
"Farrell, sudah sekarang kau pulanglah dulu, urusan menara BTS juga sudah selesai, untuk pembangunan perumahan di atas bukit dan lainnya kau sudah tidak perlu memikirkannya" ucap Linda dengan ramah sambil tersenyum ramah ke Farrell.
"Iya, Linda, Mister Alexander dan Mister Grahan saya pamit untuk pulang dulu, dan nanti biar mereka langsung menghubungi saya saja jika sudah sampai Bandung" ucap Farrell dengan sangat sopan sambil berdiri.
"Iya kau beristirahatlah dan saranku kau besok mulai menyortir orang yang bekerja di perusahaan kita, aku tidak ingin hal seperti hari ini terulang lagi ya" ucap Linda dengan ramah.
"Iya Linda, baik semuanya saya permisi dulu" ucap Farrell sambil tersenyum hangat lalu berjalan menuju mobilnya dan langsung memasukinya.
"Mereka semua benar benar profesional, semua bisa di kerjakan dengan santai dan pasti beres sedangkan aku, tetap harus di pusingkan oleh mereka, benar apa yang di katakan oleh Linda, aku harus mulai membersihkan parasit di perusahaan perusahaan ku, jangan sampai aku mengecewakan Linda lagi, untung saja projects triliunan ini masih di percayakan kepada ku, meskipun aku membuat dia kecewa gara gara anak buah tidak tahu diri, belum lagi soal menara BTS, aku yang sudah menjanjikan akan ada pembangunan malah hanya membuang waktu saja berkeliling desa ini, sedangkan Linda hanya dengan ponselnya saja bisa langsung mendirikan lima menara BTS disini sampai direktur utamanya yang datang langsung memimpin projects" ucap Farrell berbicara sendiri sambil menjalankan mobilnya pelan meninggalkan rumah linda dan desa itu.
"Linda anak buah ku semuanya jadi dua puluh orang yang akan datang ke Bandung, sepuluh orang untuk mengurus pembangunan apartemen dan juga pembangunan perusahaan kita di gedung yang di beli dari Farrell" ucap Mister Alexander setelah menghubungi bawahannya di Sydney.
"Anak buah ku juga dua puluh orang, sepuluh orang untuk pembangunan desa ini dan sepuluh orang untuk membantu di apartemen dan pembangunan perusahaan" ucap Mister Grahan.
"Ya tidak masalah, lagi pula aku memiliki saham lima puluh persen di perusahaan konstruksi farrell jadi tidak mungkin aku membangun sendiri dengan perusahaan lain bukan, anggap saja ini salah satu cara untuk menyadarkan farrell jika selama ini caranya dia dalam memimpin perusahaan itu salah" ucap Linda.
"Oh ya ini video lima dimensinya sudah jadi dan berkasnya juga sudah aku emailkan" ucap mister Grahan.
__ADS_1
"Iya aku akan melihatnya nanti, sekarang kita ke rumah kakek nenek dulu, mereka sudah menunggu kita untuk makan malam, dan setelah itu kalian berdua beristirahatlah karena tepat jam 23.00 wib kita akan ke Jakarta untuk menjemput kedua ibu angkat ku, dan aku tidak akan membangunkan kalian loh, jika kalian sampai ketiduran maka aku akan pergi sendiri saja" ucap linda sambil menutup laptopnya lalu menyimpannya di ruang tamu dan menutup pintu ruang tamu itu.
"Iya ayo kita makan, sudah sangat lapar aku" ucap mister Grahan sambil berdiri di ikuti oleh mister Alexander.
Mereka dan bertiga langsung menuju ke rumah kakek neneknya Linda dan kedatangan mereka memang sudah di tunggu jadi mereka langsung ke ruang makan dan menikmati makan malam mereka.
Kembali ke Farrell….
"Kek, malam ini saya akan pulang ke rumah kakek, bisakah kakek menunggu saya dulu sebelum beristirahat, karena ada masalah penting yang harus aku bincangkan dengan kakek." Ucap Farrell melalui panggilan telepon.
