tas kertas itu dan sekarang mereka sudah berkumpul di ruang tamu setelah menikmati hidangan makan siang mereka.
"Iya, aku akan kesana mengeceknya, terima kasih ya" ucap Farrell dengan sangat ramah.
"Iya sama sama, kunci motor trail ku juga masih nempel di motornya kok jadi pakai saja" ucap Linda.
"Iya terima kasih, jika begitu aku permisi dulu karena harus merapikan furniture untuk rumah tempat tinggal sementara kami dan juga kantor sementara kami juga" ucap Farrell berpamitan dengan semuanya.
__ADS_1
"Farrell jangan lupa pasang AC di kamar kami" ucap Nenek Wati.
"Iya Nek, sudah Farrell pesankan dan sudah hampir sampai juga kok, tapi nanti juga Nenek tidak akan memakaikannya, kan disini jika malam sangat dingin" ucap Farrell sambil melangkah pergi.
"Itu benar Bu Wati, siang saja disini sangat sejuk apalagi malam" ucap Nenek Evi.
"Iya saya lupa, tapi biarlah biar dia ada kerjaan" ucap Nenek Wati sambil tertawa ringan.
"Kakek, nanti akan ada ratusan orang yang bekerja selama pembangunan desa impian jadi jika menurut Linda sebaiknya ibu ibu di desa ini membuka warung saja dan lokasinya bisa di halaman rumah mereka juga" ucap Linda ke Kakek Muchtar.
"Iya kakek juga sudah berbicara dengan para penduduk desa kita ini namun mereka terkendala dengan modal usahanya, untuk mereka berdagang kan membutuhkan uang" ucap Kakek Muchtar.
"Kakek, ini ada dua ratus lima puluh juta karena untuk membuat warung Linda rasa lima juta sudah cukup, bisa kakek pinjamkan tanpa bunga kepada penduduk desa kita ini, Linda sengaja tidak memberikan cuma cuma agar penduduk desa kita semangat berjualannya, karena di masa depan desa kita ini juga akan membutuhkan pedagang untuk para pekerja di kantor Linda, bisa ada ratusan orang yang bekerja di kantor Linda nantinya" ucap Linda sambil menyerahkan sebuah kantong plastik hitam yang dia keluarkan dari dalam tasnya karena memang dia membawa tas nya.
"Iya nanti kakek bagikan ke mereka semua yang mau membuka usaha warung" ucap Kakek Muchtar sambil menerima kantong plastik hitam tersebut.
"Benar perekonomian penduduk desa akan sangat terbantu dengan adanya para pekerja proyek dan nantinya jika perkantoran Linda sudah berjalan kakek yakin perputaran uang di desa ini juga cukup bagus" ucap Kakek Prayoga.
"Linda jika mereka tidak bisa berdagang dan uangmu tidak kembali bagaimana?" Ucap Nenek Evi.
"Nek, saya berani memberikan modal awal karena sebenarnya saya tidak mengharapkan uang saya kembali, ini memang jumlah yang besar namun sebanding dengan pelajaran yang mereka terima, jika mereka hanya mengandalkan suami mereka yang bekerja di kebun Linda ya perekonomian mereka akan tetap seperti ini, kelak peternakan dan perkebunan juga akan memiliki tempat pengolahan sendiri di desa kita ini, jadi semua produk yang keluar dari desa impian sudah produk jadi dan mereka bisa ikut menjualnya lebih murah dari harga pasaran sehingga akan banyak orang luar yang membeli ke mereka, Linda akan melarang rumah produksi menjual selain ke penduduk desa nantinya" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke mereka semua.
"Linda, ayah sudah membuat desain untuk perkebunan mu, dan dengan sistem modern biaya keluar lebih murah kedepannya dan panen juga lebih banyak dan juga untuk rumah produksi juga sudah ayah desainkan secara detail" ucap Mister Grahan.
__ADS_1
"Dan ayah sudah berbicara dengan beberapa teman ayah untuk pemasaran luar negeri juga mereka siap untuk mengambilnya kesini selama kualitas terjaga tentunya" ucap Mister Alexander.