From Sydney With Love

From Sydney With Love
Mendapatkan Bukti


__ADS_3

Mereka terus berbincang dan tanpa terasa mereka sudah sampai di desa impian dan Linda pun langsung masuk ke dalam rumahnya.


Linda langsung membersihkan diri dan berganti pakaian lalu mengambil mobilnya di garasi belakang dan kali ini yang menjadi pilihannya adalah sebuah hummer h1 warna hitam, Linda yang sudah ingin melihat kebenaran tentang Farrell langsung memacu mobilnya secepat dia bisa.


Meskipun dia sedang terburu buru Linda dua kali berhenti di masjid yang dilewatinya untuk melaksanakan Shalat berjamaah Maghrib dan Isya.


Tepat jam 21.05 Wib Linda sampai di parkiran Cafe The Peak.


“Jadi kau ada disini, bukan di Jakarta.” Ucap Linda yang melihat mobil Farrell yang terparkir tidak jauh dari mobilnya.


Linda kemudian mengambil topi dan sebuah masker yang sama sam berwarna hitam lalu memakainya lalu keluar dari dalam mobilnya lalu melangkah memasuki Cafe The Peak tapi tidak langsung duduk melainkan mencari keberadaan Farrell.


Linda yang saat ini sedang menggunakan masker, topi dan juga jaket sama sekali tidak khawatir di ketahui oleh Farrell karena akan susah untuk Farrell mengenalinya, terlebih dia kini menggunakan kacamata netral yang memang untuk bergaya saja.


“Jadi kau berduaan disini.” Ucap Linda dalam hatinya sambil duduk sedikit menjauh karena tidak ada satupun meja kosong di dekat Farrell.


Posisi duduk Linda saat ini bisa melihat jelas Farrel bersama dengan wanita yang dia lihat di Mall tadi siang yang tidak lain adalah Kinara.


“Jadi ini Jakarta mu.” Ucap Linda dalam hatinya dan bersamaan dengan datangnya seorang pelayan mendekatinya.


“Saya pesan jus alpukat saja ya dan kembaliannya untuk mu saja.” Ucap Linda ke Pelayan wanita itu sambil memberikan selembar uang seratus ribu karena tidak mau di repotnya dengan pembayaran nantinya.


“Baik, sebentar ya Kak.” Ucap pelayan wanita itu sambil menerima uang dari Linda dan membawa kembali buku menu yang tidak sempat dia letakan di atas meja.


Linda mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat ke Farrell.


“Sudah sampai mana????.” Tulis Linda melalui pesan singkat.


“Belum sampai, jalan cukup padat jadi aku mampir ke Rest Area.” Balas Farrell melalui pesan singkat.


“Ya sudah, hati hati dijalannya.” Tulis Linda kembali melalui pesan singkat.

__ADS_1


“Iya sayangku.” Balas Farrell melalui pesan singkat.


Linda kemudian mengambil beberapa photo Farrell dan Kinara agar dia memiliki bukti akan kebohongan Farrell saat ini.


Tidak lama kemudian pelayan itu kembali dan meletakkan segelas Jus Alpukat diatas meja.


Linda pun meminum sedikit Jus Alpukatnya dengan tidak melepas maskernya dan melihat sekarang farrell sedang berpegangan tangan dengan Kinara sehingga dia pun kembali mengambil photo itu dan langsung berdiri.


Linda kemudian keluar dari dalam kafe dan kembali ke mobilnya.


“Kau sungguh jahat kepada ku.” Ucap Linda sambil menangis di dalam mobilnya sambil mulai menyalakan mobilnya dan menghidupkan AC mobilnya itu.


Linda kemudian mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Mily melalui panggilan telepon.


“Miss ada apa, kenapa anda menangis.” Ucap Mily membuka percakapan telepon itu.


“Mily, aku melihat sendiri Farrell berpegangan tangan dengan kinara dan dia nampak sangat menyukainya.” Ucap Linda yang masih menangis.


“Miss, anda yang kuat ya.” Ucap Mily.


“Miss apa anda yakin mau pergi kesana sekarang.” Ucap Mily.


“Iya aku mau kesana saja dulu, namun jika Farrell menanyakan maka bilang saja aku ke Amerika ya.” Ucap Linda.


