
“Baik Miss, saya kirimkan pesan singkat saja dulu ke ayah Grahannya, dan jika nanti desain nya sudah jadi maka saya akan memanggil dirut rumah sakit ke kantor kita saja.” Jawab Mily.
“Iya itu lebih baik seperti itu, karena ini juga harus disegerakan, minta ayah akan untuk langsung membahasnya dengan farrell ya, agar Farrell bisa mengurus semua izin dan pembangunannya dalam waktu segera” ucap Linda.
“Baik Miss” ucap Mily sambil mengambil ponselnya dan langsung mengirimkan pesan singkat ke Mister Grahan.
“Linda, apakah pembangunan desa impian tidak akan terganggu jika kau membangun Rumah Sakit ini bersamaan?” tanya Miss Lissa.
“Tentu saja tidak bu, Farrell yang sekarang berbeda dari Farrell yang dulu, dia sekarang sudah bisa fokus dalam pekerjaan, jadi meskipun ada beberapa project yang dia kerjakan dia mampu kok.” jawab Linda sambil tersenyum hangat ke semuanya.
“Miss kata ayah Grahan, jika Ayah Alexander ingin membuat little sydney di bekas danau dan mengaktifkan danau itu kembali, bahkan katanya kakek juga sudah sangat setuju dengan pembangunan little sydney ini.” ucap Mily yang masih memegang ponselnya.
“Iya, sampaikan saja jika aku memberikan izin untuk itu, aku yakin ayah Grahan akan mendesainnya dengan sangat bagus, dan aku juga yakin ada alasan khusus ayah Alexander dan Kakek menginginkan hal ini” ucap Linda.
“Baik Miss, saya akan mengabari ayah Grahan.” ucap Mily sambil kembali mengirimkan pesan singkat ke Mister Grahan.
“Mily nanti kau keluarkan semua biaya yang di perlukan ya, tetap gunakan rekening pribadiku saja dulu” ucap Linda.
“Miss Linda maaf, apakah tidak sebaiknya menggunakan dana rumah sakit saja untuk pembangunan Rumah Sakitnya.” ucap Mily.
“Tidak, karena jika menggunakan dana Rumah Sakit maka saldo rumah sakit akan berkurang jauh dan aku berencana memberikan pengobatan gratis untuk warga yang memang tidak mampu, jadi nanti kau siapkan skema subsidi silangnya ya” ucap Linda.
“Baik Miss, saya sudah memiliki subsidi silangnya, nanti sampai rumah langsung saya susun dengan rapi agar anda bisa memeriksanya” ucap Mily.
“Baguslah jika kau sudah memiliki gambaran subsidi silang itu, aku juga tidak ingin ada penolakan di rumah sakit ku, sampaikan ke Dirut Rumah Sakit jika sampai aku mendengar ada penolakan pasien maka aku akan memecatnya dan juga dengan semua yang terlibat dalam hal itu, sampaikan saja sekarang jadi kau tidak lupa akan hal ini.” ucap Linda.
__ADS_1
“Baik Miss.” ucap Mily sambil kembali mengirimkan pesan singkat ke Dirut Rumah Sakit.
“Linda, Terima kasih ya, nenek sangat bahagia kau seperti ini, kau sudah jauh lebih dewasa dan semakin dewasa jiwa berbagi mu semakin besar, nenek sangat bangga dengan mu cucuku” ucap Nenek Evi.
“Iya, ibu juga sangat bangga dengan mu, dan ibu yakin pertolongan yang kau berikan kepada orang yang sedang membutuhkan akan membuat rezeki mu semakin bertambah” ucap Miss Elvira.
“Itu Benar Linda, memberikan pengobatan gratis itu akan sangat berkesan kepada mereka yang sedang sakit dan benar benar membutuhkan pertolongan medis. Namun kau juga harus ingat jika kau juga harus memikirkan kebahagiaanmu ya.” ucap Miss Lissa.
