From Sydney With Love

From Sydney With Love
Membeli Perusahaan Baru


__ADS_3

"Mily kenapa dalam tiga bulan ini saldo pribadiku bisa bertambah segini banyaknya?" Ucap Linda sambil memutar laptopnya itu.


"Iya Miss, kan banyak perusahaan baru anda beli dan karena pembelinya menggunakan uang pribadi jadi keuntungannya saya masukan ke rekening pribadi anda saja, adapun yang terbesar keuntungan dari perusahaan perbankan dan juga perusahaan komunikasi itu" ucap Mily sambil memutar laptop itu kembali.


"Jika begitu beli lagi beberapa saham perbankan dan perusahaan komunikasi, baik di indonesia ini atau negara lain tapi jangan sampai lewat lima persen ya" ucap Linda dengan bersemangat.


"Miss, saya pakai saldo bank sydney saja ya, soalnya sekarang saldo terendah adalah yang bank sydney, dan jika saya ambil lagi lima persennya maka anda bisa mendapatkan lima puluh perusahaan baru" ucap Mily sambil tersenyum hangat ke Linda.


"Iya atur saja, pakai laptop mu sendiri jangan punya ku terus yang kau pakai" ucap Linda sambil tertawa ringan.


"Iya miss" ucap Mily sambil menghidupkan laptopnya.


"Soal keinginan suami mu apakah dia keberatan bekerja di bawah Farrell?" Tanya Linda dengan ramah.


"Yang ada dia malah senang Miss, waktu anda ke sydney kemarin mereka itu sudah seperti kakak adik loh" ucap Mily sambil memainkan mouse dan keyboard laptopnya itu.


"Syukurlah jika demikian" ucap Linda.


Tok tok tok


Terdengar suara pintu ruangan itu ada yang mengetuknya dan Mily langsung membukanya.


"Farrell ada apa?" Ucap Mily karena ternyata yang mengetuk pintu itu adalah Farrell.


"Mily, apakah Linda ada di dalam, jika ya tolong berikan ini" ucap Farrell sambil buket coklat berbentuk hati.


"Kenapa tidak kau saja yang memberikannya langsung sana dan lihat reaksinya" ucap Mily sambil membuka pintu lebih lebar.


Farrell hanya tersenyum dan langsung masuk dengan menyembunyikan buket coklat berbentuk hati tersebut di belakang punggungnya.


"Farrell ada apa?" Tanya Linda dengan ramah.

__ADS_1


"Maaf mengganggu mu, aku membawakan ini untukmu, karena aku dengar dari Bradley jika kau suka dengan coklat" ucap Farrell sambil memberikan buket coklat berbentuk hati itu ke Linda.


Linda menerimanya dengan sangat gembira dan menyimpannya di atas meja kerjanya.


"Farrell terima kasih ya, aku memang suka dengan coklat" ucap Linda yang terlihat sangat gembira.


"Alhamdulillah jika kau suka, aku permisi dulu ya, masih membahas desain dengan Mister Grahan dan Mister Alexander di bawah" ucap Farrell.


"Iya, sekali lagi makasih untuk coklatnya" ucap Linda sambil tersenyum hangat ke Farrell.


Farrell hanya mengangguk dan tersenyum hangat lalu meninggalkan ruangan kerja Linda.


"Wah ada yang dapat buket coklat berbentuk hati nich dari sang pujaan hati" ucap Mily sambil bersiul.


"Iya, dan sekarang cepat kerjakan tugas mu" ucap Linda dengan ramah sambil kembali memeriksa keuangannya.


"Iya Miss, oh ya apa miss sudah cek laporan keuangan perusahaan yang dj sydney" ucap Mily.


"Aku sedang memeriksanya" jawab Linda.


"Pembelian perusahaan otomotif apa sudah kau kerjakan" ucap Linda karena tidak melihat email tentang itu.


"Sudah beres Miss dan semuanya sudah saya kirim melalui pesan singkat sejam yang lalu" ucap Mily sambil tersenyum lebar.


"Ponsel ku di rumah jadi tolong kau emailkan sekarang" ucap Linda.


