From Sydney With Love

From Sydney With Love
Kantor Sydney 7


__ADS_3

"Maaf Miss sedikit lama, tadi ada yang menahan namun kini sepuluh perusahaan itu lima puluh persen sahamnya sudah menjadi milik anda" ucap Mily dengan ramah sambil tersenyum gembira.


"Farrell Handphone mu" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum melihat Farrell yang nampak kaget.


"Oh iya, sebentar" ucap Farrell yang menerima panggilan telepon dari kakeknya lagi.


"Farrell ada apa ini, semua saham pihak luar terjual dan berganti satu pemilik, apa yang sebenarnya terjadi di sana" ucap Kakeknya Farrell melalui panggilan telepon itu.


"Kakek, pembelinya adalah miss Linda juga, apa kakek mau berbicara langsung saja dan sebaiknya kita rubah ke panggilan video saja ya kek" ucap Farrell yang bingung bagaimana harus menjelaskan kepada kakeknya itu.


"Ya sudah rubah ke panggilan video" ucap Kakeknya Farrell.


Farrel langsung merubah ke panggilan video dan masih dengan kamera depan ponselnya itu.


"Farrell dimana Miss Linda kenapa masih wajahmu yang ku lihat" ucap Kakeknya Farrell yang terdengar oleh Linda dan Mily.


"Kek saya disini apa ada yang bisa saya bantu untuk kakek" ucap Mily dengan ramah.


Farrell langsung menyerahkan ponselnya ke Linda agar Linda memegangnya dan Linda pun menerima ponsel tersebut.


"Miss Linda, maaf saya hanya kaget saja, dan anda saya kira seumur saya ternyata anda seumur cucu saya, salam kenal nama saya Prayoga saya kakeknya Farrell, senang bisa mengenal mu" ucap Kakek Prayoga dengan ramah.


"Kakek, senang mengenal anda, saya sengaja membeli semua saham perusahaan Farrell yang lima puluh persen sahamnya ada di luar, maksud saya hanya ingin membantunya saja karena Farrell cucu anda seperti orang tertekan sejak saya mengenalnya padahal dia seorang CEO loh, dan seperti yang saya sampaikan ke Farrell jika saya tidak akan ikut campur dalam perusahaan, kecuali jika perusahaan mengalami kerugian maka saya akan ikut campur dan menyelamatkan perusahaan dengan cara saya" ucap Linda dengan ramah menjelaskan situasinya.


"Miss Linda, saya ingin berterima kasih kepada anda, dan lusa bagaimana jika saya berkunjung ke rumah anda saja jadi lebih relaks untuk kita." Ucap Kakek Prayoga dengan sangat ramah.


"Saya tidak keberatan namun rumah saya di desa dan memerlukan minimal dua jam dari Setiabudi" ucap Linda dengan sangat ramah.


"Tidak masalah, biar cucuku nanti yang menjadi supirku saja, sudah lama dia tidak menyupiriku bahkan sudah berbulan bulan tidak menemui ku, dengan begini dia tidak punya alasan untuk menolak bukan" ucap kakek Prayoga dengan ramah sambil tertawa ringan.

__ADS_1


"Nah jika begitu saya setuju kek, bagus juga ide kakek menjadikan Farrell supir kakek" ucap Linda sambil tertawa ringan berbeda dengan Farrell yang hanya menarik nafas dalam dalam.


"Oke deal ya lusa siang saya akan ke rumah mu dan mana cucu yang hilang itu" ucap Kakek Prayoga.


"Iya kakek, kita sepakat saya akan menunggu di rumah saya" ucap Linda dengan ramah sambil mengembalikan ponsel itu ke Farrell.


"Iya Kek" ucap Farrell.


"Farrell kau sudah mendengarnya bukan Lusa pagi kau harus sudah sampai di rumah ku dan aku tidak ingin mendengar alasan mu" ucap Kakek Prayoga dengan tegas.


"Iya kek, saya lusa pagi akan pulang dan mengantarkan kakek ke rumah Miss Linda" ucap Farrell.


