
Drrrrt ponsel Farrell yang diletakan di atas meja bergetar pertanda ada panggilan masuk ke ponselnya itu.
"Maaf semua saya terima dulu panggilan telepon dari Linda ini" ucap Farrell sambil berdiri dan melangkah ke halaman lalu menerima panggilan telepon itu.
"Linda, ada apa" ucap Farrell melalui panggilan telepon itu.
"Farrell apa warna kesukaan mu" ucap Linda.
"Aku menyukai warna hitam seperti rambutmu itu" ucap Farrell.
"Oke, bye" ucap Linda yang langsung memutuskan panggilan telepon itu.
Farrell menyimpan kembali ponselnya dan langsung duduk kembali di kursi teras.
"Farrell ada apa, kau terlihat kebingungan" ucap Mister Grahan.
"Oh tidak, cuma barusan Linda menghubungi ku hanya menanyakan apa warna kesukaan ku, sudah itu saja" ucap Farrell.
"Iya dia mau membelikanmu sesuatu, kau tunggu saja dia kembali nanti juga kau akan mendapatkan hadiah itu" ucap Mister Alexander.
Farrell hanya tersenyum lalu mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Linda.
"Farrell ada yg?" Tanya Linda.
"Linda, apa warna kesukaanmu" tanya FarrellĀ
"Pink" ucap Linda.
"Oke, Bye" ucap Farrell sambil kemudian memutuskan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya ke saku celananya.
"Kau mau memberikan apa ke Linda?" Ucap Mister Alexander.
"Mau ngasih mobil, tapi mobilnya sudah banyak, mo ngasih motor tapi motornya juga juga sudah banyak" ucap Farrell yang terlihat kebingungan.
__ADS_1
"Haissssss kau ini, tidak harus barang mahal seperti itu, kan sudah ku contohkan" ucap Mister Alexander.
"Iya ayah, aku mau memberinya, sebuah kalung saja, kemarin aku di tawari kalung berlian yang sangat bagus dan aku yakin Linda akan menyukainya, kebetulan kalung berlian itu juga hanya di buat satu di seluruh dunia jadi sangat spesial" ucap Farrell sambil kembali mengambil ponselnya dan langsung menghubungi koleganya yang merupakan pemilik toko perhiasan mewah.
"Farrell tumben kau menghubungi ku, apa ada yang bisa ku bantu untuk mu" ucap kolega Farrell itu.
"Bro, aku mau kalung berlian yang semalam kau tawarkan, namun aku ingin kau bungkus dengan kotak kayu berwarna pink ya" ucap Farrell.
"Oke, mau kau ambil apa aku antarkan sekarang, kebetulan aku sudah di toko dan kotaknya juga ada kok" ucap kolega Farrell itu.
"Kau antarkan saja, nanti sampai sini aku bayar, aku kirimkan lokasinya ya" ucap Farrell.
"Iya, soal pembayaran gampang itu, kirimkan saja, dan apakah kau mau aku tuliskan kata kata cinta romantis untuk wanita mu itu" ucap kolega Farrell itu.
"Iya, aku percayakan kepada mu ya, ingat jangan membuat ku kecewa" ucap Farrell.
"Sip beres" ucap kolega Farrell itu dan panggilan telepon itu langsung di putuskan oleh Farrell.
Farrell kemudian mengirimkan pesan singkat ke kolenganya itu berisi alamat, lokasi gps dan juga nama Linda.
"Dasar anak muda, di suruh beli yang murah malah beli yang mahal" ucap Mister Alexander.
"Farrell oh Farrell, kalau lagi jatuh cinta maka semuanya terasa murah ya" ucap Mister Grahan.
"Ayah, Linda wanita pertama yang ku sukai, ku cintai dan ku sayangi, masa iya aku memberikan barang yang murah untuknya" ucap Farrell.
"Iya suka suka kau saja, lagi pula itu uang mu, awas saja jika kau pakai uang perusahaan" ucap Mister Alexander.
