From Sydney With Love

From Sydney With Love
Rapat dengan Farrell


__ADS_3

Linda langsung mengarah ke depan pintu Lobby dan langsung memarkirkan mobilnya persis setelah pintu Lobby kantornya itu lalu turun bersama dengan Mily.


"Welcome back Miss Linda" ucap salah seorang laki laki yang merupakan pihak keamanan kantornya dengan sangat hormat menyapanya.


Linda hanya tersenyum dan langsung melangkah memasuki pintu lobby tersebut lalu menuju ke lift khusus untuk para direksi ke atas kecuali untuk Mily karena merupakan sekretaris Linda sekaligus tangan kanan Linda.


Mereka berdua langsung menuju ke lantai dua puluh lima yang merupakan lantai teratas dan seluruh lantai itu di gunakan oleh Linda sebagai ruang kantornya sekaligus rumah keduanya karena memang pada masanya Linda lebih sering tidur di kantornya akibat kesibukan yang dia alami.


"Lama sudah aku tidak kesini" ucap Linda sambil keluar dari dalam lift lalu melangkah menuju meja kerjanya dan langsung duduk di kursi kerjanya yang sangat empuk.


"Miss apakah anda mau saya buatkan secangkir coklat panas terlebih dulu, kita masih memiliki waktu tiga puluh menit sebelum pertemuan" ucap Mily sambil berdiri di depan Linda.


"Boleh Mily" ucap Linda sambil membuka laptopnya dan menyalakannya.


"Baik, sebentar Miss" ucap mily yang kemudian melangkah menuju bagian dapur untuk membuatkan secangkir coklat panas untuk Linda.


Linda kemudian memeriksa email email yang masuk dan membacanya satu persatu dengan teliti karena email email itu berisi laporan atas projects yang di kerjakan oleh para karyawan perusahaan nya.


Linda tersenyum puas karena sejauh dia membaca projects report itu semuanya merupakan keberhasilan dan tidak menemukan adanya kerugian.

__ADS_1


"Miss Linda, ini coklat panas anda dan barusan saya mendapatkan konfirmasi jika mister Alexander sedang menemani Mister Farrell yang baru saja datang." Ucap Mily sambil menyimpan secangkir coklat panas yang masih berasap di atas meja Linda lalu kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di seberang Linda.


"Biarkan saja mister Alexander menjamunya, Mily kenapa aku tidak tahu jika kita mengerjakan projects di Singapura dan beberapa kota Asia bahkan di Jakarta Indonesia juga ada projects" ucap Linda sambil membalikan laptopnya agar Mily bisa melihat deretan email project report dari beberapa negara asia.


"Miss itu projects kita dapatkan dari satu perusahaan yang ada di sini dan kebetulan mereka memiliki banyak kantor di Asia jadi kita yang mengerjakan periklanan mereka se Asia" ucap Mily sambil tersenyum hangat dan meminum kopinya karena selain membuat secangkir coklat panas dia juga membuat secangkir kopi hitam untuknya.


"Apakah ini juga keberhasilan dari Michelle?" Tanya Linda sambil memutar kembali laptopnya itu.


"Benar Miss, Michelle lah yang mendapatkan banyak kontrak dalam satu tahun terakhir ini, saat yang lain mendapatkan lima sampai sepuluh perbulan Michelle minimal sepuluh per bulan bahkan bulan kemarin dia mendapatkan dua puluh dua kontrak kerja" ucap Mily menjelaskannya sambil memegang cangkir kopinya.


"Jadi begitu, sudah waktunya memang untuk Michelle memimpin perusahaan ini agar semuanya lebih berkembang lagi" ucap Linda sambil mengambil cangkir coklatnya dan meminumnya perlahan.


"Memang harus seperti itu seorang pemimpin, mau terjun langsung ke bawah melihat semua pekerjaan dan membantu serta mengarahkan pekerjaan itu, dan mau berbagi keuntungan dengan bawahannya" ucap Linda.


