
“Terima kasih Bu, Pujian ibu bikin saya terbang nich Bu.” Ucap wanita yang ada di kasir itu sambil mengembalikan kartu debit Linda.
“Bu, apakah ibu bisa melukis dari Foto dan menjadikan beberapa foto menjadi satu lukisan?.” Tanya Linda.
“Bisa Bu, namun tidak bisa hari ini jadinya, karena saya hanya melukis di rumah saja Bu selesai tutup toko.” ucap wanita itu.
“Tentu saja, tidak masalah, siapa nama ibu, bisa saya minta nomor telepon Ibu biar saya bisa kirimkan fotonya.” Ucap Linda.
“Nama saya Aretha Bu, dan ini Bu kartu nama saya.” Ucap Wanita kasir itu yang ternyata bernama Aretha sambil memberikan kartu namanya dan Linda selain menerimanya dia juga langsung menyimpan nomor Aretha di ponselnya.
Linda kemudian mengirimkan foto dirinya yang sedang bersama kedua orang tuanya, serta foto dirinya yang sedang bersama kakek neneknya ke Aretha melalui pesan singkat,
“Bu Aretha, sudah saya kirimkan fotonya ya.” Ucap Linda.
“Baik Bu sebentar saya lihat dulu ya Bu.” Ucap Aretha sambil mengambil ponselnya dari dalam laci meja lalu melihat pesan singkat yang dikirimkan oleh Linda.
“Mba, disimpan disini saja dulu, soalnya saya mau ke atas dulu nanti jika saya sudah selesai maka saya akan mampir kesini lagi ya.” Ucap Linda sambil melihat ke anak dari Aretha yang sudah selesai membungkus lukisan yang dibelinya.
“Baik Bu.” Ucap Anak dari Aretha.
“Bu, Foto foto ini akan saya rubah dulu secara digital ya agar ibu nanti bisa melihatnya terlebih dulu sebelum saya menjadikannya lukisan.” Ucap Aretha sambil masih memegang ponselnya.
“Iya Bu, kira kira berapa lama ya Bu, dan berapa biayanya ya, saya ingin membuat masing masing dua lukisan, jadi masing masing Foto itu dan juga gabungan dari kedua foto itu, jadi ada enam lukisan yang ibu buat.” Ucap Linda.
“Bu, saya paling cepat bisanya dalam satu minggu namun bisa juga sampai dua minggu, karena melukis memerlukan mood yang baik Bu, dan ukuran yang ibu inginkan seberapa ya?.” Ucap Aretha.
__ADS_1
“Bu, dua minggu tidak masalah, dengan hasil lukisan ibu, saya menunggu dua bulan pun tidak keberatan, untuk ukurannya sebesar lukisan itu saja namun untuk lukisan yang gabungan dari kedua photo itu, saya minta sebesar yang itu saja.” Ucap Linda sambil menunjuk dua lukisan yang terpajang dan ukurannya lebih besar dari lukisan yang dia beli.
“Bu, untuk yang sebesar itu saya berikan sepuluh juta saja ya, dan yang besar di dua puluh lima juta, bagaimana Bu.” Ucap Aretha.
“Apakah ibu bisa mengirimkannya ke saya?, jika bisa maka yang ini semua sekalian saja nanti di kirimkannya, ini ibu debit lagi saja ya semuanya termasuk dengan ongkos kirimnya.” Ucap Linda sambil memberikan kembali kartu debitnya ke Aretha.
“Baik Bu, saya akan kirimkan kepada Ibu dan ongkos kirimnya saya gratiskan Bu jika masih di sekitar kota Bandung ini kok, nanti juga saya akan membuatkan beberapa lukisan lain sebagai bonus untuk ibu.” Ucap Aretha sambil menerima kartu debit dari Linda dan langsung memprosesnya.
“Bu Aretha, ke depannya jika saya ingin lukisan lagi, saya pesannya melalui pesan singkat saja ya, dan Ibu tenang saja karena saya akan membayarnya penuh terlebih dulu kok, jadi Ibu bisa melukisnya dengan tenang.” Ucap Linda.