"Bagus" ucap Kakek Prayoga sambil kemudian memutuskan panggilan video tersebut.


"Linda maafkan kakek saya yang terlalu bersemangat" ucap Farrell dan berbarengan dengan ponsel Mily bergetar.


"Ya Mister Alexander ada apa?" Ucap Mily menerima panggilan telepon dari mister Alexander.


"Oh iya aku lupa, baik nanti ketemu di Lobby saja" ucap Mily sambil memutuskan panggilan telepon itu.


"Miss barusan mister Alexander mengabari jika penerbangan mereka jam 12.00 bersama dengan tuan Farrell dan mereka akan berangkat sebentar lagi" ucap Mily dengan ramah.


"Farrell saya tidak mengantarmu ke bawah tapi Mily yang akan mengantarmu" ucap Linda dengan ramah.


"Iya Linda tidak apa apa, saya pamit pulang" ucap Farrell sambil berdiri dan menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Linda.


"Farrell hati hati dijalan" ucap Linda sambil berjabat tangan dengan Farrell.


"Mari Tuan Farrell" ucap Mily yang sudah berdiri mengajak Farrell mengikutinya.

__ADS_1


Mereka berdua langsung menaiki Lift untuk ke Lobby menemui mister Alexander dan yang lainnya.


"Tuan Farrell mengenai saham jangan khawatir ya karena Miss Linda selalu memegang ucapannya" ucap Mily dengan ramah.


"Iya Miss Mily, saya hanya kaget saja begitu banyak bantuan yang di berikan miss Linda kepada saya padahal kami baru mengenal satu sama lain" ucap Farrell dengan ramah.


"Tuan Farrell apakah anda tahu anda orang luar pertama yang memasuki kantor miss linda, bahkan mister Alexander dan Mister Grahan yang sudah seperti kakeknya saja belum pernah, hanya saya saja yang bisa dan sekarang termasuk anda, jadi bisa di pastikan jika kehadiran anda sangat berarti untuk miss Linda" ucap Mily dengan ramah karena memang itu kenyataannya.


"Mily saya benar benar bangga bisa di terima oleh Miss Linda di kantornya" ucap Farrel.


"Dan satu lagi miss Linda selama ini selalu jeli dengan keuangan jadi dia mengeluarkan banyak uang untuk anda ini adalah hal yang baru terjadi di perusahaan ini selama saya bergabung" ucap Mily lagi.


Farrell nampak berpikir keras mendengar hal ini.


"Maaf Tuan Farrell saya mohon jika memang kalian berjodoh tolong jangan pernah mengecewakan miss Linda karena dia benar benar wanita yang baik" ucap Mily sambil melangkah keluar Lift di ikuti oleh Farrell yang tidak menjawabnya karena Farrell bingung harus berkata apa.


"Tuan Farrell selamat jalan dan senang bisa mengenal anda" ucap Mily setelah mereka bertemu dengan mister Alexander dan yang lainnya.


"Miss Mily terima kasih" ucap Farrell dengan sangat sopan dan ramah.


"Sama sama" ucap Mily dan lalu kembali lagi ke Lift untuk kembali ke ruangan Linda.


"Tuan Farrell apakah anda sudah siap, mobil sudah menunggu di depan, atau ada yang hendak anda ambil di hotel anda" ucap Mister Alexander dengan sangat sopan.


"Mister Alexander maaf tapi tas saya masih di hotel, apakah masih sempat untuk kita ke hotel tempat saya menginap terlebih dulu" ucap Farrell dengan sangat sopan.


"Tentu saja kan satu arah" ucap Mister Alexander.


Sementara itu Mily sudah kembali ke ruangan Linda sambil bersiul siul gembira.

__ADS_1


"Mily kenapa kau seperti ini" ucap Linda yang melihat Mily.


"Akhirnya ada juga tamu ke ruangan ini setelah sekian lama aku di sini" ucap Mily dengan sangat gembira ria.


__ADS_2