“Nenek dan Ibu tidak perlu khawatir ya, Linda sangat bahagia kok, bisa hidup bersama dengan kalian seperti saat ini sudah sangat membahagiakan untuk Linda, Linda tidak mau terburu buru menikah sebelum keinginan ayah dan ibu terkabul, mereka ingin membangun ulang desa impian jadi sekarang biar Linda menyelesaikan dulu tugas Linda ini ya, soal percintaan masih bisa menunggu kok” ucap Linda.
“Linda, kami juga sangat bahagia hidup di desa impian bersama mu dan ayah ibu, namun kami sangat ingin melihat mu menikah sehingga kami bisa memiliki cucu” ucap Miss Lissa.
“Ibu, itu rahasia ilahi yang tidak ingin Linda langkahi, Linda yakin suatu hari Linda akan menikah dan memiliki anak jika sudah waktunya” ucap Linda
“Linda, Mushola dimana sudah hampir waktunya dzuhur jadi lebih baik kita shalat saja dulu, nenek juga sudah membawa dua mukena kok untuk kita” ucap Nenek Evi sambil mengeluarkan dua mukena dari dalam tasnya.
“Di restoran ini juga ada kok Nek, dan masih lima menit lagi waktu shalat dzuhurnya, makasih ya sudah bawain Linda mukena.” Ucap Linda sambil memasukan ponselnya ke tas kecil yang dia bawa.
“Tas nya disimpan disini saja biar kami yang jagain, Ibu dan Linda shalat saja dulu.” ucap Miss Elvira.
“Iya Bu, makasih ya” ucap Linda sambil menyimpan tasnya di atas meja demikian juga dengan Nenek Evi.
Mereka berdua pun kemudian keluar dari ruangan itu dan langsung menuju ke mushola yang ada di restoran itu.
“Linda sudah jauh berubah ya, dia sudah sangat bijaksana sekarang.” ucap Miss Lissa.
__ADS_1
“Iya benar, aku benar benar bangga dengan anak kita ini.” ucap Miss Elvira.
“Tapi Bu, gimana biar dia mau segera menikah, padahal Farrell sangat mencintainya, dan Linda juga cinta pertamanya ke Farrell kok.” ucap Mily.
“Iya itu semua tergantung Farrell dong bukan kita, jika Farrell segera menyelesaikan pembangunan desa impian, terus dia melamar Linda, ibu yakin Linda pasti mau kok.” ucap Miss Lissa.
“Nah itu masalahnya, pembangunan ini sudah masuk bulan ketiga namun malah bertambah proyeknya.” ucap mily.
“Kami lupa dengan hal itu, tahu gitu tadi kami tidak akan ikut minta di didirikan rumah sakit.” ucap Miss Lissa.
“Ya sudah tidak masalah, kita berdoa saja Farrell bisa menyelesaikan ini dengan segera dan tanpa halangan apapun, namun Mily kau tetap sampaikan ke suami mu agar Farrell berusaha terus ya untuk mendapatkan kepercayaan Linda dan jangan sampai membuat Linda Kecewa.” ucap Miss Elvira.
“Iya Bu, namun kan kini suamiku masih di luar negeri mendapatkan tugas dari Linda.” ucap Mily.
“Lalu kapan suami mu akan pulang?” tanya Miss Elvira.
“Paling cepat satu bulan bu, bahkan bisa dua bulan atau lebih.” ucap Mily
“Lama sekali, berapa negara yang akan di kunjungi oleh suami mu itu?” tanya Miss Lissa.
“Ada tiga puluh negara bu, jadi ya lama, di tambah perjalanan suami ku sekarang kan di biayai oleh kantor jadi dia semakin betah dah di luar negeri sana.” ucap Linda.
“Ya sekarang kau berdoa saja agar suami mu cepat menyelesaikan tugasnya dan cepat kembali” ucap Miss Elvira.
“Iya Bu, soal doa itu pasti, tapi yang membuat lama itu karena Bradley suamiku hobinya kan berpetualang, jadi tugas ini dia gunakan juga untuk menjelajah negara belum pernah yang dia kunjungi sebelumnya dan ada dua puluh negara itu belum dia kunjungi.” ucap Mily.
__ADS_1