
"Iya cucu nenek memang gadis pintar, ayo kita pulang, nenek akan masak makanan kesukaan mu" ucap Nenek Evi dengan penuh kasih sayang.
"Nek, aku sudah masak buat nenek dan kakek juga" ucap Linda dengan sangat sopan dan sedikit manja sambil berjalan di samping neneknya.
"Kalo begitu kita harus segera pulang kasian kakek mu pasti sudah tidak sabar untuk menyantap hasil masakan mu" ucap Nenek Evi sambil melangkah lebih cepat.
Mereka berdua sampai di rumah dan ternyata benar jika kakek muchtar sudah ada di ruang makan duduk menunggu mereka berdua.
Mereka pun langsung makan bersama dengan lahap sampai semua yang di masak oleh Linda berpindah ke perut mereka bertiga, dan seperti biasa Linda dengan sigap mencuci semuanya.
"Kakek nenek, istirahatlah, linda akan pulang dulu" ucap Linda dengan penuh kasih sayang ke Kakek dan neneknya.
"Linda pulanglah dan besok apa rencana mu" ucap Kakek muchtar.
"Besok ada tamu mau ke rumahku jadi aku tidak kemana mana kek, kebetulan aku sudah membeli beberapa perusahaan di kota Bandung ini jadi aku akan lebih banyak waktu bersama kakek nenek pastinya" ucap Linda sambil tersenyum hangat.
"Baguslah jika demikian, sekarang kau pulang dan beristirahat lah ingat pasang alarm mu untuk shalat subuh berjamaah lagi ya nak" ucap Kakek muchtar dengan penuh kasih sayang.
"Iya kek, besok subuh Linda akan kesini lagi" ucap Linda.
Linda yang sudah berpamitan dengan kakek neneknya langsung pulang ke rumahnya namun sesampainya di rumah tidak langsung beristirahat melainkan mengecek ponselnya karena sejak dia berangkat dari Sydney dia mematikan ponselnya itu.
__ADS_1
Beberapa pesan singkat dan juga email masuk ke ponselnya dan dia langsung membacanya satu persatu.
"Jadi Mereka menginap di apartemen ku, dan besok mereka semua akan ikut kesini bersama farrell dan kakek Prayoga, baguslah jika demikian" ucap Linda berbicara sendiri sambil membalas pesan itu meminta mereka untuk datang jam dua siang jadi ada jeda waktu satu jam sebelum dia shalat ashar berjamaah di masjid bersama kakek neneknya.
Linda yang sudah mengecek ponselnya dan membalas semua pesan singkat langsung menyimpan kembali ponselnya di atas meja dan dia langsung menuju ke tempat tidurnya.
"Aku sangat jauh dari agama selama ini dan hanya disini aku bisa selalu dekat dengan agama berkat kakek dan nenek ku, semoga saja aku tidak kelupaan lagi jika aku jauh dari desa ini" ucap Linda berbicara sendiri sambil tiduran di atas kasurnya dan memandangi photo kedua orang tuanya.
"Ayah Ibu, aku merindukan kalian" ucap Linda sesaat sebelum dia tertidur.
Tepat jam 04.20 Wib Linda terbangun dari tidurnya dan dia langsung membersihkan wajahnya lalu keluar dari dalam rumahnya menuju ke rumah kakek neneknya untuk berangkat menuju masjid bersama sama.
Kakek neneknya ternyata sudah menunggu kedatangannya di teras rumah mereka lalu mereka pun berangkat bersama sama untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah dan di masjid itu setiap selesai shalat subuh juga di isi dengan pengajian sebentar.
"Linda, kau belanja saja dan nenek nanti yang memasaknya, sudah lama nenek tidak memasak untuk kedua sahabat ayah mu itu, mereka sudah seperti anak kami juga, kakekmu pasti sangat gembira mendengar kedatangan mereka berdua" ucap nenek Evi.
"Baik Nek, makan makannya di rumah nenek aja ya Nek, di rumahku kan nenek tahu sendiri piringnya saja cuma ada dua yang aku ambil dari rumah nenek" ucap Linda sambil tertawa ringan.
"Iya, mereka berdua dulu bahkan sampai setiap hari nenek masakin, dan mereka juga pasti masih ingat rasa masakan Nenek" ucap Nenek Evi dengan penuh kasih sayang.
"Iya Nek, ya sudah aku pulang dulu, mau mandi terus mau ke pasar membeli bahan bahannya" ucap Linda dan kini mereka sudah sampai di depan rumah kakek neneknya itu.
__ADS_1
"Linda beli ikan jambal rotinya yang banyak saja, karena jika nenek menggoreng ikan jambal roti harumnya sampai ke rumah para tetangga" ucap Nenek Evi.
"Iya Nek, nanti Linda beli lebih banyak untuk para tetangga kita juga" ucap Linda sambil tersenyum hangat lalu melangkah menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Linda kemudian mengirimkan pesan singkat ke Farrell dan juga kedua bawahannya itu menyampaikan jika bisa mereka sampai jam 13.00 wib saja selesai shalat Dzuhur.
Ketiganya membalas pesan singkat itu nyaris bersamaan dan isinya pun nyaris sama yaitu kesiapan mereka untuk tiba setelah shalat Dzuhur dan Linda juga mengabari ke mereka bertiga agar tidak makan siang sebelum mereka datang karena dia akan mengajak mereka untuk makan bersama di rumah kakek neneknya.
"Jika aku ke pasar sekarang sepertinya lebih baik" ucap Linda berbicara sendiri sambil melangkahkan kakinya mengambil tasnya dan juga kunci mobilnya.
Linda kembali menggunakan Range Rover Evoque miliknya karena pasar terdekat berjarak lima kilometer dari desanya itu.
Jalanan pedesaan yang masih pagi itu membuat Linda tidak bisa mengemudi dengan cepat karena banyak penduduk yang berangkat ke kebun mereka berbeda dengan jalanan di siang hari yang membuatnya bisa mengemudi dengan cepat.
Tepat jam setengah tujuh pagi linda sudah sampai di pasar yang dia tuju dan dia langsung membeli semua yang dia inginkan dan yang nomor satu adalah ikan jambal roti yang dia beli dalam jumlah banyak sampai lima puluh kilogram karena selain dia ingin para tetangganya ikut merasakan ikan jambal roti dia juga ingin mempunyai stok persediaan.
Tidak ada satupun sayuran yang dia beli karena di desanya sudah banyak sekali sayuran dan neneknya lebih suka memetik di kebun milik mereka jadi lebih fresh dan segar.
"Sepertinya sudah semua, ikan jambal roti, ikan pindang serta daging ayam dan daging sapi sudah, buah buahan juga sudah, apalagi ya" ucap Linda dalam hatinya sambil memasukkan belanjaannya ke dalam mobilnya.
Linda kemudian masuk kedalam mobilnya dan langsung keluar dari area pasar itu lalu kembali ke desanya.
__ADS_1
Sesampainya di desanya Linda tidak langsung ke rumahnya melainkan ke rumah kakek neneknya untuk menurunkan semua yang di belinya di pasar.
"Linda apa yang kau beli" ucap kakek Muchtar ketika melihat linda membawa mobilnya ke rumahnya dan jika Linda ke rumahnya membawa mobil pertanda jika linda membawa banyak barang.