
Selesai semuanya sarapan itu Linda, neneknya dan keduanya ibu angkatnya itu langsung berjalan ke rumah Linda untuk mengambil mobil karena memang mereka akan belanja bersama.
Sementara itu Farrell masih di rumah kakek Muchtar bersama dengan Mister Grahan dan juga Mister Alexander dan mereka berempat duduk di teras.
"Farrell bagaimana hasilnya semalam" ucap Mister Grahan.
"Hasilnya sukses, akhirnya Linda mau jadi kekasih ku" ucap Farrell sambil tersenyum bahagia.
"Kau tidak melamarnya langsung?" Tanya mister Alexander.
"Tidak, aku tidak berani untuk langsung melamarnya" ucap Farrell sambil tersenyum lebar.
"Kau ini sudah menyia nyiakan kesempatan yang bagus" ucap Kakek Muchtar.
"Linda itu tidak pernah dekat dengan laki laki manapun, jadi kau itu yang pertama dan terakhir untuknya, jika dia mau menjadi kekasih mu maka dia juga mau jadi istri mu" ucap Mister Grahan.
"Iya, tapi tetap saja aku takut dia marah lalu menolak ku" ucap Farrell.
"Sudah begini saja, kau siapkan hadiah spesial untuknya dan jangan kasih dia buket coklat atau buket bunga atau jam tangan, tapi berikan dia sesuatu yang berbeda" ucap Mister Alexander.
"Iya, tapi apa ya sebaiknya yang ku berikan" ucap Farrell.
"Ya apa saja yang sekiranya pantas untuknya" ucap Mister Alexander.
"Hadeeeeeh hal seperti ini yang membuat ku pusing, aku juga tidak pernah memiliki pasangan jadi aku juga tidak mengerti percintaan." Ucap Farrell sambil tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang sangat putih dan rapi.
__ADS_1
"Farrell oh Farrell, soal bisnis kau cepat paham, tapi soal Linda kau selalu saja buntu" ucap Mister Grahan.
"Farrell, Linda itu meskipun memiliki segalanya namun dia sangat menghargai pemberian orang lain" ucap Mister Alexander dengan ramah.
"Maksudnya bagaimana ya, saya kurang paham" ucap Farrell.
"Kau lihat tas yang di pakai sehari hari, itu pemberian ku, saat dia lulus kuliah dulu, dan kau tahu harganya hanya lima dolar saja, karena aku waktu itu lupa membeli hadiah dan kebetulan di kampusnya ada bazar pas acara wisuda jadi aku beli saja tas bekas di bazar itu lalu aku berikan kepadanya, dia tahu harga tas itu dan dia juga tahu jika itu tas bekas namun nilai tas itu di matanya bertambah karena itu tas pemberian ku, jadi apakah kau sudah paham" ucap Mister Alexander sambil tertawa ringan.
"Iya, jadi bukan nilainya melainkan siapa pemberinya, pemberinya memberikan nilai lebih untuk barang yang berikan dan juga bisa menurunkan nilainya" ucap Farrell.
"Ya benar, Linda mempunyai banyak Tas yang nilainya sampai ratusan juta rupiah namun buat dia tas lima dolar lebih berarti dan bernilai" ucap Mister Alexander.
"Tapi aku masih bingung apa yang akan aku berikan lagi kepadanya" ucap Farrell sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Apa yang ingin kau berikan kepada nenek mu jika kau ingin memberikan kejutan" ucap Kakek Muchtar.
"Kau ini ada ada saja" ucap Kakek Muchtar sambil menggelengkan kepalanya.
"Farrell apakah pernah anda wanita yang memberikan mu sesuatu" ucap Mister Grahan sambil tersenyum hangat ke Farrell.
"Iya, ada saja yang memberikan ku hadiah, seperti Jam tangan, tas kerja, sepatu ponsel dan lain lain, tapi aku selalu menolaknya" ucap Farrell.
"Kenapa kau menolaknya, apakah barang barang itu tidak bagus" ucap Mister Alexander.
