From Sydney With Love

From Sydney With Love
Membeli Saham Perusahaan komunikasi


__ADS_3

"Kan sudah ada perusahaan yang aku beli lima puluh persen sahamnya, yaitu perusahaan Farrell" ucap Linda sambil tersenyum lebar.


"Jadi semua ini agar Farrell bisa berkembang?" Tanya mister Alexander


"Benar, jika dia bisa berubah maka lebih baik, jika tidak ya sudah setidaknya aku sudah mencobanya" jawab Linda sambil tersenyum hangat ke mereka berdua yang kini melihatnya.


"Linda anakku, jika kau memang menyukainya sebaiknya kau menyampaikannya langsung kepada Farrell" ucap mister Alexander dengan penuh kasih sayang.


"Tidak mau, aku tidak akan seperti itu, aku ingin dia sukses dengan sendirinya terlebih dahulu karena biar bagaimana pun siapapun yang mendampingi ku haruslah bisa fokus tidak seperti dia saat ini" ucap Linda sambil tersenyum lebar.


"Aku paham maksud mu, semoga saja dia bisa menjadi pemimpin yang benar ke depannya" ucap Mister Alexander sambil mengambil sebotol air mineral dan langsung membuka tutupnya lalu meminumnya perlahan.


"Linda apakah perkantoran yang kau inginkan itu untuk kantor pusat dari bisnis bisnis mu, untuk mengawasi semua bisnis yang kau miliki" ucap Mister Grahan dengan sangat ramah sambil tersenyum hangat ke Linda.


"Iya benar, jadi kita cukup berkantor di sana saja, tidak perlu jauh jauh, aku ingin selalu dekat dengan kakek nenek"ucap Linda dengan sangat ramah dan tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Linda jika aku membawa istri ku kesini bagaimana menurut mu, kami bisa tinggal sementara di paviliun tamu mu bukan" ucap Mister Alexander dengan ramah.


"Jangan, maksud ku ibu tinggal di rumahku saja, Mister Alexander dan Mister Grahan silahkan di paviliun tamu, bagaimana?" Ucap Linda sambil tertawa ringan.


"Kau ini ada ada saja, ya sudah aku akan menghubungi istriku agar dia terbang ke Bandung saja" ucap Mister Alexander sambil tersenyum hangat.


"Jangan ke Bandung tapi ke Jakarta saja, kasihan ibu jika terbang langsung ke Bandung maka akan tidak akan mendapatkan kelas pertama dan penerbangannya akan Transit jadi ke Jakarta saja, biar aku saja yang menjemputnya nanti" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.

__ADS_1


"Linda kau ini, biar kami saja, kami tidak akan nyasar kok, kami juga bisa bergantian menyetirnya" ucap Mister Alexander lagi.


"Sudah, itu masalah kecil, sekarang sebaiknya hubungi dulu ibu, kapan ibu bisa berangkat jika soal tiket kan bisa langsung di bandara" ucap Linda.


"Iya aku akan menghubunginya, kau ini ke ibumu bisa bilang ibu, ke kami berdua belum pernah sekalipun kau memanggil kami ayah dari sejak kau kecil" ucap Mister Alexander sambil mengambil ponselnya dan Linda hanya pura pura tidak mendengarnya.


Mister Alexander dan Mister Grahan langsung menghubungi istri mereka berdua untuk menanyakan kapan mereka berdua bisa berangkat ke Jakarta dan mereka berdua akan berangkat jam 18.00 sehingga kurang lebih jam tiga pagi akan sampai ke Jakarta.


"Linda, kedua ibu mu akan berangkat jam 18.00 jadi sampai Jakarta jam 3 pagi kurang lebih" ucap mister Alexander.


"Oke, nanti jam sebelas malam saja aku berangkat menjemputnya" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berdua.


"Kita bertiga yang akan berangkat kesana menjemput kedua ibumu, dan jangan membantah untuk kali ini" ucap Mister Grahan dengan pandangan mata tetap ke laptop.