"Baik Miss, sebentar" ucap Mily sambil mengambil ponselnya dan mengirimkan berkas pembelian beberapa perusahaan otomotif ke Linda.


"Sudah Miss, semuanya ada lima puluh lima perusahaan dan saya sudah menghubungi mereka semua, nanti Farrell atau suamiku saja yang menemui mereka atas nama anda, saya sudah betah di desa ini soalnya" ucap Mily sambil kembali tersenyum lebar.


"Iya kau atur saja semuanya" ucap Linda sambil memeriksa email email tersebut dengan teliti karena selain berkas pembelian disana juga ada laporan keuangan dan profil perusahaan yang harus dipelajari oleh nya.

__ADS_1


"Mjly dengan semua perusahaan ini menjadi milikku, berapa tenaga kerja yang di butuhkan untuk mengawasi dan menjalankan perusahaan perusahaan ku ini dari perkantoran kita nanti" ucap Linda.


"Perkiraan saya kurang lebih seribu lima ratus orang dan sebaiknya anda memiliki perusahaan manufaktur komputer agar biayanya bisa diminimalisir lagi, karena setahu saya kontrak dengan Farrell tidak termasuk dengan perangkat komputer" ucap Mily.


"Ya sudah kau beli saja sekalian, jika perlu dengan pendukungnya juga" ucap Linda dengan ramah.


"Baik Miss, jadi delapan persen saya ambilnya, total hari ini jadi tiga belas persen dari rekening bank sydney saya gunakan" ucap Mily.


"Iya, namun pastikan kembali dalam beberapa bulan" ucap Linda mengingatkan Mily.


"Beres Miss, oh ya kenapa saya tidak melihat rencana pembangunan rumah sakit di project desa impian ya" ucap Mily.


"Tadinya aku pikir tenaga kerjanya tidak sebanyak itu, coba kau cari apakah ada saham rumah sakit yang bisa kita take over jika ada beli saja satu rumah sakit besar di kota bandung jadi dokter dan lainnya bisa kita ambil dari sana saja, trus kabari ke ayah Grahan agar bisa di masukkan ke desain desa impian." Ucap Linda dengan ramah.


"Saya tadi sudah mempelajari beberapa perusahaan medis dan sudah menentukan satu perusahaan untuk saya beli, sebentar saya dahulukan saja agar Mister Grahan bisa segera mendesain rumah sakit mini di desa impian kita" ucap Mily.


"Mily yang megang ekspor hasil peternakan ku siapa?" Tanya Linda.


"Farrell yang kelola perdagangan dalam dan luar negerinya namun tetap dalam pengawasan saya kok miss jadi masih aman." Ucap Mily.


"Perbandingannya bagaimana?" Ucap Linda.


"Sementara masih tiga puluh persen lokal dan tujuh puluh internasional, perusahaan kita di sydney yang melakukan promosi di semua negara namun untuk pasar lokal saat ini saya serahkan ke Farrell sambil menunggu perusahaan periklanan kita di kota bandung operasional" ucap Mily sambil terus memainkan mouse dan keyboard laptopnya itu.


"Lalu untuk apartemen siapa yang pegang" ucap Linda


"Mister Alexander dan Mister Grahan langsung yang menghandlenya katanya tidak ingin ada kesalahan lagi namun project di berikan ke Farrell agar keuntungannya kembali ke anda" ucap Mily.


"Lalu apakah laporan keuangan perusahaan kontruksi ku sudah di berikan oleh Farrell?" Ucap Linda sambil bersandar di kursinya.


"Sudah ada dan sudah saya emailkan juga berbarengan dengan laporan keuangan semua perusahaan anda yang ada di indonesia ini" ucap Mily.

__ADS_1


Linda tidak berbicara lagi melainkan langsung mencari email tersebut dan setelah ia menemukannya dia pun langsung mempelajarinya dengan teliti karena jika tidak maka akan sangat riskan penyelewengan dana oleh para pekerjanya.


"Semuanya berjalan dengan baik, dan keuntungan juga dalam tiga bulan ini melebihi keuntungan sebelumnya, jadi Farrell ternyata sudah sangat berubah sekarang" ucap Linda


__ADS_2