
"Paling lama anak buahku akan mengirimkan projects proposal nya dan kita bisa mengetahui angka yang di butuhkan untuk membangun enam rumah" ucap Farrell dengan sangat sopan.
"Farrell setelah Linda mengirimkan uangnya berapa waktu yang kau butuhkan untuk mulai membangun" ucap Mister Alexander.
"Jika linda sudah menyetujui proposal nya maka besok aku sudah bisa memasukan alat berat ku, dan mulai bekerja, karena yang kita utamakan adalah jalan dan pemadatan puncak bukit ini, agar aman untuk dijadikan perumahan, tapi apakah cukup hanya enam rumah" ucap Farrell dengan sangat sopan.
"Sebaiknya kau kirimkan pertanyaan itu ke Linda, coba kau kirimkan pesan singkat dan tanyakan seberapa banyak Linda ingin ada perumahan disini" ucap Mister Grahan dengan sangat ramah.
"Baik saya akan tanyakan, namun jika melihat luas tanah ini maka lima puluh rumah masing cocok" ucap Farrell sambil mengambil ponselnya dan langsung mengirimkan pesan singkat ke Linda.
"Farrell ingat lagi jika Linda tidak suka kita bertindak semau kita namun dia sukanya kita bertindak dengan arahannya" ucap Mister Alexander dengan ramah dan diangguki kepala oleh Mister Grahan.
"Iya, Terima kasih anda berdua benar benar penolong saya" ucap Farrell sambil tersenyum hangat dan menyimpan kembali ponselnya namun belum satu menit sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya.
Pesan singkat itu di kirimkan oleh Linda dan Linda menginginkan lima puluh rumah yang sama ada di puncak bukit itu.
Farrel kemudian mengirim pesan singkat ke anak buahnya untuk menghitung pembangunan lima puluh rumah di tanah seluas tujuh hektar itu.
"Linda ingin ada lima puluh rumah, tapi kenapa banyak sekali ya, apakah Linda ingin semua karyawannya tinggal di sini" ucap Farrell dengan sangat sopan.
__ADS_1
"Entahlah, kami berdua yang paling mengenal Linda saja tidak pernah tahu arah pikiran nya, dia selalu penuh kejutan" ucap Mister Grahan.
"Oh ya apa mungkin dia ingin membangun ulang desa ini juga, Farrell jika memang Linda ingin membangun ulang desa ini maka kau akan sangat sibuk di desa ini" ucap Mister Alexander.
"Ya saya tidak keberatan, meskipun saya seorang CEO namun Linda sekarang posisinya ada adalah atasan saya secara tidak langsung, dia memiliki saham lima puluh persen di semua perusahaan saya dan kakek saya" ucap Farrell sambil tersenyum lebar.
"Tapi ingat jangan pernah memanggil dia Bos lagi, atau kau akan benar benar kehilangan dia" ucap Mister Grahan dengan ramah.
"Iya iya, padahal tadi aku hanya ingin bercanda saja" ucap Farrell sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku benar benar tidak menyangka belum genap lima tahun linda di desa ini dia bisa memiliki semua tanah di desa ini, dan hebatnya kehidupan di desa ini masih sama seperti sepuluh tahun yang lalu" ucap Mister Alexander.
"Pertama kali kenal Linda saya tidak menyangka jika dia seorang CEO yang sangat kaya raya, dia sangat ramah dan periang, susah menemukan sosok wanita pemimpin seperti dia" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke Mister Alexander dan Mister Grahan.
"Itulah kenapa semua anak buah nya dari dulu sampai sekarang belum ada yang di pecat olehnya atau di berhentikan, kami yang bekerja kepadanya sangat sungkan untuk berbuat kesalahan karena dia sangat baik kepada kami, bahkan dia rela terjun langsung dalam mengurus projects jika kami menyampaikan ada sedikit gangguan dalam projects itu" ucap Mister Alexander.