"Iya iya, lagi pula mobil ku juga sudah siap pakai kok, sudah lama juga aku tidak memakai Vellfire Transformer ku" ucap Linda dengan ramah.


"Haissssss, itu mobil hanya untuk ke hutan saja, nanti kapan kapan kita ke hutan, jika Mily dan suaminya sudah datang" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum lebar.


Beberapa email terlihat di terima oleh Ponsel Linda dan langsung di periksa oleh linda satu persatu dia baca dengan sangat teliti dan email email itu merupakan bukti kepemilikan saham delapan puluh persen untuk beberapa perusahaan telekomunikasi.


"Sekarang draft kontrak menara BTS tidak kita perlukan lagi, jika dalam dua hari di sini sinyal masih susah maka akan aku bangkrutkan itu perusahaan" ucap Linda sambil kemudian menerima panggilan telepon dari Mily.


"Miss Linda semuanya sudah beres, anda sekarang pemilik perusahaan perusahaan telekomunikasi itu" ucap Mily melalui panggilan telepon itu.

__ADS_1


"Mily berapa persen uang ku yang kau pakai" ucap Linda.


"Hanya lima persen saja, dan akan segera tertutup lagi kok aku akan memasukan keuntungan perusahaan selama lima tahun yang belum anda ambil jadi angkanya malah akan bertambah" ucap Mily.


"Oke, sekarang buat daftar dan biodata singkat perusahaan perusahaan itu termasuk punya Farrell dan kirimkan ke email ku" ucap Linda.


"Baik, sebentar masih ada perusahaan yang belum aku beli sahamnya, lima menit lagi beres dan akan aku buatkan daftarnya, juga nanti aku akan hubungi mereka semua agar mereka tahu siapa pemilik perusahaan yang baru" ucap Mily.


"Oke, aku percayakan kepada mu, dan jika sudah beres dan suamimu sudah kembali kalian berdua kesini lah" ucap Linda.


"Oke Miss, nanti aku hubungi suamiku agar pulang" ucap Mily dan panggilan telepon itu langsung di putus oleh Linda.


"Linda apakah kau sudah menjadi pemilik dari perusahaan telekomunikasi yang sedang survei untuk pemasangan menara BTS itu" ucap Mister Alexander.


"Iya benar, saham ku delapan puluh persen, jadi aku sah jadi pemiliknya, namun biarkan saja dulu, biar Mily saja yang mengurusnya" ucap Linda sambil mengirimkan pesan singkat berisi lokasinya ke mily dan meminta Mily untuk menghubungi perusahaan telekomunikasi agar hari ini juga di pasangkan menara BTS di desanya itu dan di jawab oke oleh Mily.


"Lalu mereka yang sedang mencari lokasi itu?" Tanya mister Alexander.


"Biarkan saja, sebentar lagi juga mereka akan mendapatkan perintah dari kantornya untuk segera memasang menara BTS nya, aku sudah meminta Mily menghubungi perusahaan telekomunikasi itu agar malam ini sudah terpasang menara BTS di desaku ini" ucap Linda sambil tersenyum lebar.


"Kau ini ada ada saja, menyamakan bisnis di Indonesia dengan bisnis Sydney" ucap mister Alexander.


"Mereka sudah satu jam dan belum kembali apakah sesusah itu?, Bukankah mereka memiliki alat pencari yang bagus, jika memang tidak ada maka bukankah di atas bukit juga ada sinyal jadi bisa di pasang di atas bukit atau bukit bukit lainnya" ucap Linda dengan ramah.

__ADS_1


"Kau benar, ya sudah kita tunggu saja mereka kembali" ucap mister Alexander dan bersamaan sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Linda yang dikirim oleh Mily.


Mily mengabari jika perusahaan telekomunikasi akan datang dalam satu jam dengan membawa semua peralatan mereka untuk memasang menara sementara sampai Menara menara BTS terpasang dan akan di pasang lima menara BTS di sekitar desanya.


__ADS_2