"Tidak tapi aku tidak menyukai pemberi nya, barangnya aku suka tapi pemberi nya tidak" ucap Farrell.
__ADS_1
"Nah sekarang jika kau memberikan barang barang seperti itu ke Linda kira kira dia menerimanya tidak" ucap Kakek Muchtar.
"Sepertinya Linda akan menerimanya, selama ini dia tidak pernah menolak pemberian ku" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke semuanya.
"Jadi jangan bingung dengan apa yang akan kau hadiahkan, tapi berikanlah sesuai isi hatimu" ucap Mister Grahan dengan ramah.
"Iya, coba nanti aku cari barang yang cocok untuk Linda" ucap Farrell dengan ramah.
"Farrell lihatlah jalanan desa ini, sudah cukup rusak di lewati alat alat berat mu, coba kau sampaikan ke para pekerja proyek pembangunan agar membereskannya ya, Linda tipe wanita yang suka keindahan dan semuanya serba rapi, memang dia belum menegur mu tapi sebaiknya jangan sampai kau di tegur lagi" ucap Mister Alexander dengan ramah sambil melihat ke arah jalanan desa yang memang cukup kotor akibat banyak truk proyek yang melewatinya.
"Oh iya, aku sedang menunggu mobil pembersih jalan, aku sudah membelinya dua dan seharusnya siang nanti sampai, jadi nanti malam sudah bisa di gunakan, karena debunya akan banyak jika pengerjaannya di siang hari" jawab Farrell sambil ikut melihat ke arah jalan.
"Lalu apakah sudah kau pikirkan ucapan ku kemarin, kakek mu sudah setuju lalu bagaimana keputusan mu" ucap Mister Alexander.
"Mengenai Merger, menyatukan semua perusahaan di satu bendera itu aku sudah membuat keputusan dan menyetujuinya, karena dengan begini semuanya tidak akan merepotkan lagi, maaf jika aku sampai lupa menyampaikan hal ini, tapi apakah Linda akan setuju" ucap Farrell sambil melihat ke arah Mister Alexander.
"Linda akan setuju dengan hal ini, seperti sebelas perusahaan mu yang sudah menjadi miliknya, dia tetap membiarkan mu mengurusnya karena maksud Linda adalah agar kau bisa lebih bertanggung jawab, sosok yang Linda cari adalah sosok laki laki bertanggung jawab, jika begitu nanti aku akan mengurus semuanya, kelak semua bisnis kalian akan di urus dari perkantoran di desa impian ini, jadi kalian bisa lebih banyak waktu santai" ucap Mister Alexander lagi.
"Farrell jika bisa pembangunan rumah bukit kau percepat saja, karena kan dari awal yang pertama akan di bangun adalah perumahan di atas bukit" ucap mister Grahan dengan ramah.
"Dalam tiga bulan rumah rumah di atas bukit akan selesai namun untuk proses finishing bisa sampai dua bulan lagi, nanti aku akan menambah tenaga kerja di sana agar pengerjaannya selesai lebih cepat lagi, tapi sebenarnya aku sangat sayang dengan rumah Linda saat ini jika harus di bongkar" ucap Farrell.
"Iya kami juga, namun mau kita jadikan apa rumah itu, karena sesuai rencana kita kan mau dijadikan masjid yang besar yang bisa menampung ribuan orang" ucap Mister Grahan.
"Jika menurut kakek, jangan di rubah rencananya, kakek sangat paham dengan Linda, jika dia sudah membuat keputusan maka dia sudah memikirkannya dengan matang, Linda bukan hanya memikirkan materi namun Linda lebih memikirkan akhirat, dan kalian juga sebaiknya meminta izinnya dan mengurus perizinan untuk rumah ibadat kalian" ucap Kakek Muchtar dengan ramah.
__ADS_1
"Ayah, sebenarnya aku sudah memikirkannya dan berencana membuat semua rumah ibadah di desa impian ini, jadi kebersamaan dalam hal beragama bisa lebih terjaga, tapi apakah mudah mendapatkan izinnya" ucap Mister Grahan sambil tersenyum hangat ke semuanya.