"Benar benar berbeda cara dia memimpin perusahaan dengan saya, saya hanya bisa mem push karyawan dan tidak jarang karyawan saya malah yang mengajukan berhenti bekerja" ucap Farrell sambil menarik nafas dalam dalam.
"Farrell, cobalah jadikan anak buahmu sebagai keluarga mu, ciptakan suasana kekeluargaan di perusahaan mu, jadi bisa meminimalisir konflik, dan karyawan mu akan bekerja tanpa beban serta akan rela bekerja ekstra keras agar tidak mengecewakan mu, Linda seperti itu, dia menganggap kami keluarganya sehingga menolak di panggil Bos, dan linda juga memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengurus pekerjaan kami sendiri akhirnya tapi kami selalu berkoordinasi dengannya dalam semua hal, kenapa karena dialah atasan kami jadi kami tidak ingin melangkahinya" ucap Mister Alexander dengan sangat ramah mencoba untuk membuat Farrell berubah.
__ADS_1
"Jika boleh saya tahu kenapa hanya satu perusahaan yang Linda besarkan sedangkan dia bisa memiliki ratusan sampai ribuan perusahaan" ucap Farrell.
"Itu karena kami, kami sering menyarankan membuka cabang usaha lain namun Linda tidak ingin kami memulai dari Nol, nah perusahaan di Bandung ini juga sama, kami harus meyakinkannya selama lima tahun jika kami akan tetap gembira bekerja di sini" ucap Mister Grahan.
"Jadi Linda lebih memikirkan kebahagiaan dari orang orang nya dari pada memikirkan pengembangan bisnisnya" ucap Farrell yang sedikit terkejut karena selama ini dia malah kebalikannya.
"Itu benar, lihatlah apakah ada seorang CEO yang kau kenal yang dengan uang pribadinya membuatkan rumah untuk karyawannya" ucap Mister Alexander sambil tertawa ringan.
Farrell hanya menggelengkan kepalanya karena memang belum pernah mengetahui jika ada yang seperti Linda.
"Farrell kau tahu sendiri berapa harga tiket pesawat dari Sydney ke Jakarta bukan, nah kami bahkan bisa sepuasnya bolak balik mau kemana pun juga selama projects kami selesaikan namun jika masih ada projects maka kami tidak akan berani kemana pun selain mengurus projects itu saja" ucap Mister Alexander.
"Kau tahu, Linda bahkan memberikan 20 persen keuntungan dari projects untuk pemimpin projects dan pemimpin projects membagikan secara merata ke tim yang terlibat sebagai uang ekstra apakah kau pernah seperti itu" ucap mister Grahan.
"Selama ini aku hanya memberikan bonus tahunan saja kepada karyawan ku" ucap Farrell sambil tersenyum lebar.
"Ingatlah mulai sekarang coba kau fokus kerja dengan perusahaan perusahaan yang sahamnya di beli oleh Linda saja, agar kau bisa lebih sukses, bukan memperbanyak perusahaan namun memperbanyak pendapat dari perusahaan yang ada." Ucap Mister Alexander dengan sangat ramah.
"Iya saya sudah mendapatkan pencerahan dari Linda dan dari anda berdua, ternyata seorang pemimpin perusahaan harus bisa juga menjadi pemimpin keluarga juga dalam perusahaannya, saya dari pertama mengenal anda berdua mendapatkan banyak ilmu baru tentang memimpin perusahaan" ucap Farrell dengan sangat hormat.
__ADS_1
"Kami tidak ingin menggurui mu Farrell, kami hanya menyampaikan apa yang menurut kami baik dan apa yang kami alami saja, contohnya apartemen yang kau bangun, kalian dari awal memperbanyak jumlahnya bukan membuat yang mewah dan berkualitas disana kami bisa melihat bagaimana cara kau dan orang orang perusahaan mu bekerja" ucap Mister Alexander sambil tersenyum hangat ke Farrell.