"Benar kek, ya sudah saya baru keluar dari desa Linda dan akan langsung kesana" ucap Farrell.
"Iya berhati hatilah" ucap Kakek Prayoga.
Farrell kemudian memutuskan panggilan telepon itu dan langsung menyimpan kembali ponselnya.
"Linda membuat lima puluh rumah di bukit itu dan memasang lima menara BTS di sekitar desanya, apakah Linda hendak membangun desa ini menjadi area bisnisnya, jika demikian maka ini bukan projects biasa melainkan Mega Projects, dan aku hampir saja merusak kepercayaannya, aku tidak bisa terus seperti ini, aku laki laki dan akan aku buktikan jika aku bisa sukses dan akan aku buktikan jika aku pantas menjadi laki lakinya, Linda aku akan berusaha sangat keras untuk mu" ucap Farrell berbicara sendiri sambil terus memacu mobilnya agar lebih cepat sampai di rumah Kakeknya.
__ADS_1
Di lokasi pembangunan menara BTS.
Felix mengawasi proses pembangunan menara BTS dan dia terjun langsung dalam pembangunan ini karena saat ini dia adalah bawahan Linda dan tidak ingin membuat kecewa Linda yang merupakan pemilik perusahaan karena delapan puluh persen saham perusahaan sudah menjadi milik Linda saat ini.
Felix juga sudah menghubungi bawahannya untuk membersihkan benalu benalu di perusahaannya agar tidak ada lagi kejadian seperti sore tadi yang nyaris membuatnya kehilangan jabatannya.
"Kejadian seperti tadi benar benar memalukan, sebelumnya Pak Farrell meminta bantuan untuk pemasangan menara BTS tapi anak buah ku malah sangat lambat kerjanya, sampai sampai Bu Linda memilih untuk membeli saham perusahaan sampai delapan puluh persen, jika saja dia tidak puas bisa bisa aku dikeluarkan dari perusahaan olehnya" ucap Felix dalam hatinya sambil melihat para pekerja yang sedang membangun menara BTS yang sistem knock down sehingga bisa cepat dalam pemasangan nya.
"Tolong pastikan semua menara ini berfungsi dengan maksimal, jangan sampai ada gangguan apapun, dan pastikan juga kalian selalu mengawasi menara menara BTS yang ada di desa ini nantinya, ingat menara menara BTS di desa ini adalah menara BTS untuk pemilik perusahaan jadi harus maksimal jika kita masih ingin bekerja di perusahaan" ucap Felix ke salah satu anak buahnya yang merupakan team leader pemasangan menara BTS.
"Siap Pak, saya sudah menyampaikan kepada kontraktor hal yang sama dan meminta mereka untuk bekerja maksimal, saya juga sudah membentuk tim khusus untuk perawatan kelima menara di desa ini untuk menjaga agar menara menara BTS ini bekerja dengan maksimal, namun mohon izin Pak, apakah kita tidak memberikan akses internet gratis saja untuk desa ini, kami bisa membuat agar hanya di akses di lingkungan desa saja" ucap bawahannya Felix.
"Ya kenapa tidak, berikan saja akses internet kecepatan tertinggi untuk desa ini, aku tadi mendengar jika Bu Linda akan membangun ulang desa ini, akan ada perkantoran dan perumahan elite untuk semua karyawannya di desa ini" ucap Felix.
"Sungguh di luar dugaan ya Pak, di desa terpencil seperti ini ada sosok orang terkaya, bahkan rumahnya saja seluas itu" ucap bawahannya Felix.
"Kau benar, dan kau tahu jika kedua bawahannya Bu Linda termasuk seratus orang terkaya di Australia, mister Alexander dan Mister Grahan sudah di sebutkan di majalah bisnis jika mereka termasuk seratus orang terkaya di Australia, dan kau tahu aku tadi browsing dan Bu Linda ternyata termasuk sepuluh orang terkaya di Australia, pemilik perusahaan periklanan terbesar di Sydney Australia, apa kau tahu apa maksud ucapanku ini" ucap Felix
__ADS_1