“Iya Bu, kapan pun Ibu ingin lukisan saya, Ibu kabarin saja ya Bu, Maaf ini kartu debit Ibu dan bukti penarikannya, dan juga nota pemesanannya.” Ucap Aretha sambil memberikan kembali kartu debit Linda, berikut nota dan bukti debitnya.
“Bu Aretha, saya permisi dulu ya, nanti jika desain digitalnya sudah jadi, ibu kirimkan saja melalui pesan singkat ke saya ya Bu.” Ucap Linda sambil menyimpan kembali kartu debitnya ke dalam dompetnya dan juga dengan kertas notanya.
“Iya Bu, nanti saya kabari ya Bu, terima kasih sudah berbelanja di toko saya Bu, dan percaya dengan hasil lukisan saya.” Ucap Aretha.
“Iya Bu, jika mau dikirimkan ke Sydney juga saya akan kirimkan koq Bu, untuk Ibu biaya pengirimannya saya gratiskan kok.” Ucap Aretha.
“Iya Terima kasih ya Bu Aretha, saya permisi Bu.” Ucap Linda.
“Terima kasih juga Bu.” Ucap Aretha sambil melihat kepergian Linda meninggalkan Tokonya.
“Bu, kita sangat beruntung ya, sudah dua bulan lukisan ibu tidak ada yang beli, tapi sekarang malah ada yang borong.” Ucap anak dari Aretha.
“Iya Kak, Alhamdulilah.” Ucap Aretha.
__ADS_1
Sementara itu Linda terus berjalan santai sambil menuju ke restoran yang ada di rooftop mall itu.
“Entah kenapa aku masih kepikiran dengan pertemuan Farrell dan wanita itu, sebaiknya aku segera pulang mengantarkan Nenek dan ibu saja baru pergi lagi ke Cafe The Peak untuk melihatnya sendiri agar aku tidak penasaran.” Ucap Linda dalam hatinya sambil berjalan menaiki eskalator dan masih ada empat tingkat lagi untuk sampai di restoran rooftop mall.
“Pertama kalinya aku jatuh cinta dan menerima cinta laki laki eh malah begini, hadeeeeeeh Linda oh Linda, kau wanita kuat, kau wanita hebat, ayo Linda bangkit.” Ucap Linda dalam hatinya sambil terus berjalan menuju eskalator lainnya.
“Sepertinya toko ini pantas di masuki.” Ucap Linda sambil melihat sebuah toko yang menjual pakaian remaja.
Linda kemudian memasuki toko itu dan melihat lihat semua barang di toko itu namun tidak ada satupun yang menarik minatnya sama sekali sehingga dia pun memilih keluar dari dalam toko itu dan kembali keluar menuju eskalator.
Satu persatu toko dia masuki namun sampai ke lantai enam dia masih belum menemukan apapun yang menarik minatnya sehingga dia pun langsung ke restoran rooftop menemui yang lainnya.
“Maaf ya lama.” Ucap Linda sambil duduk di sofa yang kosong persis di samping Mily.
“Linda, kita mau pulang apa kau masih ada tujuan lain.” Ucap Nenek Evi.
“Nek, kita pulang saja ya, Linda ingin istirahat soalnya, tapi Linda haus jadi Mily tolong pesankan aku Jus Alpukat dulu ya.” Ucap Linda sambil bersandar di punggung sofa itu.
“Oke, apakah Ibu dan nenek juga mau Jus nya.” Ucap Mily sambil berdiri.
“Iya ibu juga mau namun Jus sirsak saja ya.” Ucap Miss Lissa.
“Kalau Nenek samakan saja Jus Alpukat ya.” Ucap Nenek Evi.
“Ibu mau Jus Jambu saja ya.” Ucap Miss Elvira.
__ADS_1
“Baik Bu, sebentar ya Mily pesankan dulu Jus Jus nya.” Ucap Mily sambil berdiri lalu melangkah keluar dari dalam ruangan itu.