
"Miss, sepertinya anda jangan ke kantor sydney deh, aku takutnya Farrell mencari anda ke sana." Ucap Mily.
"Iya aku tidak akan ke kantor kok, aku hanya akan tidur sehari di rumah orang tuaku saja lalu aku akan berjalan jalan paling aku akan ke apartemen ku saja, kan tidak ada orang kantor yang tahu selain kau seorang kecuali kau sudah menceritakan hal ini ke Bradley.
"Tidak tentu saja tidak, Bradley juga tidak tahu, tapi apakah tidak sebaiknya anda benar benar berlibur saja, ke Paris mungkin." Ucap Mily.
"Entahlah, ya sudah aku akan melanjutkan perjalanan ku, kau baik baik di sana ya, ingat aku titip ayah ibu serta kakek dan nenek, jika mereka merindukan ku maka kau video call saja nanti ya dengan menggunakan Skype saja." Ucap Linda.
"Iya Miss, anda berhati hati ya Miss, meskipun kita seumuran namun anda akan selalu menjadi kakak ku selamanya." Ucap Mily.
"Iye Mily, ya sudah aku tidak mau terlambat pergi ke Bandara, aku akan mengirimkan video dan foto nya terlebih dulu ke Farrell dan menonaktifkan nomor ini, jadi hubungi aku ke nomor Sydney.
"Oke miss, kirimkan ke aku juga ya, ku ingin melihatnya juga." Ucap Mily.
"Iya aku akan mengirimkannya." Ucap Linda sambil memutuskan panggilan telepon itu.
Linda melihat jika Farrell membalas pesan singkatnya dan ternyata Farrell juga menghubunginya saat dia masih melakukan panggilan telepon dengan Mily.
"Linda kenapa mendadak sekali kepergian mu, dan siapa yang mengantarmu ke Bandara." Tulis Farrell melalui pesan singkat itu.
Linda pun membalasnya namun bukan dengan tulisan melainkan dengan semua photo dan video yang menjadi alat buktinya, termasuk dengan video yg di rekam oleh Mily.
Linda kemudian mematikan telepon selulernya itu dan dia mengambil satu telepon seluler yang masih baru dari dalam tasnya dan mengeluarkan sim card nomor sydney nya lalu memasangkannya ke telepon seluler yang baru itu.
__ADS_1
Linda pun mulai menginstall beberapa aplikasi dan mendaftarkan nomor itu ke aplikasi pesan singkat lalu menghubungi Mily agar Mily tahu jika dia sekarang hanya bisa di hubungi nomor sydney saja.
"Terserah kau mau dengan wanita mana pun juga aku tidak peduli sama sekali, yang jelas kau sudah jelas jelas membohongi ku." Ucap Linda yang berbicara sendiri sambil menyimpan ponsel lamanya ke dalam tas nya.
Ting …
Sebuah pesan masuk dari Mily.
"Miss, Farrell barusan menghubungi ku namun aku tidak menerima panggilan telepon itu, anda hati hati ya di jalannya."Tulis Mily melalui pesan singkat.
"Iya Mily, jika dia sampai bertanya maka bilang saja jika kau tidak tahu apa apa tentang perusahaan ku yang di amerika ya." Balas Linda melalui pesan singkat dan langsung menyimpan kembali ponselnya itu ke dalam tasnya setelah dia merubah modenya ke mode diam.
Linda pun langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.
"Kok aku jadi ingat saat berjumpa Farrell disini ya." Ucap Linda berbicara sendiri dalam hatinya yang kini sedang duduk di kafe tempat dia menemani Farrell.
"Mily apa kau sudah tertidur." Tulis Linda melalui pesan singkat untuk mengisi waktu.
Namun sampai Linda menaiki pesawat tidak ada balasan sama sekali dari Mily.
Sementara itu Farrell sudah dalam perjalanan untuk kembali ke Desa Impian karena dia tidak bisa menghubungi Linda sama sekali dan pesan yang terakhir dikirim oleh Linda yang berisi photo dan video itulah yang membuatnya kembali ke desa impian setelah tidak berhasil menghubungi Linda.
"Sial benar benar sial, aku yang berusaha untuk menyelesaikan masalah masalah ku malah berujung seperti ini, seharusnya aku tidak menyembunyikan hal ini dari Linda, dan seharusnya aku tidak membohonginya, jika sudah begini maka entah apa yang bisa aku lakukan untuk meyakinkannya lagi." Ucap Farrell berbicara sendiri sambil terus mengemudikan mobilnya itu.
__ADS_1
"Oh Linda ini semua salah ku, aku sangat bodoh sampai aku membohongimu." Ucap Farrell yang lagi lagi berbicara sendiri.
Farrell terus memacu mobilnya karena dia ingin bisa sampai di desa impian dan bertemu dengan Linda.
Tepat jam enam pagi Farrell sampai di Desa impian dan langsung berhenti di depan rumah Linda namun kondisi pagar rumah Linda itu masih terkunci karena Mily yang tidak ingin ada seorang pun yang memasuki rumah Linda selain keluarga inti Linda atau dirinya.
Farrell pun langsung ke rumah yang di isi oleh Mily yang memang bersebelahan dengan Rumah Linda, dia pun berjumpa dengan Mily yang hendak ke rumah Kakek Muchtar untuk sarapan bersama.
"Pagi Mily, maaf apakah kau tahu kemana Linda?." Tanya Farrell.
"Pagi juga, apakah Linda tidak memberi tahu mu jika dia ke Amerika Serikat untuk kepentingan bisnisnya." Jawab Mily yang melihat kearah lain karena dia sama sekali tidak mau melihat Farrell.
"Mily aku bisa jelaskan semuanya, dan aku tidak berkencan dengan mereka bertiga." Ucap Farrell yang tahu kenapa Mily membuang muka.
"Farrell aku sendiri yang melihat mu saat bertemu dengan perempuan di restoran mall itu, dan kau terlihat sangat gembira bahkan memeluknya dan jalan sambil merangkulnya, apalagi yang mau kau jelaskan." Ucap Mily.
"Mily itu benar namun apakah kau tahu jika aku bersama teman perempuan ku itu karena aku ingin menjelaskan jika aku akan menikah dengan Linda, dan aku sengaja seperti itu agar dia tidak sakit hati atau menjadi depresi karena kami sudah berteman selama lebih dari sepuluh tahun, mereka bertiga memang menyukai ku namun aku menyukai Linda, dan tadinya aku ingin menyelesaikan masalah ini tanpa Linda ketahui namun malah jadi seperti ini." Ucap Farrell.
"Kau ke hotel bersama salah seorang wanita itu, apakah itu bukan bukti yang jelas, dan apakah kau memang harus memeluk mereka dan jalan berangkulan seperti pasangan kekasih." Ucap Mily.
"Mily, kami sejak dulu seperti itu, dan tanpa perasaan apapun yang aku miliki, soal hotel itu aku memang ke hotel karena dia pemilik hotel itu dan aku ke hotel mengambil berkas penjualan hotelnya untuk aku bawa rapat sore ini di Jakarta." Ucap Farrell.
"Farrell sekarang sudah terlambat sebaiknya kau fokus saja dengan pembangunan desa impian, aku sangat mengenal siapa dan bagaimana Linda, jika dia tidak ingin di ganggu maka tidak akan ada seorang pun yang akan menemukannya, saran ku hanya itu, kau fokus bekerja saja dan lupakan Linda." Ucap Mily sambil melihat Farrell yang memang sedang membawa dua amplop coklat besar.
__ADS_1