
Waktu berlalu begitu cepatnya dan tak terasa sudah tepat tiga bulan lamanya pembangunan desa impian itu, kantor sementara itu juga sudah berdiri demikian juga dengan enam rumah yang dibuat bukan hanya berdiri melainkan sudah di isi oleh orang orang kepercayaan Linda dari Sydney Australia.
Jalan baru perkebunan teh juga sudah selesai prosesnya demikian juga dengan jalan baru di desa impian, pembangunan rumah rumah penduduk desa, pembangunan perumahan di atas bukit, kompleks perkantoran dan lain lainnya juga sedang berjalan.
Pagi ini Linda terlihat sedang duduk bersama Farrell melihat proses pembangunan perumahan di atas bukit.
"Farrell kapan sapi sapi perah itu datang?" Ucap Linda dengan sambil melihat Farrell.
"Jam sembilan pagi ini sudah sampai seharusnya untuk sapi sapi perah yang dari Lembang dan minggu depan untuk rumah produksi sudah bisa berproduksi" jawab Farrell.
"Lalu untuk unggas ayam, bebek dan yang lainnya apakah sudah semuanya datang" ucap Linda.
"Hanya satu unggas petelur yang belum datang yaitu entok, tadi selesai sarapan aku cek untuk yang lainnya sudah isi semua kandangnya" jawab Farrell.
"Lalu pelatihan para pekerjanya bagaimana?" Ucap Linda
"Sudah selesai semua, kemarin namun untuk orang orang jepang itu kata ayah Alexander mereka sementara akan tetap di peternakan, dan setahu ku ayah Alexander juga sudah menawarkan kepada mereka untuk bekerja mengurus peternakan mu namun aku tidak tahu kelanjutannya" jawab Farrell.
"Baguslah, sudah dua bulan aku meninggalkan desa ini untuk urusan pengembangan bisnis ku dan aku puas dengan pekerjaan mu ini, terima kasih ya" ucap Linda yang terdengar sangat tulus.
"Linda dua bulan tidak bertemu dengan mu aku sangat merasa kesepian tanpa mu" ucap Farrell sambil menatap wajah Linda dengan hangat.
"Farrell, apa benar seperti itu, kan kita sering komunikasi melalui telepon" ucap Linda.
"Linda, berhubungan melalui telepon tidaklah sama dengan bertemu langsung" ucap Farrell.
"Ooooh" ucap Linda singkat.
"Aku juga merindukanmu, makanya aku menyusulmu kesini" ucap Linda dalam hatinya.
"Linda, nanti malam kita keluar yuck, aku tahu restoran yang bagus di kota Bandung" ucap Farrell sambil menatap Linda.
__ADS_1
"Farrell maaf, tapi kangen makan di rumah kakek nenek, jadi lain kali saja ya" ucap Linda sambil tersenyum.
"Iya tidak apa apa, mungkin lain kau berminat untuk makan berdua di restoran itu bersama ku" ucap Farrell sambil tersenyum juga namun terlihat jika Farrell bersedih.
"Farrell begini saja biar kau senang, besok malam saja ya tapi kita jalannya selesai shalat isya ya, nanti aku sampaikan ke ayah ibu dan kakek nenekku jika besok malam aku dan kamu tidak ikut makan bersama" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Yessssss" teriak Farrell yang kegirangan sambil menggerakkan kedua tangannya yang membuat banyak pekerja proyek melihat ke arah mereka berdua.
"Jangan lakukan itu lagi" ucap Linda yang terlihat sangat serius.
"Iya maaf, aku hanya gembira kau mau makan malam berdua dengan ku" ucap Farrell sambil tersenyum lebar.
"Farrell apakah selama aku pergi ada masalah?" Ucap Linda Mengalihkan pembicaraan.
"Ada masalah besar yang terjadi." Jawab Farrell.
"Oh ya masalah apa, trus apakah sudah selesai?" Ucap Linda sambil memandang wajah Farrell.