Mereka berdua terus berbincang dan tak terasa sudah 07.55 waktu Sydney, Linda dan Mily langsung menuju lantai dua puluh empat tempat ruang rapat khusus berada, ruang rapat khusus ini memang di siapkan oleh Linda agar para direksi dan dewan komisaris bisa selalu berkoordinasi satu dan lainnya mengingat mereka berada di lantai dua puluh empat juga.


Linda langsung memasuki ruang rapat tersebut dan langsung duduk di kursinya sambil tersenyum hangat ke semua orang yang ada di ruangan itu di ikuti oleh Mily yang juga duduk di salah satu kursi yang ada di belakang Linda.


"Jadi CEO perusahaan besar ini adalah Linda" ucap Farrell dalam hatinya sambil melihat ke arah Linda.

__ADS_1


"Farrell senang bertemu dengan mu lagi, dan terima kasih sudah hadir di sini" ucap Linda membuka percakapan.


"Senang berjumpa dengan anda juga Miss Linda" ucap Farrell dengan sangat sopan dan masih tidak menyangka jika Linda mekanik cantik yang menolongnya waktu itu adalah seorang CEO salah satu perusahaan periklanan terbesar di Australia.


"Baiklah kita langsung ke intinya saja, saya sudah memeriksa berkas dokumen yang anda berikan dan saya menyetujui pembelian gedung anda namun saya tidak akan membeli surat surat kepemilikan perusahaan anda, karena kami hanya akan menggunakan gedungnya saja dan akan menggunakan gedung tersebut untuk perusahaan kami ini" ucap Linda dengan ramah.


"Miss Linda, saya menerima hal ini dan jika demikian maka saya akan memberikan angka spesial untuk anda, karena penawaran yang saya berikan sebelumnya termasuk dengan surat surat kepemilikan perusahaan yang sedang berjalan" ucap Farrell dengan ramah.


"Saya ketahui jika di belakang gedung anda ada bangunan apartemen dan jika boleh saya ingin membelinya juga, jadi saya bukan ingin mengambil satu atau dua apartemen melainkan ingin seluruh bangunannya juga, karena saya ketahui jika apartemen itu masih dalam proses pembangunan dan baru jadi satu tower dari lima tower yang direncanakan" ucap Linda dengan ramah.


"Tadi mister Alexander sudah menyampaikannya kepada saya mengenai hal itu dan tadi saya sempat menolaknya karena memang tidak ada keinginan saya untuk menjualnya namun karena ternyata anda yang membelinya saya memutuskan untuk menjualnya saja, akan tetapi saya memerlukan waktu satu hari untuk membuat berkas berkasnya karena memang saya belum mempersiapkannya" ucap Farrell sambil tersenyum hangat ke Linda.


Mister Grahan dan Mister Alexander melihat jika Farrell menaruh hati ke Linda dan mereka juga melihat jika Farrell sangat menyukai Linda.


"Itu bisa menyusul kapan saja, dan nanti mister Alexander yang akan mengurus proses jual belinya, karena aset yang di beli berada di Indonesia maka saya sendiri yang akan menandatangani kontrak jual belinya, saya harap Anda tidak memberikan harga terlalu tinggi untuk bangunan apartemennya" ucap Linda dengan ramah.


"Tentu saja tidak, seperti yang saya sampaikan sebelumnya saya akan memberikan penawaran harga yang menarik dan sesuai namun saya memerlukan waktu satu hari untuk ini" ucap Farrell dengan sangat sopan dan ramah.


"Baiklah saya rasa pertemuan ini sudah cukup disini selanjutnya anda bisa berhubungan dengan mister Alexander dan saya rasa besok kita sudah bisa menandatangani kontrak jual belinya, Mister Alexander silahkan anda atur semuanya dan berikan informasi kepada saya jam berapa besok kita akan menandatangani kontrak jual beli ini" ucap Linda.

__ADS_1


__ADS_2