"Ayah mana mungkin aku memakai uang perusahaan, bisa di gantung aku sama Linda nantinya." Ucap Farrell.
"Iya, tapi lain kali jangan semahal itu juga, kau sebaiknya menambah aset mu seperti Linda, gunakan uang mu untuk menghasilkan uang lebih banyak, dan jajanlah dengan satu persen penghasilan mu per bulannya, kau tau sendiri bukan Linda membeli puluhan perusahaan saja hanya senilai lima persen dari uangnya di satu bank, dari ratusan rekening bank yang dia miliki" ucap Mister Grahan.
"Iya, ke depannya aku tidak begini lagi" ucap Farrell.
__ADS_1
"Iya, terus jam berapa kita ketemu dengan pihak pemerintah daerah itu" ucap mister alexander.
"Tenang ayah masih dua jam lagi kok, lagi pula lokasinya dekat hanya lima belas menit perjalanan saja" ucap Farrell.
"Nanti sekalian bahas soal pembangunan rumah ibadah saja dengan mereka" ucap Farrell.
"Iya jika begitu aku ke kantor dulu untuk membuat desainnya, ayah aku permisi sebentar" ucap Mister Grahan ke Kakek Muchtar.
"Kakek dan ayah Alexander nanti saya jemput kesini ya, saya mau keliling melihat para pekerja proyek dulu" ucap Farrell sambil berdiri lalu melangkah meninggalkan teras rumah kakek Muchtar itu.
"Ayah, apa yang ayah pikirkan, sepertinya ada hal berat yang ayah pikirkan" ucap Mister Alexander.
"Tidak begitu penting hanya ayah ingat dengan susunan rumah ibadah di kota Lembang itu loh, dimana semua rumah ibadah bisa berkumpul dengan baik dan tanpa saling terganggu atau mengganggu" ucap Kakek Muchtar.
"Iya ayah, hal seperti itu adalah hal baik, kadang saya bingung jika ada yang menolaknya" ucap Misteri Alexander.
"Iya, pemikiran yang salah itu banyak, justru keberagaman agama harus selalu terjaga" ucap kakek Muchtar.
"Oh iya ayah, kenapa danau kecil di belakang desa bisa hilang" ucap Mister Alexander.
"Waktu itu dindingnya retak dan membanjiri daerah sini sampai semua perkebunan terendam dan mengalami gagal panen, alhasil kami sumbat saja itu aliran sungai yang menuju danau kecil itu, kenapa apa kau ada rencana mengaktifkan kembali danau itu" ucap Kakek Muchtar.
"Iya ayah, namun dengan pondasi yang benar benar kuat tentunya jadi kita bisa mancing sambil naik perahu seperti jaman dulu" ucap Mister Alexander.
"Iya ayah ingat kalian bertiga sampai seharian di sana, sehingga ayah di marahi ibu kalian dan harus menyusuli kalian kesana" ucap kakek Muchtar.
"Iya ayah, nanti kita siapkan juga perahu perahunya dan juga gazebo gazebo untuk bersantai disana, ditambah kita tambahkan pepohonannya biar danaunya makin alami dan asri" ucap Mister Alexander.
"Iya tapi masalahnya air sungai sudah tidak sebagus dulu, sekarang sudah mulai keruh" ucap kakek Muchtar.
"Ayah urusan teknologi urusan ku, Nan kita olah air masuk ke danau menjadi air siap minum jadi akan selalu jernih dan ikan ikan juga akan semakin sehat hidup di sana kelak" ucap Mister Alexander.
"Apalagi jika banyak burung berkicau dan ada juga rusa yang hidup bebas, suasananya akan menjadi suasana yang di idam idamkan semua orang." Ucap Kakek Muchtar.
__ADS_1
"Iya ayah, di tambah di buat pondok pondok kayu untuk bermalam disana jika pas jenuh bekerja akan bikin kita semakin segar dan bersemangat lagi" ucap Mister Alexander.
"Kau benar Alexander, jika itu ada maka julukan desa ini sebagai desa impian akan benar benar nyata" ucap kakek Muchtar.