“Iya Miss, baiklah aku akan memesankan ada satu tiket ke Sydney.” Ucap Mily.


“Makasih ya, aku tunggu.” Ucap Linda dan langsung mengakhiri panggilan telepon itu karena melihat jika Farrell jalan bergandengan tangan dengan kinara melewati mobilnya dan langsung di rekam oleh Linda.


Farrell berjalan bergandengan tangan dengan kinara dan mereka terlihat berpelukan sebelum keduanya berpisah dan masuk kedalam mobil masing masing lalu kedua mobil itu pun meninggalkan area parkir.


Linda yang telah merekam kejadian itu pun kemudian mengikuti mobil Farrell dengan tetap menjaga jarak agar Farrell tidak curiga dengannya.

__ADS_1


“Kau mau kemana lagi, apa ada wanita lain yang hendak kau temui.” Ucap Linda berbicara sendiri sambil terus menjaga jarak dengan mobil Farrell.


Setengah jam berlalu dan ternyata Farrell memasuki satu buah kafe lainnya dan Linda pun ikut memasuki parkiran kafe.


Linda memarkir mobilnya di seberang mobil Farrell karena memang parkiran itu cukup kosong sehingga dia bisa parkir di tempat yang dia inginkan.


Sepuluh menit berlalu dan ternyata Farrell terlihat tidak turun juga  dari dalam mobilnya hingga sebuah mobil sedan BMW seri 520i parkir di sebelah mobil Farrell.


Seorang wanita yang seumuran dengan Linda dan Farrell yang berambut panjang dan mengenakan tank top u can see dengan rok mini terlihat turun dari dalam mobil itu dan tidak lama kemudian Farrell pun turun dari dalam mobil lalu menemui wanita tersebut dan mereka pun berpelukan lalu berjalan ke dalam Kafe sambil bergandengan tangan.


Linda juga mengabadikan kejadian ini dari awal perempuan itu turun dari dalam mobil dan dia sengaja merekamnya dengan maksud untuk mempunyai bukti bukti dari tindakan Farrell ini.


Drrrrrt drrrrrt drrrrrt ponsel Linda bergetar karena ada panggilan masuk dari Mily yang langsung diterima oleh Linda.


“Mily apa tiketnya sudah dapat.” Ucap Linda membuka pembicaraan telepon itu dan sudah tidak ada lagi kesedihan di Linda yang terdengar oleh Mily.


“Miss, saya sudah mendapatkan tiketnya untuk jam lima pagi jadi anda jika mau bisa pulang dulu dan beristirahat sebentar.” Ucap Mily.


“Mily aku langsung saja dan aku sudah mendapatkan bukti baru, ternyata Farrell sekarang bertemu wanita lainnya lagi, apa kau mau melihatnya.” ucap Linda.


“Boleh, aku memang cukup penasaran dengan wanita wanita Farrell ini.” Ucap Mily.


“Iya nanti kau akan melihatnya, akan aku kirimkan photo dan videonya.” Ucap Linda.


“Miss, apakah anda sudah berpamitan sama Ayah Ibu serta Kakek Nenek.” Ucap Mily.


“Belum, kau saja nanti yang menyampaikan kepada mereka ya, bilang saja aku ke Amerika ada urusan bisnis yang harus aku sampaikan.” Ucap Linda.


“Kenapa tidak menyampaikan yang sebenarnya terjadi?.” Tanya Linda.


“Tidak, aku tidak ingin mereka semua kepikiran dengan masalah ku, lagi pula mungkin aku akan berlibur dulu saja, aku dari Sydney memang akan ke Amerika berlibur sebentar.” Ucap Linda.

__ADS_1


“Ya Sudah aku akan menyampaikannya nanti ke Ayah Ibu dan juga Kakek Nenek jika Miss Linda berangkat mendadak ke Amerika.” Ucap Mily.


“Mily, handle semuanya disana ya, jangan sampai aku tidak ada proyek desa impian berantakan, aku tidak ingin ini terjadi dan tetap ramah dengan Farrell ya namun rencana ku yang menjadi dia pemimpin di perusahaan gabungan sementara aku batalkan dulu ya.” Ucap Linda.


__ADS_2