
“Miss, saya akan memastikan semuanya berjalan dengan sempurna, dan juga akan menjaga Ayah, Ibu serta Kakek dan Nenek juga selama anda pergi, namun saya berharap anda tidak pergi terlalu lama karena biar bagaimanapun juga kami tidak bisa jauh dari anda.” Ucap Mily.
“Iya, terima kasih, aku tidak tahu berapa lama aku pergi, namun aku pasti kembali yang jelas jika pikiranku sudah tenang.” Ucap Linda.
“Mily sudah dulu ya, aku mau mengemudi kembali, karena aku lupa membawa headset bluetooth ku.” Ucap Linda.
“Oke Miss, have Fun ya.” Ucap Mily dan panggilan telepon itu langsung dimatikan oleh Linda.
Sebenarnya Linda membawa headset bluetoothnya namun dia melihat jika Farrell kembali berjalan di depan mobilnya sambil merangkul perempuan tadi yang terlihat sangat mesra.
Linda pun kembali merekam nya sampai mereka berdua kembali berpisah masuk kedalam mobil masing masing dan ternyata Farrell keluar dari area parkir itu setelah mobil perempuan itu, LInda pun mengikutinya kembali karena dia ingin tahu kemana Farrell akan pergi.
“Aku ingin tahu mau kemana lagi kau.” Ucap Linda dalam hatinya sambil terus menjaga jarak dengan Farrell.
Linda terus mengemudikan mobilnya mengikuti Farrel yang terhalang tiga mobil darinya sampai akhirnya dia terjebak lampu merah sehingga tidak dapat lagi mengikuti Farrell.
“Sial, benar benar sial.” Ucap Linda berbicara sendirian sambil menunggu lampu lalu lintas itu menjadi hijau kembali.
Tidak lama kemudian lampu lalu lintas itu hijau kembali dan Linda pun langsung melanjutkan perjalanannya kembali.
Linda menambah kecepatan mobilnya bahkan menyalip beberapa mobil dan berhasil menemukan kembali mobil Farrell yang masih mengikuti mobil perempuan tadi.
Waktu terus berlalu dan kini kedua mobil itu masuk ke sebuah hotel yang cukup terkenal di kota bandung namun linda tidak mengikutinya masuk melainkan langsung melewati hotel itu.
Linda kemudian melanjutkan perjalanannya dan lebih memilih untuk langsung berangkat ke Bandar Udara Soekarno Hatta.
__ADS_1
“Mereka berdua sampai masuk hotel, benar benar tidak benar ini, aku merasa benar benar di bodohi oleh mu Farrell, kau yang ku lihat sangat baik dan sangat jujur ternyata kau sama saja dengan laki laki lainnya, aku tidak tahu apa kelebihan dari wanita wanita itu sampai kau lebih memilih mereka daripada ku, semalam kau bilang sangat mencintai ku, malam ini kau malah bersenang senang dengan wanita lain.” Ucap Linda berbicara sendiri sambil terus mengemudikan mobilnya namun dengan kecepatan hanya lima belas kilometer per jam saja karena selain jalanan yang cukup padat dia juga masih memiliki banyak waktu untuk berangkat kembali ke Sydney.
Linda pun kemudian memasuki pintu tol pasteur dan dia terus melaju dengan kecepatan minimal meskipun jalan tol menuju jakarta itu sangat lenggang dan sangat jarang sekali yang melintas.
“Sepertinya aku lebih baik berhenti di rest area km 97 terlebih dulu, menenangkan diri dengan shalat di masjid rest area itu sepertinya pilihan yang terbaik.” Ucap Linda berbicara sendiri sambil terus mengendalikan mobilnya itu dan dia tidak ingin ada hal buruk terjadi padanya sehingga tetap berhati hati dan tetap waspada.
Linda memasukan mobilnya ke rest area dan langsung parkir di depan masjid, dia pun turun dari mobilnya lalu mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat sunnah untuk menenangkan pikirannya.
