
"Linda, dengan aku tinggal sementara disini maka kita bisa sering bertemu" ucap Farrell.
"Ya jangan saja sampai kau bosan dengan ku" ucap Linda sambil tertawa ringan.
"Ya pastinya tidak" ucap Farrell sambil tersenyum hangat.
"Farrell apakah benar kau tidak memiliki pasangan atau mungkin dia ada di kota lain atau mungkin di negara lain" ucap Linda.
"Linda, aku seperti mu sibuk bekerja jadi selama ini meskipun banyak yang menyukai ku namun aku tidak pernah merespon mereka" ucap Farrell.
"Ya semoga saja, tapi maaf ya aku belum mau berpacaran atau lainnya dengan mu, biarkan waktu yang berjalan dengan semestinya ya" ucap Linda dengan ramah.
"Iya Linda, aku akan buktikan jika kau satu satunya di hati ku ini" ucap Farrell.
"Nah kau sudah berbohong dengan ku" ucap Linda.
"Maksudmu?" Tanya Farrell.
"Kakek Nenekmu apa kau lupakan" ucap Linda sambil tertawa ringan.
"Linda kau ini, oh ya memangnya tidak ada mobil yang kau service hari ini kau bisa bebas seperti ini" ucap Farrell menggoda Linda.
"Tidak, kan semuanya masih bagus jadi tidak ada yang ku service, apakah mobilmu rusak lagi" ucap Linda
"Tidak namun jantungku ku yang rusak jika di dekat mu, karena selalu berdetak lebih cepat" ucap Farrell sambil melihat Linda yang duduk di sebelahnya.
"Kau sangat cantik sekali Linda" ucap Farrell dalam hatinya.
"Farrell kau ini ada ada saja" ucap Linda sambil tertawa ringan.
"Sebentar biar aku coba hubungi kakek ku dulu sudah dimana dia" ucap Farrell sambil mengambil ponselnya lalu menghubungi kakeknya.
__ADS_1
"Kakek sudah dimana?" Ucap Farrell melalui panggilan telepon.
"Kakek baru mau masuk ke desa sebelum desa Linda" ucap Kakek Prayoga melalui ponselnya.
"Kakek, nanti ada mobilku kakek berhentilah saya sama Linda di sini sedang di salah satu rumah milik Linda" ucap Farrell.
"Iya aku sudah melihatnya" ucap Kakek Prayoga.
Farrell kemudian memutuskan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku kemejanya.
"Linda, kakek dan nenek sudah dekat aku ke depan dulu menyambut mereka" ucap Farrell sambil berdiri demikian juga Linda.
"Ayo" ucap Linda yang lebih dulu berjalan menuju ke arah luar karena jarak rumah dan jalanan ada lima puluh meter.
Farrell langsung mengejar Linda dan kembali berjalan di samping Linda.
"Linda apakah penduduk desa ini dekat dengan mu juga" ucap Farrell sambil tersenyum hangat.
"Kakek Prayoga dan Nenek Wati senang bisa berjumpa dengan anda berdua lagi" ucap Linda ketika Kakek Prayoga dan Nenek Wati turun dari dalam mobil mereka.
"Linda senang bertemu dengan mu juga, dan terima kasih sudah mempercayai kami untuk pembangunan desa mu" ucap Kakek Prayoga dengan sangat ramah.
"Linda Nenek juga senang bisa bertemu dengan mu lagi, malah jika boleh nenek ingin tinggal dekat mu saja" ucap Nenek Wati dengan sangat ramah.
"Kakek nenek, rumah ini milik Linda dan di persiapkan untuk kita tempati selama proses pembangunan desa impian" ucap Farrell.
"Jika demikian ayo kita lihat" ucap Kakek Prayoga dengan sangat bersemangat.
"Mari kita melihatnya namun masih kosong saya belum mengisinya, karena baru kemarin kunci rumah ini di berikan kepada saya" ucap Linda sambil melangkah menuju rumah besar itu.
"Linda cucuku, rumah ini sangat besar bahkan sebesar rumah kami, kami akan senang bisa tinggal disini sementara jadi dekat jika ingin ke desa mu, tidak seperti sekarang ini" ucap Nenek Wati.
__ADS_1
"Farrell segera hubungi manager supermarket untuk mengirimkan furniture untuk rumah ini" ucap Kakek Prayoga.
"Semoga kakek dan Nenek kerasan ya hidup di desa seperti ini" ucap Linda dengan ramah.
"Linda kami juga berasal dari desa bahkan lebih terpencil dari desa mu, namun desa kami sudah tidak ada karena sudah menjadi bagian dari waduk Jatigede dan desa ini bisa mengobati rasa kangen kami hidup di desa, terima kasih ya Linda" ucap Nenek Wati.
"Nenek, nanti ada satu rumah untuk kalian berdua di atas bukit itu jadi kita bisa hidup bersama nantinya jika Nenek dan kakek tidak keberatan" ucap Linda sambil terus berjalan di samping nenek Wati.
"Benarkah, baru tadi di perjalanan kami membincangkannya berdua, kami berencana menyampaikannya kepadamu namun ternyata kau sudah menyiapkannya untuk kami, terima kasih Linda" ucap nenek Wati sambil tersenyum hangat ke Linda yang berjalan di sebelahnya.
"Pak Prayoga dan Ibu Wati selamat datang" ucap Mister Alexander yang menyambut mereka di teras rumah itu.
"Mister Alexander dan Mister Grahan senang berjumpa kembali dengan anda berdua" ucap Kakek Prayoga sambil tersenyum hangat.
"Pak Prayoga panggil kami nama saja, anggap saja kami anak anda" ucap Mister Grahan sambil tersenyum ramah.
"Ayah ayo kita temani kakek dan nenek melihat bagian dalamnya" ucap Linda sambil tersenyum hangat.
"Mari mari kita masuk, saya sudah melihat bagian dalamnya dan semuanya dalam kondisi baik dengan beberapa furniture maka akan semakin baik" ucap Mister Alexander sambil melangkah memasuki bagian dalam rumah itu kembali.
Mereka semua masuk ke dalam rumah itu dan memeriksa semua ruangan yang ada dan ada enam kamar tidur besar dengan kamar mandi di dalam ternyata bahkan bagian dapur juga cukup luas dan modern.
"Ayah Ibu, kakek dan nenek maaf tapi kita sudah di tunggu untuk sarapan bersama di rumah kakek dan nenek ku" ucap Linda dan saat ini mereka sudah berada di teras rumah itu kembali.
"Jika demikian kita kesana saja, kebetulan nenek juga belum sarapan" ucap Nenek Wati sambil tersenyum hangat.
"Farrell rumah lainnya nanti kau cek sendiri saja ya, dua rumah di kiri dan dua rumah di kanan, kuncinya tadi yang sudah aku berikan kepadamu" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Oh iya nanti aku akan melihatnya" ucap Farrell sambil mengunci pintu rumah itu.
Mereka langsung berjalan menuju kendaraan mereka dan Linda bersama dengan Mister Grahan serta mister Alexander langsung ke motor mereka.
__ADS_1
Mereka beriringan menuju rumah kakek muchtar dengan Linda paling depan dan langsung berhenti di depan rumah kakek Muchtar di ikuti oleh semuanya.