
"Linda pasar sparepart dan aksesoris kendaraan memang bagus namun penjualannya juga gila gilaan persaingannya, jika menurut ayah sebaiknya tidak" ucap Mister Grahan.
"Bradley kau sudah mendengarnya namun aku ada solusi untuk mu karena kau ingin bisnis seperti itu maka menurut ku sebaiknya kau mensuplai sparepart original pabrikan saja dengan harga jual yang sama di semua negara, Mily apa kau bisa mencarikan ku perusahaan perusahaan produsen sparepart motor dan mobil original yang hendak dijual atau yang membuka bursa saham" ucap Linda dengan ramah.
"Miss aku bisa, dan membeli saham pabrikannya juga bisa kok" ucap Mily yang terdengar sangat bersemangat.
"Bradley ide Linda lebih aman untuk mu, karena jika harga sparepart original lebih murah maka orang akan lebih tertarik untuk menggunakannya" ucap Mister Grahan.
"Linda aku setuju jika begitu tapi dengan seperti itu maka kita membutuhkan gudang di semua negara untuk menjaga sparepart original selalu tersedia bukan, dengan investasi jenis ini maka misa sampai ratusan juta dolar amerika loh" ucap Bradley.
"Aku siapkan satu miliar dollar amerika untuk bisnis ini, Mily nanti segera beli semua perusahaan perusahaan itu dan ambil sebanyak mungkin saham pabrikan mobil baik perakitan maupun lainnya, namun ingat Bradley aku tidak memberikan izin untuk kau menjual perusahaan ku, dan kau akan jadi karyawan ku" ucap Linda mengingatkan Bradley.
"Iya tidak apa apa jadi karyawan mu juga, nanti akan ada beberapa orang ku dari sydney dan kanada yang akan ikut bekerja kepada ku" ucap Bradley.
"Mily sekalian cari gudang gudang di semua negara ya tapi ingat hanya maksimal lima persen dari uangku yang di simpan di Bank Sydney yang bisa kau gunakan" ucap Linda.
"Miss apa tidak terlalu besar sampai lima persen, secara uang anda yang di bank sydney satu persen saja sudah cukup kok" jawab Mily.
"Ya itu maksimalnya lima persen untuk semuanya, dan Farrell kau akan ikut serta di bisnis Bradley, tugas mu cukup memeriksa kinerja Bradley saja, dia memerlukan pengawasan jika dia di atas aku takutnya malah dia keseringan ke hutan dari pada bekerja" ucap Linda dengan sangat serius.
"Baik, aku akan berusaha dengan maksimal, namun bukankah kita masih memiliki lima miliar ekstra, dan bisa kita gunakan untuk membangun perkantoran khusus dan juga gudang, lokasinya bisa kita gunakan di pinggir jalan utama saja jadi keasrian desa impian tetap terjaga" ucap Farrell.
"Farrell itu keuntungan perusahaan kita jadi biarkan saja seperti itu, ayah Grahan nanti tolong buatkan desainnya dan hitungannya juga untuk pembangunan perkantoran dan pergudangan ini" ucap Linda dengan ramah.
__ADS_1
"Oke, nanti ayah akan buat spesifikasi dan desainnya" ucap Mister Grahan.
"Linda kita memerlukan perusahaan baru untuk ini" ucap Bradley.
"Tidak, salah satu perusahaan ku dan Farrell bergerak di perdagangan umum dan ini sudah cukup, Farrell hanya perlu menambahkan beberapa bidang saja di sana" ucap Linda dengan ramah.
"Benar, perusahaan perdagangan umum kami sudah berjalan dan aku hanya tinggal menambahkan beberapa item perizinan saja" jawab Farrell sambil tersenyum hangat ke Bradley.
"Oke jika demikian sudah deal ya" ucap Bradley yang terlihat sangat gembira.
"Sekarang sebaiknya kita segera pulang karena jika kita pulang sekarang masih bisa shalat dzuhur berjamaah di masjid desa" ucap Linda sambil berdiri di ikuti oleh mereka semua.