"Ya Rabb, aku percaya dengan keputusan Mu, aku yakin dengan mukjizat Mu, jika memang dia yang terbaik untuk ku, aku mohon lancarkanlah, jika dia bukan yang terbaik untuk ku maka jauhkanlah." Ucap Linda dalam hatinya dan saat ini dia sedang dalam posisi bersujud setelah melaksanakan shalat sunnah.
Linda pun kemudian kembali ke mobilnya dan melihat jika ada beberapa pesan masuk dan panggilan tidak terjawab dari Farrell dan Mily.
Jam sudah menunjukkan jam 01.30 wib dan Linda pun melihat pesan dari Farrell terlebih dahulu.
"Linda, maaf namun aku sepertinya dalam dua hari ini tidak pulang ke Desa Impian." Tulis Farrell melalui pesan singkat itu.
"Oke, aku juga pamit mau ke amerika serikat, ada urusan kerjaan, bye." Tulis Linda membalas pesan singkat itu.
Linda pun kemudian melihat pesan singkat dari Mily.
"Miss, Farrell mengirim pesan singkat kepadaku menanyakan kondisi anda, karena katanya anda tidak membalas pesan singkat dan panggilan teleponnya namun belum saya balas." Tulis Mily dan pesan itu di kirim lima menit yang lalu.
Linda pun kemudian menghubungi Mily melalui panggilan telepon karena dia tahu jika Mily masih bangun.
"Miss anda ada dimana?." Tanya Mily membuka panggilan telepon itu.
__ADS_1
"Aku masih di rest area jalan Tol, dan akan ke bandara." Ucap Linda.
"Ooooh anda sudah di jalan Tol, kirain anda masih jadi detektif." Ucap Mily.
"Aku tidak akan kembali dalam waktu yang cukup lama, aku benar benar ingin sendiri dulu, tadi aku melihat Farrell dengan perempuan yang ke tiga masuk hotel soalnya." Ucap Linda.
"Whaaaaaat." Mily berteriak histeris dan menyakitkan pendengaran Linda.
"Kau kenapa teriak teriak jam segini?." Tanya Linda.
"Jadi Farrell ke hotel bersama dengan perempuan yang ketiga?." Ucap Mily yang balas bertanya.
"Iya, sehabis dari kafe Farrell mengikuti mobil perempuan itu dan mereka masuk ke hotel." Ucap Linda.
"Lalu apa yang anda lakukan?." Tanya Mily.
"Aku tidak melakukan apa apa, hanya mengambil videonya saja, karena aku tidak mau membuat keributan dengan Farrell, belum tentu dia membela ku juga bisa bisa di malah membela perempuan itu." Ucap Linda.
"Ini benar benar gila, jika aku jadi anda sudah ku labrak dia, berani beraninya dia masuk hotel dengan wanita lain, secara dia rajin beribadah dan jujur aku sangat kecewa dengan dia." Ucap Mily.
"Jika kau saja kecewa apalagi aku." Ucap Linda.
"Miss, apa tidak sebaiknya kita putuskan saja kontrak kontrak kita dengan dia, dia kita kembalikan jadi komisaris saja, kan semua perusahaan itu milik anda, jujur aku sudah tidak ingin melihatnya." Ucap Mily.
"Mily ini urusan pribadi dan bukan urusan pekerjaan jadi kita harus sportif dengan hal ini, nanti aku akan mengirimkan semua photo dan video ke dia, dan aku akan mematikan nomor telepon ini untuk sementara waktu, tadi aku sudah mengirimkan pesan singkat ke dia dan aku menyampaikan jika aku pergi ke Amerika serikat untuk urusan pekerjaan." Ucap Linda.
__ADS_1
"Miss, saya hubungi anda ke nomor mana jadinya." Ucap Mily yang tidak ingin sampai lost contact dengan Linda.
"Mily, aku masih memiliki nomor sydney di ponsel ku, dan Farrell kan sejak pertama kenal tidak tahu nomor sydney ku, jadi kau hubungi aku ke nomor itu saja ya." Ucap Linda.