
"Aku memang menyiapkan perlengkapan seperti itu di motorku, agar jika aku ke hutan seperti sekarang tidak kelaparan" ucap Linda sambil memasang Pompa Bensin yang baru ke tangki bensin itu.
"Miss kenapa tidak membawa tenda sekalian, jadikan kita bisa berkemah di sini" ucap Mily.
"Ada di motor bmw R 1200 GS ku, biasanya jika aku sampai camping membawa motor itu, kan kesini kita hanya untuk menolong ayah angkat bukan memang niatnya untuk kemping" ucap Linda sambil mengencangkan baut baut pompa bensin.
"Miss Linda, Sebaiknya besok besok kita kesini lagi untuk kemping atau ada lokasi lain yang lebih enak untuk kemping" ucap Mily
"Ada lokasi di atas yang lebih enak untuk kita kemping namun tetap saja mata airnya lebih dekat dengan tempat ini" ucap Linda sambil memasang kembali tangki bensin yamaha tenere itu.
"Jika demikian maka kita kemping disini saja ya lain kali" ucap Mily sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang sangat putih bersih dan bagus.
"Aku malah berencana membuat bukit bukit milikku untuk menjadi area kemping karena dengan demikian kita bisa kemping dengan mudah jika kita bosan di rumah" ucap Linda sambil terus bekerja memasangkan semua bagian motor yamaha tenere itu.
"Asyiiik" ucap Mily berteriak kegirangan mendengar ide Linda.
"Mily sebaiknya kau segera memasak mie instan nya agar jika mereka kembali makanan sudah siap" ucap Linda sambil fokus memasangkan bagian bagian motor itu dan mengencangkan baut bautnya.
"Baik Miss" ucap Mily sambil tersenyum hangat lalu berjalan ke arah kompor portable yang sudah dia set sedikit jauh.
Matahari semakin bersinar terang namun cuaca hutan itu sangat sejuk karena banyaknya pepohonan besar disana meskipun disana lebih banyak pohon pinus.
Satu jam berlalu dan Linda sudah selesai membenarkan motor yamaha tenere 700 tersebut dan dia juga mengetesnya dengan menghidupkan motor tersebut.
__ADS_1
"Linda apakah sudah selesai motornya" ucap Mister Alexander yang datang bersama yang lainnya dan melihat Linda sedang membereskan kunci kunci yang di gunakan untuk membenarkan motor yamaha tenere 700 itu.
"Sudah ayah, kalian lama sekali, ya sudah aku mau ke mata air dulu untuk mencuci tanganku lalu kita makan bersama" ucap Linda sambil menyimpan kunci kunci itu di tas ranselnya.
"Maaf kami semua mandi di sana jadi sedikit lebih lama" ucap Mister Alexander sambil tersenyum lebar.
"Iya ayah, aku ke mata air dulu ya" ucap Linda sambil tersenyum hangat dan melangkah menuju mata air.
Lokasi mata air itu tidak terlalu jauh dan memang sebelumnya linda sudah membuat pancuran dan juga kamar mandi di sana setahun yang lalu agar aman untuk dia gunakan saat dia ke hutan ini.
Sesampainya di mata air, Linda langsung membersihkan kedua tangannya juga dengan wajahnya lalu kembali lagi menemui yang lainnya.
"Miss, ini mie instan anda." Ucap Mily memberikan semangkuk mie instan ke Linda dan memang Linda menyimpan beberapa mangkuk styrofoam di box motornya dan juga gelas gelas kertas.
Semuanya menikmati mie instan buatan Mily dengan lahap dan tenang karena tidak adanya yang berbicara saat menikmati makanan mereka.
Setelah semuanya selesai Mily dengan sigap memasukkan semua sampah di sana ke tas plastik yang dia bawa sebelumnya karena dia memang sudah menyiapkannya dari rumah lalu mengikat kantong plastik sampah tersebut di belakang motornya untuk dia bawa pulang.
"Ayah siapa yang punya ide untuk ke hutan ini sampai sampai tidak mengecek dulu motornya sebelum berangkat" ucap Linda dengan ramah.
"Noh Bradley yang mengajak kami tadi, dan ayah pikir motor itu sehat ayah sengaja membawa motor yamaha tenere itu karena satu satunya yang tidak menggunakan box samping" ucap Mister Alexander.
"Ayah, lain kali jika ada motor yang berbeda atau mobil yang berbeda dengan sejenisnya tandanya sedang rusak dan belum aku perbaiki, motor yang ayah pakai itu pernah mogok kehabisan bensin dan aku sudah menduga jika akan menyebabkan pompa bensinnya rusak, terus apa ayah sampai mendorong motornya ke tanah lapang ini." Ucap Linda sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
"Tadi kami sudah sedikit ke atas terus motornya mogok dan tidak mau hidup lagi jadi kami kembali ke sini saja" jawab Mister Alexander.
"Bradley bagaimana apakah kau suka hidup di desa seperti ini" ucap Linda sambil melihat Bradley.
"Desa mu sungguh indah dan aku bisa menikmati alam dengan puas, aku sangat puas tinggal di desa impian, oh ya jika nanti perkantoran jadi apakah aku boleh membuka satu kantor di sana, suasana desa impian membuat ku semangat bekerja kembali" ucap Bradley sambil tersenyum ramah ke semuanya.
"Kau mau membuka kantor apa? Bukankah Kantormu saja kau tutup yang di sydney." Ucap Mily sambil melihat Bradley.
"Aku berencana membuka kantor pusat untuk mengontrol bisnis ekspor impor mobil ku, aku capek jika harus ke kanada terus, jadi jika bisa aku pindahkan ke desa impian maka akan lebih nyaman untukku, oh ya apa kau tertarik untuk berinvestasi di bidang ini" ucap Bradley sambil tersenyum lebar ke Linda.
"Investasi apa lagi yang kau tawarkan kepada ku, sudah lupa beberapa investasi ku ke bisnis mu yang hanya jalan setengah jalan terus kau hentikan dan kau jual ke orang" ucap Linda sambil tertawa ringan.
"Linda itu kan karena aku ingin pensiun lagi pula kau setuju aku menjualnya, aku berencana melebarkan sayap ke penjualan sparepart dan aksesoris kendaraan dari seluruh dunia" ucap Bradley.
"Aku tidak bisa memberikan ruangan perkantoran ku untukmu namun jika kau mau maka nanti kantor sementara yang sekarang kita gunakan bisa kau gunakan, jadi aku tidak akan membongkarnya, bagaimana?" Ucap Linda sambil melihat Bradley.
"Itu sudah cukup, enam rumah yang di belakang juga bisa di gunakan oleh para pekerja ku nantinya, oh ya bagaimana apakah kau mau jadi pemilik usahanya atau sebagai investor saja" ucap Bradley lagi yang nampak sangat serius.
"Kenapa harus aku, kan ada istri mu uang istri mu juga cukup untuk membuat bisnis seperti itu" ucap Linda.
"Miss, uangku tidak cukup untuk bisnis yang dia inginkan, karena dia berencana mem takeover perusahaan perusahaan di china yang memproduksi sparepart dan aksesoris kendaraan, saat ini china memegang produksi dan juga pemasarannya" ucap Mily.
"Ayah bagaimana menurut kalian berdua" ucap Linda sambil melihat ke kedua ayah angkatnya itu.
__ADS_1
"Linda, di china hak cipta hanya berlaku satu tahun jadi dalam satu tahun semua produk harus bisa cepat terjual, ayah kurang berminat dengan sistem seperti ini" ucap Mister Alexander.