Semuanya langsung ke motor motor mereka dan seperti tadi Farrell paling depan dan Linda di paling belakang urutannya.
Jalanan turun yang licin dan berlumpur lagi lagi membuat motornya Farrell tergelincir namun kali ini tidak sendirian karena Bradley juga sama, tapi hanya mereka berdua saja yang tergelincir sedangkan yang lainnya selamat.
"Kakek" ucap Linda menyapa kakeknya yang duduk di teras rumah.
"Linda kau sebaiknya membersihkan diri terus wudhu biar kita sama sama ke masjidnya" ucap kakek Muchtar dengan ramah sambil melihat Linda melepas sepatu cross yang dia gunakan.
"Iya Kek" jawab Linda sambil tersenyum hangat ke kakeknya itu dan terlihat jika neneknya keluar dari dalam rumah itu dengan membawa mukena.
"Sebentarnya Linda mau wudhu dulu" ucap Linda sambil bergegas masuk ke dalan rumah kakek neneknya itu.
__ADS_1
Linda langsung mengambil wudhu dan berangkat bersama sama ke masjid desa untuk shalat berjamaah lalu kembali ke rumah kakek neneknya untuk makan siang bersama namun mereka hanya bertiga saja karena kedua ayah dan ibu angkatnya tidak ada yang datang demikian juga dengan Farrell dan kakek neneknya juga.
"Kakek, Nenek, besok malam Linda tidak makan malam disini ya, karena Linda sudah janji mau ikut makan malam bersama Farrell" ucap Linda dan saat ini mereka sudah selesai makan siang bersama dan saat juga mereka sedang duduk di teras rumah itu.
"Iya pergilah kejar kebahagiaan mu, jangan mengejar uang terus" ucap Kakek Muchtar dengan sangat ramah.
"Kakek mu benar Linda, sebaiknya kau menerima Farrell menjadi kekasih mu, siapa tahu kalian bisa menjadi suami istri nantinya" ucap Nenek Evi dengan penuh kasih sayang.
"Iya, jika dia memang jodoh Linda maka dia bisa jadi suami Linda, Linda memang belum sepenuhnya percaya dengan Farrell tapi jika jodoh siapa yang tahu" ucap Linda sambil berdiri.
"Trus sekarang kau mau kemana?" Ucap Kakek Muchtar.
"Kakek Nenek, Linda sedang sangat lelah dan berencana mau tidur siang dulu" ucap Linda sambil memakai kembali sepatu cross nya.
"Ya kau pulang dan beristirahatlah jaga kesehatan mu jangan sampai kau kelelahan dan sakit ya" ucap Kakek Muchtar dengan ramah.
Linda langsung kembali ke rumahnya dan langsung membersihkan badannya lalu tertidur pulas di kamarnya setelah sebelumnya membuat ponselnya dalam modus diam.
Tepat pas adzan ashar berkumandang Linda terbangun dari tidurnya dan langsung mencuci wajahnya dan mengambil wudhu lalu berjalan ke rumah kakeknya.
Dan seperti tadi kakek neneknya sudah menunggunya untuk berangkat bersama ke masjid desa.
"Linda nenek sudah membawa mukena mu, jadi ayo kita langsung ke masjid saja" ucap Nenek Evi dengan ramah sambil berjalan menemui Linda lalu memberikan mukena Linda.
__ADS_1
"Iya Nek terima kasih" ucap Linda sambil menerima mukena tersebut lalu berjalan bersama kakek neneknya ke masjid desa.
"Linda, penduduk desa sudah mengembalikan modal usaha yang kau berikan, nanti sehabis shalat, kakek akan memberikannya kepadamu, usaha mereka berjalan lancar dan bahkan beberapa orang kakek lihat sudah semakin maju warungnya" ucap Kakek Muchtar sambil tetap berjalan di samping kanan linda.