"Terus saja menggodaku, biar aku jadi kebal" ucap Linda sambil tertawa ringan.
Farrell tidak berbicara lagi melainkan hanya memandangi wajah Linda saja.
"Kalian berdua ternyata di sini, aku mencari cari kalian loh, aku telepon saja kalian berdua tidak ada yang menjawabnya" ucap Mily yang datang menemui mereka berdua.
"Mily, ada apa, ponsel ku ada di rumah" ucap Linda dengan ramah.
"Maaf ponsel ku sedang aku silent." Ucap Farrell.
"Suami ku beserta mister Alexander dan mister Grahan ke hutan, tadi mereka menghubungi ku katanya motor mister alexander bermasalah jadi meminta mu datang membawa spare parts nya" Mily.
"Memangnya apa yang rusak dan motor mana yang ayah alexander bawa? Ucap Linda yang terlihat jika dia sangatlah khawatir.
__ADS_1
"Yamaha tenere yang biru, katanya kerusakannya sudah di kirim melalui rekaman video ke ponsel mu" ucap Mily.
"Farrell aku pergi dulu ya" ucap Linda sambil berdiri.
"Linda aku akan menemani mu" ucap Farrell yang juga ikut berdiri.
"Iya, kita bawa motor masing masing saja, aku akan membawa yamaha tenere juga soalnya" ucap Linda sambil berjalan mengikuti Mily yang berjalan ke arah motor matic yang dia bawa.
Farrell tidak menjawabnya melainkan berjalan berlawanan arah menuju motor trail milik Linda yang sejak dia memulai proyek dia pakai.
Linda di bonceng oleh Mily ke rumahnya dan sesampainya di rumah dia melihat ponselnya.
Ada sepuluh panggilan tidak terjawab dari Suaminya Mily, mister Alexander dan mister Grahan serta beberapa pesan singkat.
"Jadi kerusakannya di pompa bensinnya, untungnya aku memilikinya" ucap Linda sambil memasukan ponselnya ke saku celananya.
Linda langsung ke garasi yang ada di belakang rumahnya dan mengambil pompa bensin di gudang garasi beserta kunci kunci yang diperlukan untuk membetulkan motor yang rusak lalu memasukannya ke tas ransel yang selalu dia pakai saat offroad dengan yamaha tenere warna putih miliknya.
Linda langsung mengendarai motor yamaha tenere miliknya dan bertemu dengan Farrell yang menunggunya di depan garasi tersebut dengan menggunakan motor trail honda crf 500 rally milik Linda.
"Linda apakah kau sudah tahu dimana lokasinya?" Tanya Farrell saat Linda berhenti di sebelahnya.
"Aku sudah tahu lokasinya, letak gunungnya ada di atas perkebunan teh, namun jalannya sangat berlumpur jadi apakah kau beneran mau ikut." Ucap Linda sambil memberikan helm untuk Farrell.
"Iya, percayalah aku pasti bisa kok, meskipun aku biasanya hanya menggunakan trail cc kecil namun aku pasti bisa dengan motor mu ini" ucap Farrell sambil kemudian menggunakan helm yang di berikan oleh Linda.
"Nyalakan dulu intercom helm mu, jadi jika ada apa apa aku mudah mengarahkanmu, soalnya kau yang akan di depan, selama jarakmu tidak lebih dari seratus meter, maka kita masih bisa berkomunikasi" ucap Linda sambil menyalakan intercom helm nya.
"Iya baik, tapi kenapa aku yang di depan, bukankah sebaiknya aku di belakang saja jadi bisa menjagamu" ucap Farrell sambil menyalakan intercom helm nya.
"Farrell, aku kenal baik medannya sedangkan kau tidak, jika kau ada kendala maka akan susah untukku menolongmu, jadi kau di depan dan sudah sekali ini biar aku saja yang menjaga mu" ucap Linda sambil menyalakan kembali motor yamaha tenerenya.
__ADS_1